<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Trustco Surabaya</title>
	<atom:link href="http://trustcosurabaya.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://trustcosurabaya.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 03:31:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Anda Pelaku Keinginan Pribadi?</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/apakah-anda-jadi-pelaku-keinginan-pribadi.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/apakah-anda-jadi-pelaku-keinginan-pribadi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 02:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[“Manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan, ialah manusia yang tidak pernah berbuat apa-apa.” (Roosevelt) Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan kemalangan. Sebagai manusia, kita memiliki kekuatan untuk memilih. Putuskanlah yang terbaik untuk hidup kita. Karena dengan itu, kita akan jadi lebih mudah untuk berbuat lebih banyak kebaikan bagi sesama. Jadikan pekerjaan sebagai sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><strong><em>“Manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan,</em></strong><br />
<strong><em> ialah manusia yang tidak pernah berbuat apa-apa.”</em></strong><br />
(Roosevelt)</p>
<p>Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan kemalangan. Sebagai manusia, kita memiliki kekuatan untuk memilih. Putuskanlah yang terbaik untuk hidup kita. Karena dengan itu, kita akan jadi lebih mudah untuk berbuat lebih banyak kebaikan bagi sesama.</p>
<p>Jadikan pekerjaan sebagai sesuatu yang penting. Habiskanlah waktu dalam perusahaan yang memberi kesempatan untuk melakukan hal-hal yang lebih baik. Perbedaan kecil antara pekerja yang tidak bahagia dengan pekerja yang bersuka cita, seringnya taklebih dari perbedaan sudut pandang. Anda yang jadikan pekerjaan sebagai lahan pemenuhan kebutuhan, pembuktian keahlian, perwujudan kesyukuran; maka kepuasan yang mengalir akan semakin meningkat, seiring dengan melejitnya karier Anda. Masukkanlah sebanyak mungkin keajaiban dalam karier Anda, dengan keberanian bahwa Anda mampu mencapai tujuan hidup melalui pekerjaan atau profesi impian. Karier apa pun yang benar-benar Anda inginkan menjadi sumber pendapatan, ialah sesuatu yang perlu dan harus Anda tuju sepenuhnya. Stop mengkompromikan hidup terlalu lama dengan melakukan pekerjaan yang tidak memberikan kenikmatan besar bagi Anda. Ijinkan antusiasme Anda mengalir deras dengan menguasai nasib profesional Anda.</p>
<p>Tentu, tidak ada yang memulai dari puncak tangga kesuksesan. Pekerjaan yang dimulai dari atas, ialah tukang gali sumur, ^_^. Tapi, ketika Anda mengerti jenis pekerjaan yang memberikan kepuasan untuk diri sendiri, Anda dapat mulai menaiki anak tangga yang benar, yang bersandar pada dinding yang tepat.</p>
<p>Saat Anda melakukan jenis pekerjaan yang benar-benar Anda nikmati, maka itu tidak akan terasa seperti pekerjaan sama sekali. Hal ini lebih menyenangkan dari kesenangan. Anda tahu, ini karena Anda mendapati waktu-waktu yang hebat ketika Anda melakukan apa yang benar-benar Anda ingin lakukan.</p>
<p>Maka pertanyaannya,<br />
“Apakah Anda melakukan yang ingin Anda lakukan, saat ini?”</p>
<p style="text-align: center"><em><strong>“Ketika bekerja, boleh jadi lebih menyenangkan<br />
</strong></em><em><strong>dari kesenangan itu sendiri.” </strong></em>(Rio Purboyo)</p>
<p># Apa yang paling ingin Anda lakukan dalam kehidupan Anda, apakah Anda melakukannya dalam bentuk apa pun, saat ini?</p>
<p># Apakah Anda terobsesi dengan hal itu? Apakah hal itu menjerat Anda, menarik senar-senar hati Anda?</p>
<p># Apakah Anda memberitahu semua orang yang Anda temui, bahwa ini adalah pekerjaan Anda?</p>
<p># Apakah Anda menganggap hal itu sebagai panggilan hidup Anda Anda?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2012/01/pengen-laptop-apel.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-490" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2012/01/pengen-laptop-apel.jpg" alt="" width="333" height="333" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perhatikan contoh-contoh berikut, lalu lihatlah apakah Anda dapat mengaitkannya dengan diri sendiri. Contoh-contoh ini, saya rancang untuk merangsang pikiran dan mengarahkan energi Anda terfokus pada apa yang paling ingin Anda lakukan dalam kehidupan Anda.</p>
<p># Seseorang yang siap untuk menjadi seorang pengarang terkenal. Apa yang sedang ia tulis saat ini?</p>
<p># Seseorang yang memiliki impian untuk memenangkan medali Olimpiade. Apakah ia sedang berlatih dan bersiap-siap hari ini?</p>
<p># Seseorang yang terobsesi menjadi pembicara. Apakah ia akan “naik panggung” untuk berbicara malam ini?</p>
<p>Supaya tiba di tempat tujuan, Anda harus bersedia untuk menyelidiki kemungkinan, menggenggam kesempatan, menanam waktu yang diperlukan, dan terus berusaha untuk melakukan apa pun yang dibutuhkan.</p>
<p style="text-align: center"><strong><em>“Kita sampai karena berangkat.</em><br />
<em>Tapi, karena takmampu pastikan</em><br />
<em>kapan persisnya sampai.</em><br />
<em>Satu-satunya pilihan yang tersedia ialah berangkat.</em><br />
<em>Maka berangkatlah, sekarang!” </em></strong>(Rio Purboyo)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><strong># Apakah saya <span style="text-decoration: underline"><em><a href="http://gituya.wordpress.com/2011/03/24/ikuti-workshop-public-speaking/" target="_blank">sedang melakukan</a></em></span> cita-cita pribadi, saat ini?</strong><strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>NB.</strong></em><br />
Anda butuh pelejit perwujudan keinginan/cita-cita Anda? Mungkin, workshop berikut ialah yang Anda butuhkan.<br />
# <strong>29 Januari 2012</strong>, Surabaya. Workshop <strong><em>“Sell Your Talent”</em></strong>. Daftar? Hubungi 0858-1531-1207.</p>
<p># <strong>4-5 Februari 2012</strong>, Kota Malang. Workshop <strong><em><a href="http://gituya.wordpress.com/2011/03/24/ikuti-workshop-public-speaking/" target="_blank">“Public Speaking Magically”</a></em></strong>. Daftar? Hubungi 0858-1531-1207</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/cara-cepat-menarik-perhatian.html" rel="bookmark" class="crp_title">Cara Cepat Menarik Perhatian</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/7-kiat-taktis-kelola-waktu.html" rel="bookmark" class="crp_title">7 Kiat Taktis Kelola Waktu</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/bisnis-yang-meng-abadi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bisnis yang Meng-Abadi</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/regenerasi-pemimpin.html" rel="bookmark" class="crp_title">Regenerasi Pemimpin</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/pertanyaan-cerdas-untuk-hidup-yang-lebih-baik.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pertanyaan Cerdas untuk Hidup yang Lebih Baik</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/apakah-anda-jadi-pelaku-keinginan-pribadi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Cepat Menarik Perhatian</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/cara-cepat-menarik-perhatian.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/cara-cepat-menarik-perhatian.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 08:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[dengarkan]]></category>
		<category><![CDATA[era informasi]]></category>
		<category><![CDATA[mendengarkan]]></category>
		<category><![CDATA[mendengarkan aktif]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Di era informasi yang serba tersedia saat ini, kita maklum terjadinya banjir pengetahuan. Komunikasi sebagai saluran penyampaian, telah menemukan tantangan terbarunya. Apa? Kelangkaan perhatian! Ketertarikan dan pemusatan perhatian menjadi hal yang sangat diinginkan. Bayangkan, bila di sekitar Anda tersedia 30 saluran siaran televisi; 3 akun messenger; dan cuap-cuap iklan di radio; yang kesemuanya sama-sama menyala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di era informasi yang serba tersedia saat ini, kita maklum terjadinya banjir pengetahuan. Komunikasi sebagai saluran penyampaian, telah menemukan tantangan terbarunya. Apa? Kelangkaan perhatian! Ketertarikan dan pemusatan perhatian menjadi hal yang sangat diinginkan. Bayangkan, bila di sekitar Anda tersedia 30 saluran siaran televisi; 3 akun messenger; dan cuap-cuap iklan di radio; yang kesemuanya sama-sama menyala dan meminta perhatian Anda. Bagaimana rasanya? Kewalahan, pasti!</p>
