<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Trustco Surabaya</title>
	<atom:link href="http://trustcosurabaya.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://trustcosurabaya.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 03:42:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>PASARKANLAH DIRI ANDA !</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/pasarkanlah-diri-anda-2.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/pasarkanlah-diri-anda-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 03:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Manajemen Karir]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[ 



Jika ingin sukses , anda tidak cukup menjadi seorang yang ahli , anda perlu menjadi orang yang dikenal 
Jika ukuran sukses adalah hal hal berikut :banyaknya orang yang tahu bahwa anda memiliki barang , kemampuan atau keahlian  , banyaknya orang yang mau memakai barang dan kemampuan atau keahlian anda , serta banyaknya uang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><em>Jika ingin sukses , anda tidak cukup menjadi seorang yang ahli , anda perlu menjadi orang yang dikenal </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Jika ukuran sukses adalah hal hal berikut :banyaknya orang yang tahu bahwa anda memiliki barang , kemampuan atau<span> </span>keahlian <span> </span>, banyaknya orang yang mau memakai barang dan kemampuan atau keahlian anda , serta banyaknya<span> </span>uang yang anda dapatkan dari pembayaran orang kepada anda , maka anda terebih dahulu harus bisa membuat dikenal oleh banyak orang .Itu tentu saja menuntut anda memasarkan apa yag anda miliki ( barang , ilmu , keahlian dan keterampilan ) agar dikenal oleh banyak orang .Akan tetapi anda disini harus teliti , kepada siapa saja anda akan memasarkan diri anda .Sebab barang , ilmu , kehalian dan keterampilan yang anda miliki tidak akan pernah dibutuhkan oleh semua orang , semua kelompok<span> </span>masyarakat dengan beragam latar belakang budaya , pendidikan dan karakternya.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span><span id="more-281"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Jadi anda harus menentukan siapa siapa yang anda yakini akan memakai barang , ilmu , keaHlian dan keterampilan yang<span> </span>anda miliki .Setelah itu anda harus menjadwal aktivitas pemasaran diri anda tersebut .Dan ikatlah hari hari anda dengan jadwal tersebut sehingga anda bisa menapaki tangga keberhasilan yang lebih tinggi karena anda semakin dikenal oleh banyak orang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Saya punya pengalaman menarik soal ini .Sampai tahun ke 6 saya menjadi trainer , saya kesulitan untuk mendapatkan permintaan training dari berbagai pihak.Saya kemudian menyadari bahwa saya kurang memasarkan diri saya. Lalu saya juga menyadari : dengan media apa saya harus memasarkan diri ? Saya putuskan untuk menulis buku dan membuat websiite.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Dari tahun 2008 sampai tahun 2009<span> </span>Alhamdulillah saya berhasil menulis 4 buku , tetapi yang sudah saya terbitkan 3 .Dengan ketiga buku itu saya lebih percaya diri dan akhirnya lebih intensif memasarkan diri saya dan lembaga saya . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: " lang="SV">Hasilnya memang segera kelihatan .Permintaan training kemudian datang lebih banyak .</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/pasarkanlah-diri-anda-2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buatlah Rencana Menuju  Tujuan  Sasaran Hidup Anda</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/buatlah-rencana-menuju-tujuan-sasaran-hidup-anda.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/buatlah-rencana-menuju-tujuan-sasaran-hidup-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 22:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[Manajemen Karir]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Rencana Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[ 
Anda hanya bisa mencapai tujuan dan sasaran hidup Anda setapak demi setapak, tidak bisa seketika. Oleh karenanya Anda butuh menghimpun sukses juga setapak demi setapak. Disinilah Anda amat membutuhkan rencana dalam hidup Anda. Sebab rencana itu akan memandu Anda melakukan tindakan demi tindakan yang akan menghasilkan sukses-sukses kecil sebelum pada akhirnya sukses-sukses kecil itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><strong></strong>Anda hanya bisa mencapai tujuan dan sasaran hidup Anda setapak demi setapak, tidak bisa seketika. Oleh karenanya Anda butuh menghimpun sukses juga setapak demi setapak. Disinilah Anda amat membutuhkan rencana dalam hidup Anda. Sebab rencana itu akan memandu Anda melakukan tindakan demi tindakan yang akan menghasilkan sukses-sukses kecil sebelum pada akhirnya sukses-sukses kecil itu terakumulasi menjadi satu berupa sukses besar Anda. Jadi rencana hidup itu begitu penting bagi Anda, oleh karenanya hidup dengan rencana adalah pilihan yang memberi peluang sukses daripada Anda hidup tanpa rencana.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Saya juga semakin menyadari betapa pentingnya rencana hidup seiring dengan bertambahnya usia saya. Usia saya pada tahun 2010 ini Alhamdulillah genap 41 tahun. Dan sepanjang tahun-tahun yang saya lalui sejak 19 tahun yang lalu ketika pertama kali saya berkeluarga, saya merasakan sebuah dampak efesensi ,efektifitas dan produktifitas  hidup dari rencana hidup yang pernah saya buat. Walaupun rencana hidup saya waktu itu jauh dari standar ideal yang dianjurkan banyak pakar pengembangan diri.</em><span id="more-277"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Rencana hidup itu akan membuat Anda bertindak efektif. Artinya Anda hanya akan melakukan tindakan-tindakan kehidupan yang semakin mendekatkan anda kepada sasaran atau tujuan hidup Anda. Lain dari tindakan itu Anda tidak akan mau melakukannya.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Rencana hidup itu juga akan meningkatkan efesiensi hidup Anda. Anda akan melakukan tindakan-tindakan hidup Anda yang semakin mendekatkan Anda pada tujuan hidup Anda itu, dengan sangat memperhatikan <span style="text-decoration: underline;">kehematan</span></em> penggunaan sumber daya, sebab pemborosan sumber daya akan membuat Anda sadar bahwa rencana hidup Anda akan lebih lama tercapai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Dan tentu saja begitu Anda bertindak lebih efektif dan lebih efisien dengan dituntun rencana hidup Anda itu, Anda akan mengalami peningkatan produktivitas harian dan pencapaian sukses hidup Anda tinggal menunggu waktu saja. </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/buatlah-rencana-menuju-tujuan-sasaran-hidup-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tentukan Tujuan dan Sasaran Utama Hidup Anda !</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/tentukan-tujuan-dan-sasaran-utama-hidup-anda.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/tentukan-tujuan-dan-sasaran-utama-hidup-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 10:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Tujuan Dan Sasaran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Coba ingat-ingat saat Anda naik sepeda motor atau ketika menyetir mobil sendiri. Apa yang membuat Anda mengambil keputusan membelok ke kiri, atau ke kanan, lurus berhenti, jalan lagi dan memilih berhenti disebuah tempat tertentu? Anda tentu sepakat dengan saya, semua keputusan berkendara itu Anda ambil berdasar tujuan tempat yang Anda ingin capai.
