
“Ikuti kata hatimu”, ini barangkali adalah nasehat dalam manajemen karier yg secara realitas tidak mudah untuk dijalani. Memang ada sih, anak muda usia 20-tahunan yang sepertinya sudah mampu melihat pilihan karirnya dengan jelas lalu menitinya secara konsisten. Tapi ternyata yang lebih banyak adalah mereka yang -meskipun enggan mengakui- berjalan mengikuti arus dengan terus menyesuaikan dengan berbagai kesempatan yang ditemui di perjalanan. Pilihan karir diambil berdasarkan rasa pede yang angin-anginan, plus juga dengan dukungan positif ataupun negatif dari orang tua atau teman-teman dekat.
Bagaimanapun Anda pada akhirnya menemukan tapakan karir dan identitas profesional Anda, pada akhirnya Anda pasti akan dihadapkan pada pilihan karir alternatif. Nah, pada saat itu, apakah Anda tergoda untuk mengambilnya atau bisa memalingkan wajah Anda dari pilihan itu lalu belajar lebih keras untuk bisa mencintai pekerjaan Anda? Untuk pilihan yang terakhir, kita pun tahu, dalam titik profesional tertentu, hal ini tidak mudah untuk dilakukan.
Silahkan membaca tulisan ini secara lengkap di akhmadguntar.com yang baru.