<p>Di tengah kondisi itu, tidakkah Anda sempat terpikir untuk bertanya pada diri sendiri, “Hei, apa maksudnya dengan ini semua?” “Apa sesungguhnya yang kuinginkan dari ini semua?”</p>
<p>Anda tahu, hubungan yang Anda bangun dengan dunia di luar diri, adalah untuk menciptakan hubungan sosial yang makin sukses. Bukan hanya hubungan yang sepintas dan tak tuntas. Tentu, bukan itu yang Anda inginkan. Oleh karenanya, mulai saat ini Anda dapat memilih untuk berfokus pada mendengarkan. Itu artinya, jumlah saluran komunikasi pun Anda batasi yang sesuai dengan terbatasnya perhatian manusia. Sejak saat ini, Anda jadi lebih tertarik untuk memusatkan perhatian penuh kepada teman bicara. Anda pun lebih mampu memahami pesan lengkap yang sedang diberikan.<br />
Pilihan ini, membutuhkan kesediaan diri untuk memperhatikan lebih lengkap: kontak mata yang sesuai, mengamati bahasa tubuh teman bicara, meminta penjelasan, dan mendengarkan yang tidak terucap.</p>
<p>Cara pasti gagal untuk mendengarkan ialah dengan terlalu ingin bersikap menarik, daripada tertarik kepada seseorang yang sedang mereka dengarkan. Orang semacam itu percaya, bahwa jalan menuju hubungan sosial yang baik ialah dengan terus-menerus bicara, memamerkan keahlian, mempertontonkan kecerdasan mereka dengan kata-kata dan komentar. Mungkin, kebutuhannya untuk dianggap cerdas dan penting, telah sedemikian menggebunya. Ugh, betapa!</p>
<p>Syukur, itu bukan diri Anda bukan?</p>
<p>Sebaliknya, ialah pendekatan yang tepat. Gunakan cara terbaik untuk menjalin hubungan baik dan membuat mereka berpihak kepada Anda. Ialah dengan menjadi benar-benar <em><strong>tertarik</strong></em> kepada mereka. Dengan niat tulus, dengarkanlah sungguh-sungguh untuk belajar tentang mereka. Ketika Anda merasa bahwa saya benar-benar tertarik untuk mengenal pikiran dan perasaan Anda, berniat tulus membantu dampingi Anda menjadi pribadi terbaik, secepat mungkin Anda akan membuka diri dan berbagi perasaan Anda yang sesungguhnya kepada saya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center"><em><strong>“Dengarkan seratus kali. Pikirkan seribu kali. </strong></em></p>
<p style="text-align: center"><em><strong>Bicaralah sekali.”</strong></em></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak saat ini, latihlah mengembangkan sikap penasaran. Bersikap ingintahulah mengenai orang lain, perasan mereka, pikiran mereka, cara pandang mereka. Apa harapan, impian, dan ketakutan mereka? Apa cita-cita mereka? Apa rintangan yang mereka hadapi dan bagaimana mereka mampu mengatasinya?</p>
<p>Jika Anda ingin orang bekerja sama dengan Anda, menyukai Anda, atau lebih membuka diri kepada Anda, Anda harus <em><strong>tertarik</strong></em> kepada mereka. Alih-alih terpusat pada diri sendiri, mulailah terfokus kepada orang lain. Ketika Anda tertarik, orang lain menanggapi ketertarikan Anda kepada mereka. Dengannya, mereka ingin senantiasa berada di sekitar Anda.</p>
<p><strong>NB.</strong></p>
<p>Untuk kualitas hidup Anda yang lebih baik, bolehkah saya membantu Anda?<br />
Daftarkan diri Anda di acara workshop terdekat =</p>
<p>(*) <strong>29 Januari 2012, Surabaya.</strong> Workshop <span style="text-decoration: underline">“Sell Your Talent”</span>.<br />
<em><strong>Tertarik?</strong></em> DAFTAR Hubungi 0858-1531-1207.<br />
(*) <strong>4-5 Februari 2012, Kota Malang</strong>. Workshop <span style="text-decoration: underline">“Public Speaking Magically”</span>. <em><strong>Tertarik?</strong></em> DAFTAR Hubungi 0858-1531-1207.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/apakah-anda-jadi-pelaku-keinginan-pribadi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Anda Pelaku Keinginan Pribadi?</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/7-faktor-kritis-kepemimpinan-efektif.html" rel="bookmark" class="crp_title">7 Faktor Kritis Kepemimpinan Efektif</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/kiat-buat-para-pembicara.html" rel="bookmark" class="crp_title">(kiat) Buat Para Pembicara</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/anda-seorang-negosiator-ulung-bukan-bagian-1.html" rel="bookmark" class="crp_title">Anda seorang Negosiator Ulung, bukan? (bagian 1)</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/pertanyaan-cerdas-untuk-hidup-yang-lebih-baik.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pertanyaan Cerdas untuk Hidup yang Lebih Baik</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/cara-cepat-menarik-perhatian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ke Arah Mana Anda Harus Berubah?</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/ke-arah-mana-anda-harus-berubah.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/ke-arah-mana-anda-harus-berubah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 05:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa tahun ke depan Anda akan menghadapi kenyataan sosiologis yang tidak bisa Anda hindari. Anak-anak Anda semakin besar, begitu juga keluarga Anda yang lain. Mereka tentu membutuhkan perhatian dan bantuan dari Anda. Di tempat kerja, Anda juga akan dihadapkan pada kemungkinan besar munculnya sejumlah tanggung jawab baru yang harus Anda selesaikan. Andai Anda seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam beberapa tahun ke depan Anda akan menghadapi kenyataan sosiologis yang tidak bisa Anda hindari. Anak-anak Anda semakin besar, begitu juga keluarga Anda yang lain. Mereka tentu membutuhkan perhatian dan bantuan dari Anda.</p>
<p>Di tempat kerja, Anda juga akan dihadapkan pada kemungkinan besar munculnya sejumlah tanggung jawab baru yang harus Anda selesaikan.</p>
<p>Andai Anda seorang professional yang  bekerja  mandiri mengandalkan keahlian Anda di satu bidang yang amat Anda kuasai, tentu Anda juga menyadari betapa  Anda juga harus berubah semakin lebih berkualitas.</p>
<p>Sementara sebagai bagian dari ummat dan bangsa ini Anda tentu akan semakin menyadari tanggung jawab untuk memberi sumbangsih bagi terciptanya perubahan kehidupan ke arah suasana yang semakin beradab dan bermatabat.</p>
<p><a href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/11/change_wordle.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-472" title="change_wordle" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/11/change_wordle.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Oleh karenanya setidak tidaknya arah perubahan Anda  adalah sampai dicapainya kondisi kondisi berikut:</p>
<p><strong>A. Mencapai mutu dasar kepribadian yang prima</strong></p>
<ul>
<li><strong>Kokoh secara spiritual</strong></li>
</ul>
<p>Saya dan Anda adalah makhluk yang dibentuk oleh-Nya dari dua unsur  fundamental sekaligus: yaitu unsur material dan unsur spiritual. Kekuatan diri kita terutama amat ditentukan oleh kapasitas spiritual kita. Ke depan Anda akan semakin lebih membutuhkan kemantapan keyakinan, kesabaran yang semakin berlipat lipat, optimisme yang lebih kokoh, dan keberanian  mengambil resiko terukur yang  bertambah  baik.</p>
<ul>
<li><strong>Dewasa secara emosional</strong></li>
</ul>
<p>Karena Anda tidak mungkin bekerja sendiri dalam mencapai impian sukses Anda, Anda sangat membutuhkan kedewasaan emosional untuk dapat bergaul, berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.</p>
<p>Itu artinya Anda harus bisa semakin lapang dada menerima orang lain apa adanya. Anda harus semakin bisa menerima orang lain ke dalam lingkup kerja Anda tidak hanya dengan segala kelebihannya, tetapi harus juga memaklumi segala kekurangannya untuk dapat Anda perbaiki.</p>
<ul>
<li><strong>Luas secara intelektual</strong></li>
</ul>
<p>Dengan segala kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang begitu menakjubkan, ledakan pertumbuhan serta distribusi ilmu pengetahuan ke tengah tengah warga dunia sekarang  menuntut siapapun Anda untuk bisa memperluasa dan memperbanyak daya tampung ilmu yang Anda kuasai.</p>
<ul>
<li><strong>Kuat dan cerdas secara operasional.</strong></li>
</ul>
<p>Saya pikir memang tuntutan untuk berubah menjadi lebih memiliki daya saing dalam hidup ini adalah jika Anda sanggup bekerja lebih baik, lebih efisien, lebih efektif dan lebih produktif. Dan    tentu saja ini menuntut Anda untuk lebih kuat secara fisik.</p>
<p><strong>B. Mencapai kualifikasi teknis operasional yang handal</strong></p>
<ul>