 
Begitu juga saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Coba ingat-ingat saat Anda naik sepeda motor atau ketika menyetir mobil sendiri. Apa yang membuat Anda mengambil keputusan membelok ke kiri, atau ke kanan, lurus berhenti, jalan lagi dan memilih berhenti disebuah tempat tertentu? Anda tentu sepakat dengan saya, semua keputusan berkendara itu Anda ambil berdasar tujuan tempat yang Anda ingin capai.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Begitu juga saat Anda berbelanja di supermarket semua barang yang Anda putuskan beli sudah pasti terlebih dahulu sudah ada dalam daftar barang yang akan Anda beli dalam pikiran Anda.</em><span id="more-276"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Begitu juga hidup Anda sebelum Anda mengambil keputusan untuk bertindak ini dan itu, menghabiskan sumber daya Anda untuk membayar ini dan itu, Anda harus punya tujuan utama dalam hidup ini. Kalau tidak Anda akan kebingungan bertindak dalam hidup ini, Anda akan melakukan pilihan tindakan yang salah (bukan dosa), tindakan yang tidak tepat dan itu hanya akan membuang-buang sumber daya.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Anda bisa menyusun tujuan utama Anda dengan berpegang pada <strong>pertama:</strong> prinsip-prinsip hidup yang Anda yakini sebagai kebenara mutlak yang datang dari-Nya , <strong>kedua</strong> : sekumpulan ilmu dan keahlian yang anda kuasai<span> </span>dan yang <strong>ketiga</strong> dari pemahaman atas realitas yang anda geluti sehari hari </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/tentukan-tujuan-dan-sasaran-utama-hidup-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Inspirasi dari Ibrahim &#38; Ismail</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/inspirasi-dari-ibrahim-ismail.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/inspirasi-dari-ibrahim-ismail.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 04:39:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Hadirkah hati dan pikiran Anda dalam perbincangan hangat seorang ayah bersama putranya? Sang ayah adalah seorang hamba Allah yang lurus, lembut hati, lagi penyantun. Seorang Nabi dengan teladan kepemimpinan yang mencerahkan. Ibrahim. Dan sang anak, siapakah dia? Dialah jawaban menggembirakan dari doa sang ayah kepada Rabbnya. Seorang anak istimewa yang amat sabar, bahkan ketika ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hadirkah hati dan pikiran Anda dalam perbincangan hangat seorang ayah bersama putranya? Sang ayah adalah seorang hamba Allah yang lurus, lembut hati, lagi penyantun. Seorang Nabi dengan teladan kepemimpinan yang mencerahkan. <em><strong>Ibrahim</strong></em>. Dan sang anak, siapakah dia? Dialah jawaban menggembirakan dari doa sang ayah kepada Rabbnya. Seorang anak istimewa yang amat sabar, bahkan ketika ia masih kanak-kanak. <em><strong>Ismail</strong></em>.</p>
<p>Saat ini, Ibrahim sudah tua. Dia telah lama mengidamkan seorang putra, dan saat ia mendapatkannya, ia rasakan kesenangan dan ketenangan bersama sang buah hati. Ia sudah melihat anaknya menikmati masa kanak-kanaknya dan menemani kehidupannya. Kemudian, ia bermimpi dalam tidurnya. Dia menyembelih anak satu-satunya itu. Ibrahim pun menyadari bahwa itulah pertanda dari Rabbnya.</p>
<p>Lantas, apa sikapnya?</p>
<p>Ibrahim tidak ragu-ragu, yang ada padanya hanyalah ketaatan, keberserahan diri. Tanpa penolakan, tanpa beban, tanpa kekacauan pikiran, dan tanpa bertanya pada Rabbnya. Misal: ”Kenapa ya Rabb, harus saya sembelih anak tunggal saya ini?”</p>
<p>Tidak, bukan begitu. Bahkan yang tampak adalah penerimaan total, keridhoan, ketenangan, dan kedamaian. Perhatikanlah betapa menakjubkannya kematangan emosional Ibrahim saat ia sampaikan masalah besar itu kepada sang anak,<br />
<em>(Ibrahim) berkata: &#8220;Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!&#8221; </em>(QS. Ash Shoffat, 37: 102)</p>
<p>Lalu, apa tanggapan sang anak? Tanpa terkejut atau takut, atau kehilangan kewarasan, Ismail dengan penuh kasih sayang merasakan apa yang dirasakan sang Ayah. Ia turut merasakan bahwa mimpi itu adalah tanda. Pertanda sebuah perintah. Dan itu sudah cukup sebagai bukti untuk dituruti dan dijalani, tanpa banyak bicara, tanpa keraguan, atau penundaan. Dengan sepenuh cinta dan kedekatan pada sang Ayah,<br />
<em>Ia (Ismail) menjawab: &#8220;Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.&#8221;</em> (QS. Ash Shoffat, 37: 102)</p>
<p>Keduanya telah berserah diri. Dan inilah Islam. Keyakinan, ketaatan, ketenangan, keridhoan, dan keberserahan diri, serta pelaksanaan. Kedua hamba Allah itu mendapati semua sifat baik ini sebagai dampak keimanan lurus yang memenuhi jiwa dan raga. Itu bukanlah keberanian dan kenekatan semata. Bukan pula kesembronoan yang tergesa-gesa dan semangat yang berlebihan. Tidak. Yang ada bahkan bersyukur merasakan nikmat ketaatan, keridhoan yang tenang dan menggembirakan.</p>
<p>Di sini, Ibrahim dan Ismail sudah menunaikan tugas dan perintahnya, menyerahkan diri. Selanjutnya tinggallah menyembelih Ismail, mengalirkan darahnya, dan mencabut ruhnya. Dalam timbangan Allah, ini adalah perkara yang tidak ada apa-apanya, setelah Ibrahim dan Ismail meletakkan ruh, semangat, dan perasaan keduanya dalam kehendak Allah.</p>
<p>Wahai Ibrahim. Engkau sudah membenarkan mimpi itu dan sudah benar-benar menegakkannya. Allah hanya menghendaki ketundukan dan penyerahan dirimu. Sehingga, tiada lagi tersisa dalam dirimu yang kausimpan bukan untuk Allah, atau kauanggap lebih berharga dari perintah Allah, atau kau pelihara melebihi perintah-Nya, meskipun itu adalah anak kandung yang teramat kau kasihi. Engkau sudah mengorbankan segala, termasuk yang paling berharga. Putra pertama. Engkau sudah korbankan itu dalam keridhoan, ketenangan, kedamaian, dan keyakinan. Kemudian, Allah pun menebus putramu –Ismail– dengan seekor sembelihan yang besar.</p>
<p>Dengan peristiwa inilah, dimulailah sunnah berkurban pada Idul Adha. Sebagai pengingat kita atas kejadian besar yang menyibak tabiat keimanan yang kita genggam. Supaya kita lebih pahami mengenai penyerahan diri seutuhnya kepada takdir Allah, dalam ketaatan yang penuh keridhoan. Agar kita makin mengerti, bahwa Allah tidak hendak mengazab manusia dengan cobaan, pun tidak ingin menganiaya dengan ujian. Melainkan, Allah menghendaki agar kita bersegera memenuhi panggilan tugas dan kewajiban secara total. Tanpa keraguan, tanpa penundaan.</p>
<p>Balasan bagi Ibrahim, Allah abadikan namanya lewat penyebutan yang mulya sepanjang masa. Dan Allah limpahi negeri, lokasi sekitar Ibrahim dan Ismail meninggikan Baitullah, dengan keamanan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.</p>
<p><em>”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhoan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”</em><br />
(QS. Al Hajj, 22: 37)</p>
<p>Sayup-sayup terdengar kalimat talbiyah. Mengiringi keberangkatan yang terkasih, para undangan, menikmati jamuan Yang Maha Kasih Sayang.</p>
<p>&#8220;Ya Allah, kami penuhi panggilan-Mu.<br />
Sesungguhnya setiap getaran pujian adalah bagi-Mu.<br />
Sejatinya setiap tetes kenikmatan berasal dari-Mu.<br />
Sebenar-benarnya Engkaulah Raja dan Penguasa kami, tiada sekutu bagi-Mu.&#8221;</p>
<p>Semoga menjadi Haji Mabrur.</p>
<p>Rio Purboyo<br />
0858.1531.1207</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/inspirasi-dari-ibrahim-ismail.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mencapai Hasil  Hasil Lebih Besar Lagi</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/bagaimana-mencapai-hasil-hasil-lebih-besar-lagi.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/bagaimana-mencapai-hasil-hasil-lebih-besar-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 16:34:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Manajemen Karir]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang selalu saja memiliki naluri dan obsesi ingin meraih hasil hasil yang lebih besar dari waktu ke waktu .Tetapi tidak semua orang tahu bagaimana memulainya dengan tepat dan akurat . Akan tetapi waktulah yang akan menyadarkannya untuk melakukan hal hal berikut ini – begitu juga anada - sehingga  bisa mencapai hasil hasil yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Setiap orang selalu saja memiliki naluri dan obsesi ingin meraih hasil hasil yang lebih besar dari waktu ke waktu .Tetapi tidak semua orang tahu bagaimana memulainya dengan tepat dan akurat . Akan tetapi waktulah yang akan menyadarkannya untuk melakukan hal hal berikut ini – begitu juga anada - sehingga <span> </span>bisa mencapai hasil hasil yang lebih besar .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">1.Ubah Keyakinan dan Pikiran Anda yang Membatasi tentang Sukses</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Semua bermula pada diri anda sendiri.Keyakinan anda terhadap sukses tidaknya diri anda sendiri dimasa depan amat mempengaruhi bagaimnan anda berpikir dan bertindak . Begitu anda yakin bahwa diri anda akan jauh lebih sukses dimasa depan , maka pikiran akan mencari cara bagaimana mewujudkan hal itu.Dan biasanya secara fisik anda akan bekerja seperti keyakinan dan arah pikiran anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span><span id="more-272"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Tetapi bagaimana memulai mengubah keyakinan sukses anda yang membatasi ? :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Anda dapat melakukannya dengan hal hal berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">a.Kenanglah lagi bagaimana dahulu anda berhasil meraih sukses demi sukses dalam kehidupan anda .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">b.Ketahui lebih banyak cerita sukses orang orang disekitar anda.Cerita sukses mereka tentu beda dengan cerita sukses anda , baik dalam titik tolaknya , liku likunya , kualitas dan itensitas kejadiannya , kejutan kejutan yang terjadi<span> </span>sepanjang perjalannya .Dengan fakta ini adan tentu sudah selayaknya bercermin dan belajar dari cerita sukses mereka itu.Ini akan menambah bobot keyakinan anda </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">c.Telaahlah sejarah para Pendidik dan Pembimbing Besar kemanusiaan yakni para Nabi dan Rasul bagaimana mereka berhasil mengatasi persoalan persoaln yang mustahil diatsi menurut kalkulasi rasional .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>2.Naikkan Standart Kerja Anda .</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semua kemampuan , kompetensi , prosedur kerja , serta target keja<span> </span>harus anda naikkan standartnya begitu anda menginkan hasil asil yang lebih besar.Ini karena anda tidak bisa bekerja dengan standart lama .Sebab hasilnya pasti sama dengan hasil sebelumnya. Anda membutuhkan standart baru dalam hal :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>a.ilmu </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">jika anda bekerja dengan jumlah dan kualitas ilmu seperti saat saat sebelumnya dipastikan anda tidak akan banyak mampu memahami peluang peluang baru yang menjadi pintu masuk bagi terbuka dan tercapainya hasil hasil baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>b.kompetensi </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">anda bisa melihat sendiri , sekarang ini begitu banyak kita menemukan sarana komunikasi , transportasi , edukasi dan lainnya dibuat untuk lebih memudahkan manusia dalam bekerja sehinga menjadi lebih efektif , efisien dan produktif.Tentu anda sangat butuh meningkatkan kemampuan kompetensi anda dalam menggnakan sarana sarana itu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>c.budaya kerja </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Baik secara personal maupun secara struktural siapapun yang lebih berhasil selalu memperlihatkan budaya kerja yang jauh lebih unggul dari yang lainnya. Disiplin waktu , focus , kerapian , kecepatan , ketepatan , kreatifitas dan inovasi kehandalan , kebiasaan selalu belajar , kerja sama adalah budaya<span> </span>kerja yang harus anda naikkan standartnya<span> </span>jika anda secara pribadi sudah memilikinya .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">d.moralitas social </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">anda tidak bisa sukses besar jika anda selalu bekerja sendiri. Akan tetapi jika anda bekerja dengan orang lain , maka anda membutuh ikatan kerja yang menggairahkan dan menggerahkan bagi orang orang disekitar anda agar mereka tetap mau bekerja bersama<span> </span>anda.Ikatan yang saya maksud adalah moralitas and dalam bekerja .Kita sering menyebutnya dengan kecerdasan emosional. Anda harus bisa secara tulus meningkatkan empati , rasa hormat anda kepada sesama , keterbukaan untuk secara lapang dada mengakui kesalahan kesalahan anda , kepedulian untuk memberikan dukugan kepada orang orang anda dalam bekerja serta kebesaran jiwa untuk menoleransi setiap kesalahan yang dibuat orang orang anda karena masih dalam tahap mencoba dan belajar .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">e.Jaringan kerja </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Tidak bisa dibantah bahwa sukses manusia diabad ini adalah cerita sukses tentang jaringan .Anda harus semakin mendayagunakan kekuatan jaringan ini .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">3.Ubah Strategi Kerja .</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Strategi berfungsi memberi arah bertindak bagi anda dengan lebih terencana , terfokus , efisien , efektif dan produktif. Dalam strategi anda akan diajak berpikir jauh kedepan , dan diminta menentukan langkah langkah penting apa yang harus diambil pada periode waktu tertentu , dan seberapa besar sumber daya yang harus anda alokasikan secara benar .Anda juga akan dituntut bisa mendahulukan pekerjaan yang lebih penting ketimbang pekerjaan yang sekedar penting . Denga begitu anda bisa meraih hasil hasil yag anda inginkan lebih efektif ( artinya sesuai dengan jenis keberhasilan yang anda inginkan ), lebih efisien ( artinya lebih menghemat sumber daya dalam proses meraihnya ) , dan lebih produktif ( artinya lebih banyak yang dihasilkan dari waktu ke waktu sesuai dengan standart yang anda inginkan . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Akan tetapi anda harus berani melihat apakah strategi anda yang lama telah memperlihatkan itu semua .Jika tidak anda tidak boleh mengulanginya sekali lagi ..Anda harus menggantinya dengan strategi kerja baru </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/bagaimana-mencapai-hasil-hasil-lebih-besar-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>7 Faktor Kritis Kepemimpinan Efektif</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/7-faktor-kritis-kepemimpinan-efektif.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/7-faktor-kritis-kepemimpinan-efektif.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 02:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki pengikut. Pemimpin efektif tidak bertanya: “Apa yang ingin saya lakukan?” Sebagai gantinya, mereka bertanya, “Apa yang perlu dilakukan?” Lantas, mereka bertanya, “Dari semua hal yang akan membuat perbedaan itu, mana yang tepat untuk saya?” Pemimpin efektif tidak mengerjakan hal-hal yang tidak mereka kuasai. Pemimpin efektif memastikan hal-hal penting lainnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="Trebuchet MS,sans-serif;">Seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki pengikut. Pemimpin efektif tidak bertanya: “Apa yang ingin saya lakukan?” Sebagai gantinya, mereka bertanya, “Apa yang perlu dilakukan?” Lantas, mereka bertanya, “Dari semua hal yang akan membuat perbedaan itu, mana yang tepat untuk saya?” Pemimpin efektif tidak mengerjakan hal-hal yang tidak mereka kuasai. Pemimpin efektif memastikan hal-hal penting lainnya dikerjakan dengan tuntas, tetapi bukan oleh mereka.</span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;">Kepemimpinan bukan sekedar kepribadian yang memikat, bukan pula kemampuan berteman atau mempengaruhi orang. <span>Karena hal-hal itu adalah hal-hal yang dimiliki penjual, bukan pemimpin. </span>Kepemimpinan adalah mengangkat visi seseorang menjadi lebih tinggi, meningkatkan standar kinerja seseorang, dan membangun kepribadian seseorang melebihi batasan normalnya. </span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;">Para pemimpin yang benar-benar efektif lebih tertarik pada apa yang benar ketimbang siapa yang benar. Manajemen adalah mengerjakan hal-hal dengan benar. Kepemimpinan adalah melakukan hal-hal yang benar, dan itu diikuti oleh banyak faktor. </span></p>