<li><strong>Personal effectiveness</strong>: secara akademis istilah ini diartikan sebagai  kemampuan mendemonstrasikan inisiatif, kepercayaan diri, ketangguhan, tanggung jawab personal dan gairah berprestasi.Mengapa Anda membutuhkan keahlian ini? Anda akan menghadapi kenyataan betapa banyaknya peluang keberhasilan bagi setiap orang yang mau berusaha. Akan tetapi hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan untuk menggagas inisiatif memunculkan ide ide baru untuk berusaha, lalu dengan percaya diri mengajak orang lain untuk bekerja bersamanya memperjuangkan visi usaha itu, serta secara tangguh dan penuh tanggung jawab berani menghadapi resiko dalam mewujudkan visinya tersebut</li>
<li><strong>Flexibility</strong>: istilah ini merujuk kepada  ketangkasan beradaptasi dengan perubahan baru. Anda sangat membutuhkan kualifikasi ini oleh karena perubahan begitu cepat memasuki kehidupan kita sehingga orang, lembaga, budaya, telah juga mengalami perubahan yang begitu ekstrim.</li>
<li><strong>Futuristic Thinking</strong> ini adalah  kemampuan dalam memproyeksikan hal hal yang perlu dicapai atau hal-hal yang belum dicapai. Semua pencapaian sukses dalam segala bidang merupakan buah dari kualifikasi operasional ini. Kemampuan ini akan membiasakan Anda untuk tidak sekedar melihat jauh ke depan, tetapi menuntut Anda memikirkan apa yang hendak wujudkan, bagaimana caranya, seberapa besar dan seberapa banyak sumber dayanya.</li>
<li><strong>Persuasion &amp; communication </strong>: ini bermakna sebagai  kemampuan untuk meyakinkan orang lain agar berubah ke arah yang lebih baik. Anda memerlukan ini karena Anda membutuhkan orang orang yang bekerja Anda, agar bisa berubah menjadi lebih berkualitas. Anda juga membutuhkan agar ide dan gagasan yang Anda yakin bagus dan baik bisa didukung oleh banyak pihak.</li>
<li><strong>Creatifity and Innovation</strong>: kemampuan memperbaiki hal–hal yang sudah lama, kemampuan menciptakan dan menggunakan hal-hal baru (sistem, pendekatan, konsep, metode, desain teknologi dan lain lain). Kemampuan ini menjadi kunci sukses perorangan dan lembaga dalam beradaptasi.</li>
<li><strong>Management skill</strong>: kemampuan mendapatkan hasil dengan menggunakan sumber daya yang ada melalui sistem dan proses. Anda membutuhkan skill ini karena apapun yg hendak Anda capai memerlukan pengaturan agar bisa Anda gunakan secara efektif, efisien, sehingga Anda bisa mencapai produktifitas yg optimal</li>
<li><strong>Leadership skill</strong>: kemampuan mencapai hasil dengan memberdayakan orang lain</li>
<li><strong>Marketing skil</strong>: kemampuan untuk memasarkan apa yang Anda produksi baik barang maupun jasa.</li>
</ul>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/belajarlah-lalu-berubahlah.html" rel="bookmark" class="crp_title">Belajarlah, lalu Berubahlah</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/perkuat-daya-saing-anda.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perkuat Daya Saing Anda</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/bagaimana-mencapai-hasil-hasil-lebih-besar-lagi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bagaimana Mencapai Hasil  Hasil Lebih Besar Lagi</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/193.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kompetensi Pemimpin</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/pemimpin-dan-perubahan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pemimpin dan Perubahan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/ke-arah-mana-anda-harus-berubah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkuat Daya Saing Anda</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/perkuat-daya-saing-anda.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/perkuat-daya-saing-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 23:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Daya saing seseorang akan meningkat seiring denga meningkatnya dua hal penting dalam dirinya: pertama, meningkatnya seluruh kualifikasi dari aspek-aspek kepribadiannya; kedua, bertambah bermutunya cara dia bekerja dalam hidupnya. Pada bagian terdahulu saya sudah mengulas tentang arah perubahan yang harus dicapai jika siapapun ingin melakukan perubahan pada aspek-aspek kepribadiannya. Pada bagian ini saya ingin menjelaskan bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Daya saing seseorang akan meningkat seiring denga meningkatnya dua hal penting dalam dirinya: pertama, meningkatnya seluruh kualifikasi dari aspek-aspek kepribadiannya; kedua, bertambah bermutunya cara dia bekerja dalam hidupnya.</p>
<p>Pada bagian terdahulu saya sudah mengulas tentang arah perubahan yang harus dicapai jika siapapun ingin melakukan perubahan pada aspek-aspek kepribadiannya.</p>
<p>Pada bagian ini saya ingin menjelaskan bagaimana caranya agar kita semakin memiliki daya saing, saat semua kualifikasi pada aspek-aspek kepribadian kita sudah menunjukkan perubahan yang sangat signifikan.</p>
<p>1. Bekerjalah dengan selalu memperlihatkan kualitas terbaik.</p>
<p>Keadaannya amat mengagumkan dan menakjubkan, jika kita mengarahkan pandangan kepada seluruh sistem yang bekerja mengatur alam semesta dan mengatur tubuh kita manusia. Ada keteraturan dan kerapian yang sempurna, ketepatan dan keakuratan fungsi, ketelitian yang tiada tara dan sebagainya. Itu semua jejak kerja Sang Maha Pencipta. Bila kita melihat itu semua, kita  akan  beribadah, bekerja, berkarya dan berjuang  dengan  memperlihatkan kualitas terbaik.</p>
<p>2. Biasakanlah diri anda berada dalam suasana persaingan yang positif dan konstruktif</p>
<p>Inilah kodrat dan kenyataan hidup: begitu semua orang menginginkan sesuatu yang besar dan agung dalam hidupnya maka mereka akan bekerja dengan amat sangat baiknya semaksimal kemapuan mereka. Nah dalam kondisi seperti ini  anda harus berani bersaing secara positif dan konstruktif, dan jangan menganggap orang yang bekerja sama baiknya dengan anda sebagai pesaing yang akan menghancurkan anda. Akan tetapi pahamilah bahwa persaingan adalah  perangsang bagi anda untuk mengeluarkan kemampuan kerja anda yang lebih baik lagi.</p>
<p><a href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/11/Competitive-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-454" title="Competitive-2" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/11/Competitive-2.jpg"/></a></p>
<p>3. Berusahalah untuk bisa menjadi yg terdepan.</p>
<p>Ikutilah naluri anda. Apa itu? Yaitu kodrat yang melekat dalam diri anda yang selalu mendorong anda untuk menjadi yang terdepan begitu anda tersaingi secara positif dan konstruktif</p>
<p>4. Perlengkapi diri anda dengan sebanyak mungkin pengetahuan dan keahlian.</p>
<p>Iman Syafii salah satu tokoh besar Islam memotivasi kita dengan kalimatnya yang terkenal: man arofa bu&#8217;das safari ista&#8217;adda (barang siapa yang mengetahui bahwa perjalanannya jauh dia akan menyiapkan bekal). Baik perjalanan di dunia ini untuk meraih sukses didalamnya, maupun perjalanan ke akhirat menuju Sang Maha Pembalas amal, semuanya membutuhkan bekal perjalanan sebanyak-banyaknya. Sadarilah selalu bahwa medan persaingan itu panjang, luas dan lama dalam kehidupan ini. Jika anda punya banyak bekal, stamina persaingan anda akan sangat bagus.</p>
<p>5. Tingkatkan produktifitas hidup anda</p>
<p>Betapapun bagusnya semua pencapaian perubahan kualifikasi kepribadian anda, serta betapapun bagusnya anda bekerja, akan tetapi jika produktifitas anda rendah, anda akan kalah bersaing. Produktifitas adalah jumlah hasil kerja  yang anda peroleh setelah anda memaksimalkan penggunaan sejumlah sumberdaya tertentu, baik berupa barang, jasa, orang-orang yang berhasil anda yakinkan serta yang berhasil anda pengaruhi, permintaan penggunaan terhadap barang dan jasa yang anda buat.</p>
<p>6. Asahlah diri anda dengan senantiasa belajar</p>
<p>Semakin lama anda akan semakin menghadapi situasi-situasi baru,  persoalan-persoalan baru, bahkan visi dan target-target baru. Anda hanya akan sanggup mengelola, menyelesaikan serta mewujudkan semua itu dengan terus-menerus memperlengkapi diri dengan beragam pengetahuan dan keahlian  sebanyak mungkin. Ini hanya akan tercapai jika anda punya tradisi belajar yang berkualitas.</p>
<p>7. Perbanyak jaringan kerja anda</p>
<p>Dunia yang sedang kita tempati sekarang adalah dunia jaringan. Konektornya adalah teknologi komunikasi dan informasi. Anda akan sangat jauh tertinggal dan kalah bersaing jika tidak memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membangun jaringan. Kebutuhan anda terhadap pasukan ilmu, pemikiran, ide, dan umpanbalik akan sangat-sangat terbantu dengan jaringan yang berhasil anda hangun. Bahkan apabila anda berhasil mencapai tingkat kepercayaan yang bagus dari orang-orang yang terkoneksi dengan anda, anda akan semakin mudah mencari dan mendapatkan dukungan finansial, serta sumber daya operasional lainnya.</p>