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;">Kita bisa mengenali karakter dan kecenderungan pemimpin efektif sebagai berikut:<em><strong></strong></em></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">1. <span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><em><strong>Berkarakter 	dan berani.</strong></em></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;">Inilah dua karakteristik fundamental yang harus dimiliki seorang pemimpin efektif. Pemimpin efektif memegang teguh konsistensi antara kata dan perbuatan. Ia adalah orang yang menjalankan perkataannya. Melaluilah karakter-lah kepemimpinan bisa dilatihkan, karakter-lah yang menjadi contoh. </span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;">Seorang pemimpin juga membutuhkan keberanian yang di atas rata-rata untuk membuat keputusan-keputusan sulit. Diperlukan keberanian yang luar biasa, untuk mengabaikan hari kemarin, meninggalkan hal-hal di mana Anda sebagai pemimpin memiliki kepentingan pribadi, atau untuk mengubah arah saat di tengah jalan.<em><strong></strong></em></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">2. <span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><em><strong>Menciptakan 	misi yang jelas.</strong></em></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;">Seorang pemimpin efektif melukis gambar garis akhir yang jelas. Pemimpin efektif menetapkan tujuan, menetapkan prioritas, dan menetapkan sekaligus memelihara standar. Pemimpin efektif sadar betul bahwa ia tidak bisa mengedalikan semesta, namun, sebelum ia menerima kompromi, pemimpin efektif harus berpikir mengenai apa yang benar dan apa yang diinginkan. Tugas utama seorang pemimpin adalah meniup trompet yang menyuarakan bunyi yang sangat jelas.<em><strong></strong></em></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">3. <span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><em><strong>Menanamkan 	loyalitas.</strong></em></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;">Pemimpin efektif menginspirasi loyalitas bagi seluruh jajarannya. Karena loyalitas tidak bisa dibeli, maka seorang pemimpin harus mendapatkannya dengan berusaha. Dalam perjalanan mendapatkan kesetiaan, pemimpin harus menetapkan standar yang tinggi, sekaligus –dalam saat yang bersamaan– menjadi teladan berjalan bagi bawahannya, ia juga berusaha maksimal untuk tidak melanggar nilai-nilai organisasi. Pemimpin yang hidup berdasarkan nilai-nilai organisasi bisa memotivasi anak buahnya untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Hanya karena mampu menginspirasikan loyalitas-lah, moral anak buah akan meningkat. Yang pada akhirnya, akan melejitkan kinerja mereka.</span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;">Seorang pemimpin efektif memahami bahwa loyalitas adalah jalan dua arah. Dengan demikian, pemimpin harus mempraktikkan apa yang mereka khotbahkan dengan bersikap loyal kepada para anak buah. Semua itu diikuti pula dengan pemberian masukan yang positif.<em><strong></strong></em></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">4. <span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><em><strong>Berfokus 	pada kekuatan.</strong></em></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><span>Pemimpin efektif berfokus pada kekuatan: kekuatan mereka sendiri, kekuatan orang lain, dan kekuatan organisasi. </span><span>Seorang pemimpin efektif membuat “kekuatan menjadi efektif dan kelemahan menjadi tidak relevan.” Itulah sebabnya pemimpin efektif mengharuskan dirinya membentuk tim impian yang efektif. Karena di dalamnya, ide-ide segar tiap pribadi melebur dalam akumulasi akal kolektif, dan kreativitas individu menjelma menjadi kreativitas kolektif.</span><em><strong></strong></em></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">5. <span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><em><strong>Tida<span>k 	takut pada bawahan yang kuat.</span></strong></em></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><span>Pemimpin efektif sepenuhnya memegang kesadaran betapa ia bertanggung jawab penuh terhadap kelangsungan, kesehatan, dan keberlanjutan organisai. </span><span>Sehingga, ia tidak takut pada kekuatan yang dimiliki teman, bahkan bawahan. Pemimpin ngawur takut akan hal itu. Sebaliknya, pemimpin efektif menginginkan rekan-rekan yang kuat. Ia menyemangati mereka, mendorong mereka, dan memuji mereka. </span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><span>Karena pemimpin efektif bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat rekan dan bawahananya, ia juga melihat kemenangan rekan dan bawahan sebagai kemenangannya, dan yang terpenting, tidak menganggapnya sebagai ancaman. Kesuksesan anak buah adalah kesuksesan pemimpin juga.</span><em><strong></strong></em></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">6. <span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><em><strong>Bersikap 	konsisten.</strong></em></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><span>Syarat terakhir untuk menjadi pemimpin efektif adalah meraih kepercayaan pengikut. </span><span>Saat seseorang kehilangan kepercayaan, ia kehilangan pengikutnya –sehingga– memustahilkan terjadinya kepemimpinan yang efektif.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><span>Mempercayai pemimpin bukan berarti menyukainya, bukan pula selalu setuju dengannya. Kepercayaan adalah keyakinan bahwa sang pemimpin bersungguh-sungguh pada apa yang dikatakannya. Tindakan seorang pemimpin dan kepercayaan yang dianutnya harus sejajar, atau setidaknya sesuai. Kepemimpinan efektif tidak didasarkan pada kepandaian seorang pemimpin, tapi terutama pada konsistensi-nya!</span><em><strong></strong></em></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">7. <span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><em><strong>Mempersiapkan 	pemimpin masa depan.</strong></em></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><span>Para pemimpin terbaik tahu bahwa di pundak mereka-lah terletak tanggung jawab untuk mengembangkan pemimpin yang akan memandu organisasi mereka di masa</span><span> depan. Mereka paham betul bahwa perkembangan kepemimpinan merupakan kunci bagi masa depan (perusahaan, organisasi nirlaba, dan juga bangsa tentunya!)  Setiap pemimpin efektif paham bahwa ujian terakhir kepemimpinan adalah menciptakan energi insani dan visi insani.</span></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><span>Selamat menjadi pemimpin efektif, mulai dari saat ini, dari yang sekecil apa pun, dan tentunya dari diri kita sendiri. </span></span></p>
<p style="0in;" align="justify"><span style="Trebuchet MS,sans-serif;"><span>Semoga bermanfaat.</span></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">Rio Purboyo</p>
<p style="0in;" align="justify">(on becoming Result Consultant for myself+others)</p>
<p style="0in;" align="justify">0858.1531.1207</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/7-faktor-kritis-kepemimpinan-efektif.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memprediksi Sukses</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/memprediksi-sukses.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/memprediksi-sukses.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 06:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>

		<category><![CDATA[keputusan]]></category>

		<category><![CDATA[prioritas]]></category>

		<category><![CDATA[Tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan HUKUM sebab-akibat, ditegaskan bahwa untuk setiap akibat –misal penghasilan yang tinggi– ada suatu penyebab yang jelas, mungkin juga ada beberapa. Jika Anda lakukan apa yang telah dilakukan mereka yang telah sukses, lama-kelamaan Anda akan dapatkan hasil yang sama seperti mereka.

Ada beberapa penyebab/alasan, untuk kesuksesan besar. Semakin sering Anda melatihnya, semakin mudah Anda kuasainya, semakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Berdasarkan <strong><em>HUKUM sebab-akibat</em></strong>, ditegaskan bahwa untuk setiap akibat –misal penghasilan yang tinggi– ada suatu penyebab yang jelas, mungkin juga ada beberapa. Jika Anda lakukan apa yang telah dilakukan mereka yang telah sukses, lama-kelamaan Anda akan dapatkan hasil yang sama seperti mereka.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Ada beberapa penyebab/alasan, untuk kesuksesan besar. Semakin sering Anda melatihnya, semakin mudah Anda kuasainya, semakin sedikit usaha untuk dapatkan hasil optimal. Berikut ini 3 kunci strategis bagi kesuksesan Anda. Yakni keputusan, tujuan, dan prioritas.</span></span></p>
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><strong><span><span style="Calibri,sans-serif;">A. Lakukan 	yang Anda cintai. Cintai yang Anda lakukan!</span></span></strong></p>
<p style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Menjadi sempurna adalah <strong><span style="underline;"><em>keputusan</em></span></strong>. Setiap kali Anda putuskan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya, maka dengan serta merta segala sumber daya yang Anda perlukan untuk sukses mulai satu per satu bermunculan. Hal ini bermula dari kecintaan Anda untuk melakukan sesuatu, kesediaan hati Anda untuk menyelesaikan yang telah Anda mulai. Dan itu semua, membutuhkan dedikasi dan disiplin pribadi yang tinggi. </span><span>Oleh karenanya pasti kita jumpai para pakar yang sukses, mereka senantiasa berorientasi pada tindakan. Jarang sekali terpikir untuk menunda aktivitas, sekecil apa pun itu. </span><span>Karena bara api cinta melengkapi mereka dengan sumber daya yang hampir tak terbatas. Hanya karena mencintai-lah, kesukaran berubah menjadi kemudahan, jauhnya perjalanan dirasakan sebagai petualangan baru yang memperkaya pengalaman, ketidaktahuan laksana mata air yang terus menyemburkan rasa penasaran dalam menemukan kunci kebijaksanaan. </span><span>Itu semua bisa terjadi, saat Anda mulai mencintai apa pun yang Anda kerjakan, dalam kecintaan yang penuh sebagai seorang hamba yang mengharapkan cintaNya. </span><span>Bukankah aktivitas Anda adalah bukti dan sarana untuk mendapatkan cintaNya?</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Sejak sekarang! Berhentilah menunda hingga segala sesuatunya sempurna. Sebagai gantinya, ambillah tindakan kecil agar Anda bisa sempurnakan apa yang Anda inginkan. Hal ini mempertegas bahwa hanya karena Anda berani memutuskan, maka Anda segera berlari dan ambil tindakan sekecil apa pun itu, untuk mulai menyempurnakan satu per satu kepingan impian Anda. Ingatlah bahwa kreativitas adalah menyiasati keterbatasan demi melampaui harapan semula. Mulailah dengan melakukan hal yang benar-benar Anda cintai, yang berasal dari panggilan hati Anda yang paling dalam. Mungkin, seringkali nurani Anda perintahkan kerjakan sesuatu, yang sebetulnya itu baik untuk Anda, dan pada saat yang bersamaan Anda-lah manusia pertama yang menolaknya. Anda menunda hal itu. </span><span>Padahal, semakin Anda menunda kegiatan yang Anda cintai, semakin tersiksa Anda dengan hidup Anda sendiri.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="pt-BR" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Cara terdekat untuk menilai seberapa suka Anda dengan diri dan kehidupan Anda, adalah dengan bertanya pada diri sendiri mengenai <em>“Seberapa cepat aku <strong>mengambil tindakan pertama</strong> untuk mulai mengerjakan apa yang kucintai?”</em>, <em>“Apa yang masih kupertahankan sampai saat ini, hingga aku <strong>bersedia menunda</strong> hal yang benar-benar kuidamkan untuk kuselesaikan?”</em>, <em>“Sampai kapan aku <strong>bersedia menerima</strong> -dengan sukarela- hasil yang kunikmati selama ini, sebagai <strong>akibat penundaanku</strong>?”</em>,<em> “Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidupku, apa <strong>yang harus pertama kali kukerjakan</strong> untuk membuktikan kecintaanku pada Sang Pencipta?”</em></span></span></p>
<p style="0in;" lang="pt-BR" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Jujurlah dengan diri sendiri saat menjawab keempat pertanyaan sederhana di atas. Dengan mudahnya, Anda akan temukan salah satu jawaban dari <strong><em>“Hal terunik apakah dari diriku, sebuah aktivitas yang hanya aku yang bisa kerjakan itu, sebagai alasan keberadaanku?”</em></strong></span></span></p>
<p style="0in;" lang="pt-BR" align="justify">
<p style="0in;" lang="pt-BR" align="justify">
<p style="0in;" lang="pt-BR" align="justify">
<p style="0in;" lang="pt-BR" align="justify"><strong><span style="Calibri,sans-serif;">B. Tentukan 	apa yang benar-benar Anda inginkan.</span></strong></p>
<p style="0in;" lang="pt-BR" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Tentukan dengan jelas apa yang Anda inginkan dalam hidup. Buatlah tujuan dan tentukan apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkannya. Hanya 3% orang dewasa, yang pernah tuliskan tujuan hidupnya. Dan mereka adalah orang tersukses dan berpendapatan tinggi di bidangnya.</span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><em><strong>Rumus Tujuan</strong></em></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;"><strong><span style="underline;"><em>Pertama</em></span></strong>. Tentukan <span style="underline;"><em>secara tepat</em></span> apa yang Anda inginkan. Jika Anda ingin tingkatkan penghasilan Anda, sebutkan jumlah spesifik yang ingin Anda hasilkan.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span><strong><span style="underline;"><em>Kedua</em></span></strong>. <span style="underline;"><em>Tulislah</em></span>. Sebuah tujuan yang tidak ditulis hanyalah angan-angan. </span><span>Hal ini tidak mempunyai energi di belakangnya. Seperti tinta printer tanpa isi tinta.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;"><strong><span style="underline;"><em>Ketiga</em></span></strong>. Tentukan <span style="underline;"><em>tenggat waktu</em></span> untuk tujuan Anda. Pikiran alam bawah sadar Anda menyukai tenggat waktu. Yang dibutuhkan adalah ’sistem pendorong’ untuk aktifkan semua kekuatan. </span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Jika tujuan Anda cukup besaar, tentukan turunan tenggat waktu. Jika hal itu adalah tujuan untuk 10 tahun, tentukan tujuan untuk setiap tahun, dan kemudian untuk setiap bulan. Teruslah ukur kemajuan Anda menuju tujuan dan tenggat waktu Anda.