<p>8. Berkontribusilah</p>
<p>Semakin banyak anda berkontribusi pada kehidupan sesama, berarti anda semakin menciptakan penerimaan dihati manusia. Itu akan menambah kuatnya rasa butuh siapapun terhadap anda</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/ke-arah-mana-anda-harus-berubah.html" rel="bookmark" class="crp_title">Ke Arah Mana Anda Harus Berubah?</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/pemimpin-dan-perubahan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pemimpin dan Perubahan</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/bekerja-dengan-performa-puncak-1.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bekerja dengan Performa Puncak (1)</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/bagaimana-mencapai-hasil-hasil-lebih-besar-lagi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bagaimana Mencapai Hasil  Hasil Lebih Besar Lagi</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/berpikir-unggul-1.html" rel="bookmark" class="crp_title">Berpikir Unggul (1) : Berpikir Gambar Besar</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/perkuat-daya-saing-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makin sehat, makin semangat, makin taat! Okay Sobat?!!</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/makin-sehat-makin-semangat-makin-taat-okay-sobat.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/makin-sehat-makin-semangat-makin-taat-okay-sobat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 07:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[10 jari]]></category>
		<category><![CDATA[cara ketik]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[&#60;&#60;tulisan ini dipersembahkan oleh Eko Andi Suryo, sembari menyelesaikan kuliah S-3 di Brisbane &#8211; Australia&#62;&#62; &#160; Semakin sehat, semakin semangat, semakin taat! Okay Sobat?!! &#160; Beberapa hari yang lalu saya ikut seminar tentang Literature Review. Cukup ramai yang datang, beruntung saya dapat tempat duduk agak di depan.. biasalah mata yang sudah harus berkacamata ini kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;&lt;tulisan ini dipersembahkan oleh <a title="berteman yuk?" href="http://www.facebook.com/ekoandi" target="_blank">Eko Andi Suryo</a>, sembari menyelesaikan kuliah S-3 di Brisbane &#8211; Australia&gt;&gt;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Semakin sehat, semakin semangat, semakin taat! Okay Sobat?!!</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya ikut seminar tentang <em>Literature Review</em>. Cukup ramai yang datang, beruntung saya dapat tempat duduk agak di depan.. biasalah mata yang sudah harus berkacamata ini kadang tidak bisa diajak kompromi untuk melihat tulisan yang kecil-kecil.</p>
<p>Sobat, kali ini saya bukan hendak berbagi tentang teknik <em>Literature Review</em>, tapi saya ingin cerita tentang orang yang duduk disebelah saya. Pria ini biasa saja penampilannya, pakai kaos dan celana jeans. Usia mungkin sama dengan saya, atau bahkan lebih tua-an sedikit. Ia duduk sambil memangku sebuah <em>notebook</em> di pahanya. Nah, yang menarik adalah saat para peserta diminta untuk mencatat beberapa informasi (cukup banyak) yang ditampilkan pembicara di depan, semua orang sibuk mencatat. Saya berusaha menggunakan jurus mencatat cepat yang biasanya disebut tulisan cakar ayam he he he.. karena saking singkatnya waktu yang diberikan.</p>
<p>Setelah beberapa kalimat saya tulis, baru tersadar kalau pria disebelah saya ini tidak mencatat sama sekali. Ia masih saja mengoperasikan notebooknya. Penasaran saya kemudian melirik apa yang ia kerjakan, oooo, ternyata ia mencatat juga tapi dengan cara langsung mengetik di <em>notebook</em>. Wuih, cepat banget mengetiknya dan yang bikin saya heran lagi adalah tatapan matanya terus ke arah <em>slide projector </em>bukan ke <em>keyboard</em>. Pakai teknik 10 jari!</p>
<p><a href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/10/ketik-cepat-10-jari-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-431" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/10/ketik-cepat-10-jari-medium-300x202.jpg" alt="" width="300" height="202" /></a></p>
<p>Mulailah perhatianku terbagi antara mendengarkan pembicara dan mengamati apa yang dilakukan oleh pria di sebelahku ini. Setiap hal penting yang ia lihat dan dengar, langsung dicatat dengan cepat di <em>notebook</em>nya. <em>Wow, awesome</em>! Seandainya saya punya skill seperti itu, betapa banyak pekerjaan yang bisa saya selesaikan dengan lebih cepat.</p>
<p>Sobat sekalian, mungkin bagi orang lain peristiwa ini biasa-biasa saja, tapi bagi saya ini sangat mengesankan.  Karena dulu saya pernah belajar mengetik 10 jari, tapi entah mengapa tidak saya lanjutkan sebelum mahir.</p>
<p style="text-align: center">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Inilah yang MENARIK. Sobat, betapa sering pikiran penyesalan muncul saat kita bertemu dengan orang yang memiliki suatu benda atau kemampuan yang DULU pernah INGIN kita raih, tapi tak terwujud. Mulailah kita berandai-andai dengan diri kita, bahkan kadang mengutuk diri, “Aduh, rugi banget aku! Mengapa bisa jadi begini??” He he he, mungkin ini terlalu berlebihan tapi yakinlah hal ini sangat berharga untuk kita cermati.</p>
<p>Sebagaimana Anda dan orang-orang bijak yang lain yang lebih <em>action-oriented </em>saat bertemu dengan masalah, saya pun bertanya pada diri sendiri apa yang harus saya lakukan. “Jangan sampai menyesal dan mengalami kerugian kedua kalinya”, pikir saya.</p>
<p>“Hmm, mengapa aku dulu tidak meneruskan latihan mengetik 10 jari ya?”, pertanyaan ini terus meminta jawaban dan mulai mengganggu pikiran saya yang sedang berkonsentrasi mendengarkan presentasi.</p>
<p>&#8230; jangan-jangan ini ada kaitannya dengan motivasi diri&#8230;</p>
<p>&#8230; sudahlah <em>first think first</em>! Lalu aku lanjutkan mendengarkan presentasi&#8230;</p>
<p style="text-align: center">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Tadi pagi ketika saya bersih-bersih berkas yang berserakan di kamar, saya menemukan sebuah artikel yang saya copy dari internet. Sayang seribu sayang, artikel ini tanpa pengarang dan tanpa sumber.</p>
<p>Anyway, artikel ini isinya tentang <em>Self Motivation</em>. Lho, koq cocok? Saya sejak kemarin memang sedang berpikir ulang tentang motivasi. Hmm, saya teringat ternyata artikel ini bagus, langsung saja saya lipat dan masukkan ke saku. Singkat cerita, saya harus bergegas ke halte bus untuk segera naik bis 411 menuju ke city. Sesampai di halte, ternyata masih 15 menit lagi bis itu akan datang. Lumayanlah ada waktu untuk baca artikel tadi.</p>
<p>Sobat, ijinkan saya mengaitkan isi artikel ini dengan pengalaman saya di seminar kemarin ya, saat mengamati orang yang mengetik dengan teknik 10 jari.</p>
<p>Menurut penulis artikel<em> self motivation</em> ini, menjaga motivasi adalah suatu hal yang tidak mudah. Langkah-langkah kita menuju ke tujuan seringkali terganggu oleh pikiran negatif dan kekuatiran akan masa depan, sehingga kita menjadi ragu dan tertekan (ada kemiripan kayaknya ya&#8230; )</p>
<p>Salah satu cara mempertahankan motivasi yang penulis usulkan adalah dengan cara memahami bagaimana pikiran kita dapat mempengaruhi emosi. Kalau boleh sedikit menambahkan, dalam NLP ini biasa disebut <em>mind-body interlink</em>. Atau ada juga istilah yang lebih keren yang dipakai oleh Christine A. Padesky and Dennis Greenberger sebagai judul buku mereka, yaitu <em>Mind Over Mood</em>. Intinya begini, motivasi itu bisa dibangkitkan dengan cara mengubah pikiran kita.</p>
<p>Berbincang tentang pikiran, pertanyaan pertama yang sering muncul di pikiran kita bila menghadapi sebuah masalah adalah <em>“Why?”. </em>Bahkan, bentuk pertanyaan ini selalu menjadi pertanyaan favorit bagi orang yang menyesali sesuatu, contohnya:&#8230; “Mengapa dia, bukan aku?”.. atau “Mengapa jadi begini?” Atau “Mengapa dulu aku tidak melakukannya?&#8221; Atau, sila Anda lanjutkan sendiri ya <img src='http://trustcosurabaya.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mengapa kita kehilangan motivasi? Menurut si penulis penyebabnya ada 3, yaitu:</p>