</span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;"><strong><span style="underline;"><em>Keempat</em></span></strong>. Buatlah <span style="underline;"><em>daftar</em></span> semua yang mungkin bisa Anda lakukan <span style="underline;"><em>untuk mencapai tujuan </em></span>Anda. Saat Anda memikirkan aktivitas baru, tambahkan ke dalam daftar Anda. Lakukan hingga daftar Anda lengkap. Semakin banyak langkah yang Anda tulis dalam daftar Anda, Anda akan semakin terpacu untuk mencapai tujuan dan semakin termotivasi. Henry Ford berkata, ”Tujuan apa pun, sebesar apa pun, bisa dicapai jika Anda memecahnya menjadi langkah-langkah kecil.”</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;"><strong><span style="underline;"><em>Kelima</em></span></strong>. Susunlah <span style="underline;"><em>daftar</em></span> Anda berdasarkan <span style="underline;"><em>urutan dan prioritas</em></span>. Saat Anda mengorganisir berdasarkan dengan urutan, Anda memutuskan apa yang harus diselesaikan sebelum selesaikan hal yang lain. Anda kemudian menentukan apa yang harus dilakukan pertama, kedua, dan sebagainya. Saat Anda mengorganisir berdasarkan prioritas, Anda menentukan hal terpenting dalam daftar Anda, dan kemudian hal terpenting kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Setelah Anda punyai daftar langkah, mengorganisir berdasarkan urutan dan prioritas, Anda sekarang mempunyai sebuah <strong><em>rencana</em></strong>. Seseorang dengan tujuan dan rencana akan berlari di sekitar orang yang hanya mempunyai keinginan dan harapan.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;"><strong><span style="underline;"><em>Keenam</em></span></strong>. <span style="underline;"><em>Lakukan sesuatu</em></span> untuk tujuan Anda, apa pun itu. Alasan utama orang yang sukses luar biasa adalah karena mereka <strong><em>berorientasi tindakan</em></strong>. Alasan utama orang gagal adalah karena mereka tidak bertindak. Kegagalan biasanya selalu mempunyai alasan untuk menunda, sampai akhirnya energi dan keinginan mereka lenyap dan mereka kembali ke tempat semula.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;"><strong><span style="underline;"><em>Ketujuh</em></span></strong>. <span style="underline;"><em>Lakukan</em></span> sesuatu <span style="underline;"><em>setiap hari</em></span> yang mendekatkan Anda pada tujuan terpenting Anda, apa pun itu. Lakukan ini 365 hari per tahun. Kembangkan rasa disiplin untuk mencapai tujuan Anda setiap hari agar membuat Anda normal dan biasa seperti menghirup napas ke dalam dan menghembuskannya keluar.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><em><span style="underline;"><strong>Tentukan Langsung 10 Tujuan</strong></span></em></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Ambil selembar kertas, dan tulislah <strong><em>tujuan</em></strong> di atas halaman, dan tanggal hari ini. Lalu, tulislah sepuluh tujuan yang ingin Anda capai dalam jangka waktu 12 ke depan. Tulislah secepat mungkin. Latihan ini hanya akan menghabiskan 3 hingga 5 menit.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Setelah Anda punya daftar 10 tujuan, tanyakan pada diri Anda, <strong><em>“Tujuan manakah dalam daftar ini, seandainya ingin saya capai dalam 24 jam, akan menyebabkan dampak positif terbesar dalam hidup saya?”</em></strong></span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span><strong>[</strong><em>Jawaban dari pertanyaan ini akan menjadi <strong>alasan utama</strong> Anda. Inilah dasar pengaturan atau titik fokus dari kehidupan Anda. Pindahkan tujuan ini ke dalam kertas dan tulislah dengan <strong>jelas</strong> dan <strong>detail</strong>, buatlah <strong>terukur</strong>. Tentukan tenggat waktu <strong>kapan</strong> Anda ingin mencapainya. Buatlah <strong>daftar tindakan</strong> yang bisa Anda lakukan untuk mencapai tujuan itu. </em></span><em><span>Organisir daftar ini berdasarkan <strong>urutan dan prioritas</strong> ke dalam sebuah <strong>rencana</strong>. <strong>Bertindaklah</strong> sesuai tujuan ini, dan kemudian lakukan sesuatu <strong>setiap hari</strong> hingga Anda mencapainya.</span></em><span><strong>]</strong></span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Saat Anda bangun di pagi hari, pikirkan tujuan ini. Saat Anda bekerja, pikirkan tujuan ini. Diskusikan tujuan ini dengan orang-orang yang penting dalam hidup Anda. Di malam hari, sebelum Anda tidur, pikirkan tujuan ini dan bagaimana Anda akan terlihat saat Anda mencapainya. Terus-meneruslah visualisasikan tujuan Anda seolah-olah telah menjadi kenyataan. Berjanjilah sebelumnya bahwa Anda tidak akan pernah berhenti hingga Anda capai tujuan ini.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>C</strong><strong><span style="Calibri,sans-serif;">. Gunakan 	waktu Anda dengan baik.</span></strong></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Waktu adalah anurah terbesar, titipan Allah yang tak mungkin kembali terulang bagi Anda. Waktu adalah wasit objektif, karena dengan mudahnya kita bisa temukan 2 pribadi yang hidup dalam usia yang sama, yang dipisahkan oleh bentangan prestasi yang jauh berbeda. Prestasi yang satu di atas rata-rata, melebihi prestasi yang lainnya. Lamanya usia hidup kita, tidak lebih penting dari penggunaan waktu kita secara produktif.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Waktu Anda adalah apa yang Anda miliki untuk bisa dijual. Waktulah aset utama Anda. Cara Anda menggunakan waktu Anda, menentukan standar hidup Anda. Putuskanlah untuk menggunakan waktu sebaik mungkin.</span></span></p>
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Mulai saat ini! Berfokuslah untuk aktivitas yang memberikan kontribusi tertinggi dalam kehidupan dan karier-profesional Anda. Mulailah setiap hari dengan sebuah daftar, dan waktu terbaik untuk membuat daftar pekerjaan adalah malam sebelumnya, setelah Anda selesaikan pekerjaan di hari itu. Tulislah setiap hal yang harus Anda selesaikan keesokan harinya. Jangan pernah bekerja tanpa daftar.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="center">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="center"><span style="Calibri,sans-serif;"><em><strong>Tetapkan PRIORITAS setajam LASER</strong></em></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Prioritas adalah peta jalan menuju tercapainya tujuan. Prioritas menyajikan peta yang mengatur dan mengarahkan Anda pada tujuan. Saat prioritas Anda sangat jelas dan spesifik. Anda akan tahu apa yang harus difokuskan dan karenanya, Anda kenali apa yang harus mendapat perhatian, daya upaya, dan tindakan lanjut. Prioritas yang tepat, dikombinasikan dengan tindak lanjut yang tepat, akan memastikan bahwa hal-hal yang benar-benar penting tidak tersisih dari agenda kerja, di mana seringkali semua hal tampak penting dan mendesak (genting). </span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Prioritas yang tepat membantu Anda menghadapi tuntutan terus-menerus yang bisa membuat stres dan kebingungan arah. Prioritas ini membuat Anda mampu memberi kejelasan dan fokus untuk diri Anda sendiri dan bagi orang lain dalam organisasi Anda. Tanpa prioritas, orang cenderung melakukan semuanya, yang berarti mereka membuang waktu dan energi berharga untuk hal-hal yang tidak penting.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Anda menetapkan tujuan pada ketinggian lima puluh kaki, sedangkan prioritas ditetapkan dari lantai di mana kaki Anda berpijak. Prioritas diputuskan pada posisi dasar di mana Anda harus mempunyai kegigihan, sikap, dan kemauan yang tanpa batas untuk menyelidiki setiap detail yang kadang tak menentu, guna memikirkan serta mendefinisikan ulang tindakan yang terpenting dan konsekuensi tingkat kedua serta ketiga yang ditimbulkan. </span></p>
<p style="0in;" lang="pt-BR" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Ada 4 kriteria dalam memilih prioritas: (1) Apa yang penting. (2) Apa yang mendesak. (3) Apa yang jangka panjang vs jangka pendek. (4) Apa yang realistis vs visioner. </span></span></p>
<p style="0in;" lang="pt-BR" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Bila Anda tidak memilih salah satunya karena menginginkan semuanya, bisa dipastikan diri dan organisasi Anda akan kurang terf</span><span>okus. Memiliki terlalu banyak prioritas sama buruknya dengan tidak memiliki prioritas. Prioritas yang salah sering merupakan akibat dari kurangnya informasi memadai, karena usaha sepintas untuk menghindari munculnya konflik, atau kegagalan memikirkan cara membenahi kerumitan dan memikirkan kemungkinan.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Prioritas menentukan bagaimana sumber daya dialokasikan, dan karenanya berpotensi menimbulkan perselisihan saat sumber daya yang sama saling diperebutkan di saat yang bersamaan. Sebagai seorang pemimpin (bisnis), Anda harus memiliki keberanian psikologis untuk menetapkan prioritas yang tepat dan mempunyai ketrampilan meyakinkan orang-orang dalam organisasi untuk melakukan perubahan yang diperlukan.</span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Sembari memastikan bahwa prioritas harus sangat jelas, spesifik, dan terutama bisa dilaksanakan, hal ini ternyata belum cukup. Sekalinya prioritas ditetapkan, Anda harus konsisten, Anda harus mengulanginya berkali-kali dan memonitornya untuk memastikan diri Anda dan orang di organisasi Anda memahaminya, meyakininya, dan bertindak tepat agar organisasi melaksanakannya serta tidak menyimpang dari jalan yang ditetapkan prioritas.</span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><strong><em><span><span style="Calibri,sans-serif;">Tentukan prioritas harian secara JELAS</span></span></em></strong></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Pakar manajemen menjelaskan bahwa Anda bisa tingkatkan produktivitas hingga 25%, atau 2 jam lebih setiap hari, dengan merencanakan hari Anda sebelumnya. Daftar Anda menjadi kunci dari waktu Anda dan manajemen sistem kehidupan Anda.</span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Berikut ini latihan untuk mempermudah kita dalam menentukan prioritas. </span></span></p>
<p style="0in;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Tanyakan pada diri Anda, <em>”Jika saya bisa lakukan satu hal dari daftar ini sebelum saya dinas keluar kota selama sebulan, yang mana yang bisa saya lakukan?”</em> </span><span>Apa pun jawaban Anda, lingkari jawaban itu. Lalu tanyakan pada diri Anda lagi, <em>”Jika saya bisa lakukan dua hal dari daftar ini sebelum saya dinas keluar kota selama sebulan, hal kedua mana yang bisa saya lakukan?”</em> Lingkari jawaban itu. Lalu tanyakan pada diri Anda pertanyaan ini lagi.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Latihan ini mendorong Anda untuk berpikir tentang hal yang benar-benar penting, daripada apa yang harus dilakukan.</span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><em><strong>Pilihlah pekerjaan terpenting Anda</strong></em></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Tanyakan, <em>”Satu hal apa, jika saya lakukan dengan sempurna, akan memberikan dampak positif terbesar dalam pekerjaan saya?”</em> Variasi lainnya, <em>”Apa yang bisa saya lakukan, dan hanya saya yang bisa melakukannya, yang jika saya lakukan dengan baik, akan membuat perbedaan yang luar biasa?”</em> Dan, <em>”Apa pemanfaatan waktu saya yang terbaik saat ini?”</em></span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><em><strong>Fokus dan konsentrasi</strong></em></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Kunci terakhir dalam manajemen waktu setelah membuat daftar dan menentukan prioritas, adalah memulai pekerjaan yang paling penting, dan berkonsentrasi pada pekerjaan itu sampai selesai.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><strong><em>Penutup</em></strong></p>
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Setiap keberhasilan adalah hak hidup kita. Setiap kesuksesan meninggalkan jejak penciptaannya. Pada akhirnya, kita bisa meniru langkah dan cara mereka yang telah sukses. Atau, bila tidak kita temukan, kita bisa membuat jalur baru dalam menciptakan kecemerlangan. Dan, ketiga kunci sukses yang paling mendasar telah Anda pelajari dan mulai praktekkan sejak saat ini. Yakni: keputusan, tujuan, dan prioritas. Dengan ketiganya, kita bisa memprediksi sukses kita, yang bisa tercapai dengan lebih sering melalui cara-cara yang lebih mudah, dan dalam waktu yang lebih pendek.<br />
</span></span></p>
<p style="0in;" align="justify"><span><span style="Calibri,sans-serif;">Semoga tulisan ini berguna. Ternyata menjadi lebih mudah bagi kita untuk dapatkan tujuan saat kita putuskan bahwa berhasil adalah hak hidup yang harus kita prioritaskan.</span></span></p>
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Selamat membaca, selamat beraktivitas!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/memprediksi-sukses.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Enam Rahasia Pemimpin Besar</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/enam-rahasia-pemimpin-besar.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/enam-rahasia-pemimpin-besar.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 00:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<category><![CDATA[Pemimpin Besar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[ 


Dalam sejarah pertumbuhan bangsa-bangsa, agama-agama, organisasi-organisasi, perusahaan-perusahaan di dunia  sejak dari dahulu hingga sekarang selalu saja kita dapat menemukan peran para pemimpin dalam menakhodai perubahan-perubahan besar.Perubahan-perubahan besar itu bisa dilakukan karena umumnya para pemimpin itu memiliki kualitas-kualitas kepemimpinan sebagai berikut:

Pertama: Keberanian yang tak Tergoyahkan.