<blockquote><p><em><strong>1. Lack of confidence &#8211; (If you don’t believe you can succeed, what is the point in trying?)</strong></em></p></blockquote>
<p><strong>“Lemahnya Kepercayaan Diri – Kalau Anda sendiri ndak yakin akan berhasil, ‘trus buat apa bersusah payah mencoba?”</strong></p>
<p>(Komentar saya):</p>
<p>Hmm, ada benarnya sih. Memang saat itu tidak mudah untuk belajar mengetik 10 jari ini. Butuh latihan yang berulang-ulang. Saking sulitnya, kadang <em>confidence </em>jadi drop. Mulailah datang pikiran-pikiran negatif, seperti ini, “ Ah, mungkin aku gak bakat”, atau “Kemampuanku pasti di bidang yang lain” atau “Keybordnya terlalu kecil maka sulit”. Terasa akrab di benak Anda<em>, </em>sobat?</p>
<blockquote><p><strong><em>2. Lack of focus &#8211; (If you don’t know what you want, do you really want anything?)</em></strong></p></blockquote>
<p><span style="color: #ffffff">&#8220;Rapuhnya Fokus Diri &#8211; Jika Anda taktahu apa persisnya yang Anda inginkan, masihkah Anda sungguh-sungguh menginginkan sesuatu?&#8221;<br />
</span><strong>“Rapuhnya Fokus Diri – Jika Anda taktahu apa persisnya yang Anda inginkan, masihkah Anda menginginkan sesuatu?”</strong></p>
<p>(Komentar lagi):</p>
<p>Ketika latihan mengetik 10 jari semakin sulit, selain <em>confidence</em> yang drop, pikiran ini mulai mencari-cari alasan pembenaran seperti ini: “Kayaknya harus istirahat dulu nih”, atau “ah, yang penting khan isinya ketikan bukan teknik mengetiknya”.. atau ..”Ngapain sih aku susah-susah kayak gini ya, khan ada yang lebih penting”. Lalu saya pun mulai bosan dan melakukan hal yang lain. Padahal sebelumnya saya memulai latihan mengetik ini untuk membantu proses penyelesaian thesis saya nantinya, tapi kayaknya saat itu sudah gak keingat lagi. Ada kemiripankah dengan Anda?</p>
<blockquote><p><strong><em>3. Lack of direction &#8211; (If you don’t know what to do, how can you be motivated to do it?)</em></strong></p></blockquote>
<p><strong>“Tiadanya Arah yang Jelas – Bila Anda takpaham hendak kerjakan apa, bagaimana bisa Anda tergerak mengerjakannya?”</strong></p>
<p>(Lagi-lagi komentar):</p>
<p>Semua latihan mengetik via internet sudah saya lakukan saat itu, kayaknya sih bisa, tapi giliran praktek langsung tetap saja masih kesulitan. Berarti butuh latihan lanjutan nih. Karena saya pakai free training online, maka latihan lanjut harus bayar. Walah, gak usah dulu deh. Latihan sendiri saja. Tapi bagaimana ya caranya? Nanti sajalah mikirnya… <img src='http://trustcosurabaya.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   (Akhirnya kelupaan deh!). Jujur saja, saat itu saya tidak tahu harus latihan mengetik yang bagaimana lagi.</p>
<p><a href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/10/api-hijau-kuning-merah.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-432" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/10/api-hijau-kuning-merah-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a></p>
<p>Sobat, selanjutnya si penulis berpendapat 3 penyebab tersebut bisa diatasi dengan cara melakukan <strong>kerja pikiran</strong> seperti berikut ini:</p>
<ol>
<li><em>Boost your confidence,</em> dengan cara me<strong>yakini</strong> bahwa <strong>kita adalah</strong> makhluk yang diciptakan dengan <strong>luar biasa</strong>.</li>
<li><em>Develop tangible goal,</em> dengan cara me<strong>rumuskan tujuan akhir</strong>, <strong>maupun tujuan antara</strong> untuk meraih impian kita.</li>
<li><em>Make actions plan</em>, dengan cara <strong>menyusun langkah-langkah tindakan konkrit menuju ke tujuan akhir</strong>. Masih ingat khan dengan pertanyaan, “Bagaimana cara makan Gajah yang besar?” Jawabnya: sesendok demi sesendok ! He he he</li>
</ol>
<p>Sobat, saya tidak tahu apakah Anda memiliki pengalaman yang mirip, tapi sebelum Anda turut mengikuti tips tersebut, ada hal yang saya yakini bahwa kunci sukses di bidang tertentu dapat dipakai untuk meraih sukses di bidang yang lain. Ini berarti tips-tips di atas, dapat saya pakai untuk meraih impian-impian saya yang lain, bukan?!</p>
<p>Mumpung masih ada waktu, mumpung masih sempat! Yuk tingkatkan motivasi!</p>
<p>Semakin sehat, semakin semangat, semakin taat! Okay Sobat?!!</p>
<p>Selamat Berkarya dan Bekerja untuk Indonesia!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wassalam,</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/ekoandi" target="_blank">Eko Andi Suryo</a></p>
<p>Brisbane, April 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/amazing-student-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Amazing Student</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/menerapkan-pengetahuan-menjadi-tindakan-bag-1.html" rel="bookmark" class="crp_title">Menerapkan Pengetahuan Menjadi Tindakan (bag. 1)</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/teman-anda-adalah-pemenang.html" rel="bookmark" class="crp_title">Teman, Anda Adalah Pemenang !</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/mendisiplinkan-kemenangan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Mendisiplinkan Kemenangan</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/bisnis-yang-meng-abadi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bisnis yang Meng-Abadi</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/makin-sehat-makin-semangat-makin-taat-okay-sobat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Kiat Taktis Kelola Waktu</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/7-kiat-taktis-kelola-waktu.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/7-kiat-taktis-kelola-waktu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 14:17:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[atur waktu]]></category>
		<category><![CDATA[batasi waktu]]></category>
		<category><![CDATA[catat]]></category>
		<category><![CDATA[rencana kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang sudah Anda baca di artikel sebelumnya, pasti saat ini Anda telah bersedia untuk menjauhkan diri dari 10 penyebab terciptanya hari yang tidak produktif. Tapi, apakah itu sudah cukup? Untuk menjadikan waktu kita lebih produktif, mari sediakan waktu untuk membaca dan menerapkan tulisan singkat tapi padat di bawah ini. &#160; Tujuh aturan dasar dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah Anda <a href="http://trustcosurabaya.com/10-perampok-produktivitas.html" target="_blank">baca</a> di artikel sebelumnya, pasti saat ini Anda telah bersedia untuk menjauhkan diri dari 10 penyebab terciptanya hari yang tidak produktif.</p>
<p>Tapi, apakah itu sudah cukup? Untuk menjadikan waktu kita lebih produktif, mari sediakan waktu untuk membaca dan menerapkan tulisan singkat tapi padat di bawah ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tujuh aturan dasar dalam merencanakan hari:</strong></p>
<p><strong>1. Mencatat.</strong></p>
<p>Catat seluruh aktivitas, tugas-tugas, janji-janji ke dalam perencanaan waktu Anda. Segera! Ini juga berlaku untuk tugas-tugas rutin dan yang terlihat sepele.</p>
<p><strong>2. Rencanakan hari kerja Anda, malam hari sebelumnya.</strong></p>
<p>Kiat taktis ini memudahkan kesadaran Anda untuk memasukkan kekuatan pribadi bekerja tanpa sadar, ketika Anda sedang tertidur. Selain itu, Anda pun terhindar dari tidur dengan ketakutan karena ketidaktahuan mengenai apa yang akan Anda hadapi di esok hari.</p>
<p><strong>3. Aturlah waktu dan batasi.</strong></p>
<p>Saat menggunakan uang, secara alami Anda akan berhati-hati dan penuh perhitungan dalam memaksimalkan penggunaannya. Mengapa tidak, terapkan hal yang sama dengan waktu Anda? Bukankah waktu jauuh lebih berharga daripada uang?</p>
<p>Hampir semua tugas berpeluang besar menyita sejumlah perhatian yang takterbatas. Inilah sebabnya, mengapa sangat penting mengatur batas waktu untuk setiap aktivitas. Wow, Anda pun masih ingat bahwa batas waktu kita buat bukannya untuk mengakhiri, melainkan untuk memulai aktivitas baru lainnya.</p>
<p><strong>4. Jangan rencanakan hari Anda di saat-saat terakhir.</strong></p>
<p>Sebuah jadwal harian realistis haruslah memasukkan apa-apa yang ingin Anda selesaikan. Tapi pastikan bahwa itu hanya berisikan hal-hal yang benar-benar mungkin dilakukan. Jangan pernah anggap remeh, banyaknya alokasi waktu yang akan terbuang untuk melakukan berbagai jenis aktivitas Anda. Seiring berjalannya waktu, pengalaman akan mempermudah Anda untuk segera putuskan, aktivitas apa yang dapat –dan yang tidak dapat– Anda rencanakan dengan realistis, ataupun Anda selesaikan pada waktu kerja.</p>
<p><strong>5. Gabungkan tugas-tugas yang saling berkaitan ke dalam satu waktu yang sudah Anda sediakan.</strong></p>
<p>Dengan menyediakan waktu Anda, Anda telah menyediakan hari Anda sebuah struktur perkiraan. Tapi, janganlah jadi budak dari jadwal Anda! Kerjakanlah aktivitas Anda dengan penuh kesadaran sembari pergunakan fleksibilitas Anda.</p>
<p><strong>6. Fokuslah dengan prioritas Anda.</strong></p>
<p>Selalu biasakan diri Anda dengan apa yang paling penting, bukan dengan apa yang paling mendesak! Tanyakan ke diri Anda, lagi dan lagi: “Apakah ini benar-benar penting? Apakah ini dapat membantu memenuhi cita-cita saya? Apa yang akan terjadi jika saya tidak melakukannya?”</p>
<p><strong>7. Berkonsentrasilah kepada hal-hal positif.</strong></p>
<p>Ingatkanlah diri Anda untuk senantiasa menyertakan keceriaan, kegembiraan, dan kesyukuran di setiap harinya. Sediakan waktu, untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Jaga kelenturan jiwa Anda dengan kesyukuran, dengan mewujudkan dalam aktivitas-aktivitas sosial yang membahagiakan.</p>
<p>Jika Anda merasa hidup terasa penuh, seperti kekurangan waktu, atau merasa kehilangan keseimbangan dalam hidup, periksa kembali, mungkin Anda mengambil porsi terlalu banyak untuk apa yang Anda anggap sebagai peran utama dalam hidup: kerja, serius, dan konsentrasi. Sepertinya Anda terlalu memaksakan diri sesibuk mungkin hingga lupa melihat bahwa hidup kita pun membutuhkan spontanitas-dan-kejutan kecil, sederhana, tetapi menyenangkan. Semisal: bermain, santai, dan riang gembira.</p>
<p>Anda pasti berhasil dalam jangka panjang, ketika Anda mampu menyeimbangkan kewajiban Anda dalam pekerjaan dengan berbagai aktivitas di luar peran Anda di pekerjaan.</p>
<p>Oh iya, sudahkah Anda benar-benar puas dengan produktivitas dari berbagai peran Anda saat ini?</p>
<p>Jika Anda menjawab &#8220;tidak&#8221; atas pertanyaan di atas, maka workshop yang tertera pada poster berikut ini, adalah yang Anda butuhkan.</p>
<p>Tertarik? KLIK pada gambar untuk lihat detailnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/10/poster-spirit_02.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-415" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/10/poster-spirit_02-300x212.jpg" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/10-perampok-produktivitas.html" rel="bookmark" class="crp_title">10 Perampok Produktivitas</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/apakah-anda-jadi-pelaku-keinginan-pribadi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Anda Pelaku Keinginan Pribadi?</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/kiat-mengatasi-penyakit-suka-menunda.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Mengatasi Penyakit Suka Menunda</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/memprediksi-sukses.html" rel="bookmark" class="crp_title">Memprediksi Sukses</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/bisnis-yang-meng-abadi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bisnis yang Meng-Abadi</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/7-kiat-taktis-kelola-waktu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Perampok Produktivitas</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/10-perampok-produktivitas.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/10-perampok-produktivitas.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 13:57:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[boros waktu]]></category>
		<category><![CDATA[kewalahan]]></category>
		<category><![CDATA[pencuri waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Saat melihat hari-hari kerja normal kita, banyak dari kita perlu mengakui bahwa kita merasa kewalahan. Meskipun kita sampai bekerja keras hingga lembur yang tiada habisnya, tapi sayang di malam harinya kita merasa hari itu kita belum produktif sama sekali. Kita merasa telah bekerja keras, tapi faktanya kita tidak pernah sungguh-sungguh mengelola dan menggunakan waktu kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat melihat hari-hari kerja normal kita, banyak dari kita perlu mengakui bahwa kita merasa kewalahan. Meskipun kita sampai bekerja keras hingga lembur yang tiada habisnya, tapi sayang di malam harinya kita merasa hari itu kita belum produktif sama sekali.</p>
<p>Kita merasa telah bekerja keras, tapi faktanya kita tidak pernah sungguh-sungguh mengelola dan menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang benar-benar kita butuhkan. Kadang ada saja, beberapa acara takterduga yang menyita konsentrasi dan waktu kita. Dan bukankah kita sadari,  inilah salah satu penyebab hari-hari yang tidak produktif?</p>
<p><strong>Berikut ini, 10 tipe kesalahan umum dalam pengelolaan dan penggunaan waktu.</strong></p>
<p>1. Mencoba melakukan terlalu banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan.</p>
<p>2. Tidak mengatur prioritas-prioritas yang jelas.</p>
<p>3. Menyisakan waktu terlalu sedikit untuk untuk hal-hal yang takterduga.</p>
<p>4. Lupa menjadwalkan istirahat singkat.</p>
<p>5. Meja kerja yang berantakan, hingga mempersulit penyelesaian kerjaan.</p>
<p>6. Terlalu sedikitnya waktu untuk menelpon, chatting, rapat, dan membuat catatan singkat harian.</p>
<p>7. Menunda-nunda pekerjaan yang tidak menyenangkan, padahal penting!</p>
<p>8. Tidak pernah mengatakan “TIDAK!”.</p>
<p>9. Berusaha melakukan segala sesuatunya dengan sempurna.</p>
<p>10. Kurangnya disiplin diri sendiri.</p>
<p>Anda merasa familiar dengan fenomena di atas? Kadang, saya pun mengalaminya. Tapi, sesungguhnya kitalah pribadi pertama yang mampu menentukan apa yang akan kita lakukan dengan waktu kita. Semakin baik kita merencanakan dan mengorganisir hari kita, semakin mampulah kita lebih dekat meraih harapan kita.</p>
<p>Karenanya sejak saat ini, buatlah keputusan bahwa kita hanya akan berfokus pada hal-hal yang penting, dan menjauhkan diri dari penghabisan waktu untuk perkara-perkara kecil yang sepele.</p>
<p>Di tulisan berikutnya, kita akan membaca cara sederhana dalam mengelola waktu harian kita, untuk tercapainya hidup produktif dan seimbang dalam berbagai peran hidup kita.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/7-kiat-taktis-kelola-waktu.html" rel="bookmark" class="crp_title">7 Kiat Taktis Kelola Waktu</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/memprediksi-sukses.html" rel="bookmark" class="crp_title">Memprediksi Sukses</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/8-tips-kembali-produktif-pasca-ramadhan-mudik-lebaran.html" rel="bookmark" class="crp_title">8 Tips Kembali Produktif Pasca Ramadhan &#038; Mudik Lebaran</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/aturlah-kesibukan-anda-agar-produktif.html" rel="bookmark" class="crp_title">Aturlah Kesibukan Anda Agar Produktif</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/kiat-mengatasi-penyakit-suka-menunda.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Mengatasi Penyakit Suka Menunda</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/10-perampok-produktivitas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajarlah, lalu Berubahlah</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/belajarlah-lalu-berubahlah.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/belajarlah-lalu-berubahlah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 02:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Harus diakui bahwa sejarah telah mengungkapkan bahwa salah satu fakta penting dari penggerak inti perubahan adalah tradisi belajar. Jadi jika Anda berniat berubah menjadi maju dalam berbagai bidang kehidupan maka kembangkanlah tradisi belajar yang lebih intensif dan lebih berkualitas. Bagi Anda belajar akan memberi dampak sebagai berikut: Pertama: Meningkatkan kesadaran Anda tentang diri dan hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harus diakui bahwa sejarah telah mengungkapkan bahwa salah satu fakta penting dari penggerak inti perubahan adalah tradisi belajar. Jadi jika Anda berniat berubah menjadi maju dalam berbagai bidang kehidupan maka kembangkanlah tradisi belajar yang lebih intensif dan lebih berkualitas. Bagi Anda belajar akan memberi dampak sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pertama: Meningkatkan kesadaran Anda tentang diri dan hidup</strong></p>
<p>Belajar memungkinkan Anda untuk melihat, mendengar dan membaca lebih banyak hal tentang siapa diri Anda dan tentang kehidupan yang sedang Anda jalani. Anda akan bertemu dengan banyak hasil penelitian yang mengungkap tentang berbagai persoalan di seputar perkembangan manusia baik secara fisiologis, psikologis dan sosiologis. Anda akan semakin memahami tentang peta kehidupan ini. Jika Anda rajin membuka website pengembangan diri, maka Anda akan tahu seluk beluk bagaimana cara-cara lebih praktis untuk mengembangkan hidup.</p>
<p><strong>Kedua: Meningkatkan rasa percaya diri Anda</strong></p>
<p>Anda mungkin sama seperti sejumlah orang yang hendak berpindah profesi atau banting setir pekerjaan, yang dirasuki rasa grogi dan khawatir apakah bisa Anda berubah dari keadaan sekarang. Itu tanda tidak percaya diri. Tetapi jika Anda segera mengembangkan kebiasaan baru dalam hidup Anda berupa belajar, maka pelan tapi pasti Anda mulai dapat menghimpun beragam informasi, pengetahuan, tip-tip pengembangan diri serta sejumlah kiat-kiat pengembangan kepribadian. Secara perlahan dan bertahap Anda akan semakin memiliki rasa percaya pada kemampuan Anda.</p>
<p><strong>Ketiga: Membuat Anda lebih mandiri dalam berpikir</strong></p>
<p>Begitu Anda mulai dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri Anda karena Anda belajar, maka semakin kuranglah ketergantungan Anda pada orang lain. Dan dengan begitu Anda akan semakin mandiri dalam berpikir untuk kepentingan memahami, memecahkan masalah dan mengeksekusi jalan keluar yang Anda temukan. Semakin Anda belajar, semakin Anda percaya diri dan semakin Anda mandiri dalam berpikir.</p>
<p><strong>Keempat: Meningkatkan kualitas keputusan yang Anda ambil</strong></p>
<p>Tidak ada yang manusia yang tidak menghadapi masalah. Jika setiap dihadapkan pada masalah Anda selalu melipatgandakan tradisi belajar secara lebih intensif dan lebih berkualitas, Anda akan lebih bagus dalam memahami, menganalisa dan mengambil keputusan pemecahan masalah yang Anda hadapi.</p>
<p><strong>Kelima: Mengantar Anda semakin layak bekerja dibanyak bidang</strong></p>
<p>Jika Anda tidak punya ilmu dan keahlian Anda tidak bisa melakukan pekerjaan yang paling sederhana sekalipun. Sekarang ini berbagai pekerjaan yang selalu ditawarkan pada setiap pelamar kerja selalu membutuhkan pengetahuan, keterampilan, mental dan pengalaman bekerja selama periode waktu tertentu. Anda akan bisa bekerja di banyak profesi dan bidang, atau Anda akan bisa melakukan berbagai jenis pekerjaan, hanya jika Anda selalu belajar.</p>
<p><strong>Keenam: Membuat Anda bisa menerima tanggung jawab yang lebih besar.</strong></p>
<p>Dalam seluruh tahap kehidupan Anda, Anda biasanya diberi tanggung jawab sesuai dengan meningkatkanya kapasitas diri Anda. Nah karena belajar adalah media untuk meningkatkan kapasitas spiritual, kapasitas emosional, kapasitas intelektual dan kapasitas skill operasional, maka biasanya Anda dapat menerima tanggung jawab yang lebih besar lagi.</p>
<p><strong>Ketujuh: Anda bisa semakin baik dalam melayani</strong></p>
<p>Belajar memungkinkan Anda dapat menguasai sekian banyak pengetahuan, keterampilan dan keahlian. Anda juga akan dapat memahami berbagai tipe dan kepribadian orang yang berada di bawah tanggung jawab Anda. Sebagaimana juga Anda akan dapat mengerti bagaimana memperlakukan mereka dengan segenap kemampuan layanan Anda.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/ke-arah-mana-anda-harus-berubah.html" rel="bookmark" class="crp_title">Ke Arah Mana Anda Harus Berubah?</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/berpikir-unggul-3-berpikir-faktual.html" rel="bookmark" class="crp_title">Berpikir Unggul (3) : Berpikir Faktual</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/mengukur-tingkat-percaya-diri-dan-menelusuri-sumbernya.html" rel="bookmark" class="crp_title">Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Menelusuri Sumbernya</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/up-grade-lah-diri-anda-walaupun-sibuk.html" rel="bookmark" class="crp_title">Up Grade lah Diri Anda Walaupun Sibuk</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/bagaimana-mencapai-hasil-hasil-lebih-besar-lagi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bagaimana Mencapai Hasil  Hasil Lebih Besar Lagi</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/belajarlah-lalu-berubahlah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Anda Masih Juga Tidak Segera Berubah?</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/mengapa-anda-masih-juga-tidak-segera-berubah.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/mengapa-anda-masih-juga-tidak-segera-berubah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 13:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Saya tertarik membuat tulisan ini setelah terinspirasi oleh riset yang dilakukan oleh JAGDISH N. SHETH tentang kebiasaan destruktif yang telah menghancurkan perusahaan-perusahaan besar yang mencapai kemapanan. Dari tujuh kebiasaan yang ditemukan JAGDISH N. SHETH, yang kemudian ditulisnya dalam buku berjudul THE SELF DESTRUCTIVE HABITS OF GOOD COMPANIES, saya menilai ada empat kebiasaan yang cocok untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tertarik membuat tulisan ini setelah terinspirasi oleh riset yang dilakukan oleh JAGDISH N. SHETH tentang kebiasaan destruktif yang telah menghancurkan perusahaan-perusahaan besar yang mencapai kemapanan.</p>
<p>Dari tujuh kebiasaan yang ditemukan JAGDISH N. SHETH, yang kemudian ditulisnya dalam buku berjudul THE SELF DESTRUCTIVE HABITS OF GOOD COMPANIES, saya menilai ada empat kebiasaan yang cocok untuk menjelaskan kenapa banyak orang di antara kita tidak segera melakukan perubahan dalam hidupnya terutama dalam persoalan ekonomi pada saat tanggungan di keluarganya semakin berat.</p>
<p>Keempat kebiasaan destruktif yang saya maksud  adalah:</p>
<p><em>Pertama           : pengingkaran terhadap realitas yang sudah jauh berubah</p>
<p>Kedua              : arogan, enggan menerima umpan balik</p>
<p>Ketiga              : sikap puas diri</p>
<p>Keempat         : tidak menyadari adanya persaingan<br />
</em></p>
<p><img src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/10/change_yourself.png" alt="" title="change_yourself" width="500" height="394" class="alignnone size-full wp-image-396" /></p>
<p>Mari kita analisa satu persatu</p>
<p><strong>1. Pengingkaran terhadap realitas</strong></p>
<p>Orang-orang di sekitar kita yang tetap saja tidak mau melakukan perubahan dalam kehidupan ekonominya umumnya mengingkari kenyataan lingkungan kerjanya yang sudah jauh berubah. Mereka bisa saja menyadari atau tidak menyadari adanya perubahan itu. Tiba-tiba mereka merasa jauh tertinggal oleh orang-orang di sekitarnya, lalu mereka menyerah dengan keadaan itu.</p>
<p><strong>2. Tidak mau menerima umpan balik</strong><br />
Secara filosofis sering dikatakan, kita diberi dua telinga oleh Tuhan dan hanya dianugerahi satu mulut dengan tujuan agar kita lebih sering membuka diri dengan cara menerima nasehat, umpan balik, saran dan kritik membangun daripada mengkritik, menyalahkan, menggurui dan sebagainya.</p>
<p>Sederhana saja alasannya. Otak kita hanya satu. Jadi pemahaman terhadap realitas kehidupan tidak akan selengkap pemahaman dan pengertian orang lain, yang memang mereka jauh lebih banyak.</p>
<p>Jadi ketika sejumlah orang tidak mau berubah, ini lebih disebabkan ketidakpahaman bahwa umpan balik, saran dan kritik sejumlah orang jauh lebih menguntungkan dari sekedar pemahaman dan persepsi dir kita sendiri terhadap berbagai problem.</p>
<p><strong>3. Sikap puas diri</strong></p>
<p>Sikap ini membuat sejumlah orang merasa sudah cukup dengan apa yang sudah dicapai. Sikap ini menciptakan rasa tidak perlu lagi berubah, karena semua yang dibutuhkan sudah tersedia.</p>
<p><strong>4. Tidak menyadari adanya persaingan</strong></p>
<p>Kompetensi, persaingan, adu hebat, cepat-cepatan atau apapun istilahnya menciptakan rangsangan kesadaran untuk memenangkan kompetensi atau persaingan itu. Sebaliknya kehidupan yang berjalan datar-datar saja, tanpa ada persaingan membuat banyak orang tidak terdorong dan tidak tertantang melakukan sesuatu dengan cara terbaik dan paling baik dalam hidupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/harmoni-antara-visi-kerja-keras-dan-kepasrahan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Harmoni Antara Visi , Kerja Keras dan Kepasrahan</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/hanya-jika-berkontribusi-anda-akan-lebih-berarti.html" rel="bookmark" class="crp_title">Hanya Jika Berkontribusi Anda akan Lebih Berarti</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/pemimpin-dan-perubahan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pemimpin dan Perubahan</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/berpikir-unggul-1.html" rel="bookmark" class="crp_title">Berpikir Unggul (1) : Berpikir Gambar Besar</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/perkuat-daya-saing-anda.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perkuat Daya Saing Anda</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/mengapa-anda-masih-juga-tidak-segera-berubah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis yang Meng-Abadi</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/bisnis-yang-meng-abadi.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/bisnis-yang-meng-abadi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 23:26:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[layanan prima]]></category>
		<category><![CDATA[menjual]]></category>
		<category><![CDATA[service excellent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Saat melatih sejumlah mahasiswa fakultas bisnis jelang kelulusan mereka, saya bertanya “Berapa banyak dari Anda yang tertarik mengembangkan karier di bidang penjualan?”. Seperti dugaan, tangan yang mengacung hanya sedikit sekali. Tapi, ketika saya tanyakan, “Berapa banyak dari Anda yang mempelajari bisnis karena ingin dapatkan banyak uang?”, maka hampir dapat dipastikan semua tangan teracung. Anehnya, mengapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat melatih sejumlah mahasiswa fakultas bisnis jelang kelulusan mereka, saya bertanya “Berapa banyak dari Anda yang tertarik mengembangkan karier di bidang penjualan?”. Seperti dugaan, tangan yang mengacung hanya sedikit sekali. Tapi, ketika saya tanyakan, “Berapa banyak dari Anda yang mempelajari bisnis karena ingin dapatkan banyak uang?”, maka hampir dapat dipastikan semua tangan teracung.</p>
<p>Anehnya, mengapa begitu banyak orang yang ingin dapat banyak uang, tapi sedikit dari mereka yang bersedia menekuni pekerjaan yang memberi imbalan tinggi ini? Jawabannya mudah saja. Karena mereka mengganggap menjual itu sebagai kegiatan yang manipulatif, tidak nyaman, dan suka memaksakan diri. Sedikit dari kita yang menikmati pekerjaan menjual, karena kita merasa terpaksa menjejalkan suatu produk atau pelayanan kepada orang lain yang tidak menginginkan atau membutuhkannya.</p>
<p>Tapi, hebatnya, setiap orang pasti akan menyukai pekerjaan yang satu ini. Pekerjaan membantu orang lain dalam mendapatkan yang terbaik atas apa yang ia senangi atau ia perlukan. Dan, Anda tahu, inilah hakikat sejati dari bisnis yang lebih dari sekedar menjual. Seperti perkataan Peter Drucker, Sang Maestro Manajemen, bahwa tujuan bisnis ialah mendapatkan dan mempertahankan pelanggan.</p>
<p><a href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/10/business-chart-profit.jpg"><img class="size-full wp-image-384 alignleft" style="border-style: initial;border-color: initial" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2011/10/business-chart-profit.jpg" alt="" width="240" height="160" /></a></p>
<p>Dari pemaknaan itulah, ketimbang kita merisaukan produk apa yang Anda buat, atau Anda jual, atau apa yang Anda lakukan dalam memenuhi nafkah setiap hari; bagaimana jika kita bergeser untuk menjadikan pola pikir melayani pelanggan sebagai mata uang yang tentu berlaku di belahan dunia mana saja.</p>
<p>Oh, Anda bertanya-tanya, bagaimana caranya?</p>
<p>Sederhana sekali. Setiap hari, kita perlu gunakan energi-konsentrasi-dan-waktu kita, untuk dua point utama berikut ini.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<blockquote><p><strong><em>1. Pusatkan perhatian atas apa yang disenangi dan diperlukan pelanggan. Bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat pelanggan senang.</em></strong></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Prinsip penting ini berlaku bagi siapa saja yang bekerja. Bahkan, jika pun pekerjaan Anda tidak berhadapan langsung dengan pelanggan, misal: pekerja di gudang, peneliti di laboratorium. Karena pada dasarnya, pelanggan yang setialah yang membayar gaji Anda.<br />
Sehingga, segala sesuatu yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas produk, <em>delivery system</em>, dan budaya pelayanan perusahaan, PASTI akan memberi manfaat bagi kehidupan Anda saat ini dan di masa depan.</p>
<p>Saya jadi teringat pesan seseorang, agar melupakan penjualan dan pusatkan perhatian dalam menyajikan pelayanan keren. Beliau latihkan, “Jika setiap pagi Anda mulai dengan berkata dalam hati, “Saya ingin menolong orang sebanyak mungkin hari ini”, daripada “Saya ingin membuat sebanyak mungkin penjualan hari ini”, maka Anda akan dapati diri sendiri merasakan keterbukaan dan kedekatan yang lebih baik ketika berjumpa pelanggan. Anda tahu, inilah yang pelanggan inginkan, dan sekaligus memudahkan Anda membuat lebih banyak penjualan.</p>
<blockquote><p>Rasulullah SAW bersabda: “<em>Barang siapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.</em>“(HR. Ahmad)</p></blockquote>
<p>Seseorang yang berangkat dari kesadaran penuh untuk menolong sesama agar memperoleh hidup yang lebih baik baik, lebih bahagia, dan lebih mudah, berarti sedang menjalankan kewirausahaan yang paripurna.</p>
<p>Dan seperti yang dapat Anda duga, sulit bagi kita untuk menolak seseorang yang dengan tulus ingin menolong kita. Inilah sebabnya, saya selalu mendesain workshop yang saja latihkan berkesesuaian dengan <a title="pelanggan membuktikan" href="http://riopurboyo.com/boleh-kubantu/testimoni" target="_blank">harapan dan keinginan pelanggan</a>. Pasti, kita akan mendapat manfaat sangat besar dari menjawab pertanyaan ini, “Bagaimana caranya agar saya dapat menolong sesama dengan lebih baik lagi?”</p>
<p>Selaras dengan hukum tanam-panen, dalam hidup ini kita memperoleh dari apa yang kita jariyahkan. Cepat atau lambat, harta-tahta-kata-cinta yang Anda peroleh pasti sebanding dengan pelayanan yang telah Anda berikan.</p>
<blockquote><p><em><strong>2. Jadikan keGIATan menolong pelanggan sebagai prioritas utama dalam setiap pekerjaan.</strong></em></p></blockquote>
<p>Tujuan bisnis ialah menciptakan dan merawat pelanggan. Untuk permudah supaya prinsip ini lebih melekat dalam sanubari Anda, biasakan di pagi hari untuk bertanya, “Bagaimanakah cara supaya saya bisa memberi bantuan yang sangat berarti bagi pelanggan?”</p>
<p>Segera setelah ajukan pertanyaan itu, selalulah sediakan buku catatan, dan setiap kali gagasan melintas di pikiran Anda, bertekadlah untuk mencatatnya. Saya membiasakan diri untuk mengikat beraneka ide dengan gunakan gadget pribadi. Hebatnya, ini akan bantu Anda untuk bergegas mewujudkannya. Akan sangat berdampak kuat, ketika kiat taktis ini Anda bagikan ke teman dekat Anda, baik rekan sekantor atau pun pelanggan Anda. Tanyakan respon mereka, jadikan sebagai umpan balik untuk perbaikan.</p>
<p>Tanpa saya duga sebelumnya, kali ini saya benar-benar menyadari betapa dua prinsip di atas, telah menolong saya dalam membantu pelanggan <a title="inikah yang terbaik buat Anda?" href="http://riopurboyo.com/boleh-kubantu/layanan-utama-pilihan" target="_blank">mendapatkan yang terbaik</a>. Takterasa, 2 tahun telah berlalu sejak saya praktekkan dua prinsip di atas. Jika Anda bersedia, Anda pun dapat melihat betapa <a href="http://riopurboyo.com/boleh-kubantu/testimoni" target="_blank">besar manfaatnya</a>.</p>
<p>Semoga berguna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://trustcosurabaya.com/pertanyaan-cerdas-untuk-hidup-yang-lebih-baik.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pertanyaan Cerdas untuk Hidup yang Lebih Baik</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/7-kiat-taktis-kelola-waktu.html" rel="bookmark" class="crp_title">7 Kiat Taktis Kelola Waktu</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/apakah-anda-jadi-pelaku-keinginan-pribadi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Anda Pelaku Keinginan Pribadi?</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/kiat-berbusana-ala-profesional-untuk-pria.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Berbusana ala Profesional untuk Pria</a></li><li><a href="http://trustcosurabaya.com/mendisiplinkan-kemenangan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Mendisiplinkan Kemenangan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/bisnis-yang-meng-abadi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