Perubahan-perubahan besar biasanya menghadapkan sang pemimpin dan orang-orangnya dengan situasi baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span></p>
<style>
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
</style>
<p><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><a title="pbb2" rel="lightbox[pics268]" href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/pbb2.jpg"><img class="attachment wp-att-269 centered" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/pbb2.jpg" alt="pbb2" width="218" height="147" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dalam sejarah pertumbuhan bangsa-bangsa, agama-agama, organisasi-organisasi, perusahaan-perusahaan di dunia  sejak dari dahulu hingga sekarang selalu saja kita dapat menemukan peran para pemimpin dalam menakhodai perubahan-perubahan besar.Perubahan-perubahan besar itu bisa dilakukan karena umumnya para pemimpin itu memiliki kualitas-kualitas kepemimpinan sebagai berikut:<span id="more-268"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="text-decoration: underline;">Pertama:</span></em> Keberanian yang tak Tergoyahkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Perubahan-perubahan besar biasanya menghadapkan sang pemimpin dan orang-orangnya dengan situasi baru yang belum pasti, tidak menjamin keamanan, penuh resiko, dan berpotensi menghantam kelanggengan hidup sang pemimpin dan orang-orangnya. Akan tetapi biasanya sang pemimpin bisa melihat dan menyikapi situasi itu dengan kualitas keberaniannya sebagai dampak dan kekuatan kemauannya dia tetap saja mau menghadapi situasi itu dengan penuh keberanian tetapi pada saat yang bersamaan amat memperhitungkan dan menyadari resikonya. Dalam keadaan seperti itu orang-orang dalam sebuah organisasi atau ilustitusi merasa menemukan alasan untuk terus bekerja bersama pemimpinnya, dan energi keberaniannya sang pemimpin menularkan rasa percaya diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="text-decoration: underline;">Kedua:</span></em> Pengendalian Diri yang Utama</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pemimpin adalah yang selalu menanggung beban tanggung jawab paling besar dalam institusi yang dipimpinnya. Dan memang secara normal selalu menimbulkan goncangan kepribadiannya terutama pada aspek emosional dan spiritual. Tetapi pemimpin yang arif amat menyadari bahwa apapun yang terjadi pada dirinya dengan segera akan menular pada orang-orangnya. Maka ia akan memilih untuk mengendalikan diri dengan baik, agar yang memulai dan idenya adalah selalu hal-hal yang positif dan insruktif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sebagai manusia yang tidak sempurna ia bisa saja sedih, kecewa, jengkel, marah, dendam, iri, sombong dan sebagainya. Akan tetapi begitu semua sikap negatif mulai merasuk kedalam dirinya, ia akan mengendalikannya sampai pada tingkat belia justru bisa menampilkan sifat-sifat sebaliknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="text-decoration: underline;">Ketiga:</span></em> Rasa Keadilan yang Diterima Oleh Semua Pihak</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Penibahan dalam kehidupan manusia adalah pekerjaan besar, rumit, kompleks dan selalu melibatka banyak manusia dengan segala latar belakar dan potensinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ada banyak hal, gagasan, dan strategi yang tertampng dalam perubahan itu. Ada banyak keberhasilan yang dicapai. Tetapi juga pasti ada banyak kegagalan yang dialami. Ada banyak situasi dimana sang pemimpin harus bisa mengambil keputusan dari tindakan yang dapat menciptakan spirit penemaan dari semua orang-orangnya ini tak mudah. Tetapi pemimpin yang berhasil selalu bisa menampilkan kualitas keadilannya yang dapat diterima semua pihak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="text-decoration: underline;">Keempat:</span></em> Keputusan Pasti</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sukses ditingkat personal maupun ditingkat komunal sesungguhnya merupakan dampak dari ribuan keputusan yang diambil dan di eksekusi oleh sang pemimpin, memang selalu tersedia banyak pilihan pemikiran, kebijakan dan tindakan yang dimiliki oleh pemimpin. Akan tetapi ketidak ragu-raguannya dalam memilih sebuah pemikiran, kebijakan dan kendala untuk diputuskan secara pasti bagi orang-orangnya memberi suasana kejelasan arah dalam bertindak dan menghindarkan orang-orangnya dari kekacauan dalam berpikir dan bekerja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="text-decoration: underline;"><span lang="DE">Kelima:</span></span></em><span lang="DE"> Melakukan Lebih Banyak dari yang Dibayar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="DE">Pemimpin adalah orang yang memiliki daya tarik untuk diikuti oleh orang-orangnya, yang pertama adalah pribadi yang memiliki semua kualifikasi yang memang memberikan kelayakan baginya untuk memimpin dan orang-orangnya merasa punya alasan untuk mengikuti sang pemimpin dalam kualifikasi itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="DE">Yang kedua, karena ia melakukan lebih banyak dari yang dibayar, karena alasan kedua inilah yang nampak begitu istimewa dan oleh karenanya begitu menyedot rasa ingin mengikuti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="text-decoration: underline;"><span lang="DE">Keenam:</span></span></em><span lang="DE"> Kepribadian yang Menyenangkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="DE">Apa yang membuat sebuah perubahan besar dalam sejarah bisa terjadi? Karena kekuatan yang menggerakkannya. Kenapa begitu kuat? Karena berasal dari kombinasi tenaga sang pemimpin dan pengikutnya yang begitu terpadu. Keterpaduan itu buah dari ikatan yang menawan dari dahaga jiwa para pengikut terhadap sosok figur dambaan, dan kepribadian yang menyenangkan sang pemimpin dalam pergaulan bersama orang-orangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span lang="SV"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/enam-rahasia-pemimpin-besar.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seri Kebiasaan Unggul 14 : Lakukan Lebih Banyak Hal Penting</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/seri-kebiasaan-unggul-14-lakukan-lebih-banyak-hal-penting.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/seri-kebiasaan-unggul-14-lakukan-lebih-banyak-hal-penting.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 23:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Lakukan Hal Penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[ 

Sukses tidak akan pernah datang seketika kepada Anda. Anda harus menyadari bahwa prestasi-prestasi kecil yang bisa Anda cetak setiap harinya akan membuat Anda meraih sukses besar pada akhirnya. Jadi silahkan saja Anda punya cita-cita dan mimpi meraih sukses besar, tetapi sesungguhnya fokus harian Anda adalah bagaimana bisa melakukan hal-hal penting yang memberi Anda sukses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p style="text-align: center;"><a title="5912012146271941" rel="lightbox[pics0]" href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2009/01/5912012146271941.jpg"><img class="attachment wp-att-224 centered" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2009/01/5912012146271941.jpg" alt="5912012146271941" width="107" height="104" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Sukses tidak akan pernah datang seketika kepada Anda. Anda harus menyadari bahwa prestasi-prestasi kecil yang bisa Anda cetak setiap harinya akan membuat Anda meraih sukses besar pada akhirnya. Jadi silahkan saja Anda punya cita-cita dan mimpi meraih sukses besar, tetapi sesungguhnya fokus harian Anda adalah bagaimana bisa melakukan hal-hal penting yang memberi Anda sukses kecil setiap harinya.</span><span id="more-267"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Hal penting pertama yang harus Anda lakukan adalah menjaga agar secara spiritual selalu dalam keadaan bertenaga untuk bisa menyelesaikan agenda kerja sukses Anda. Disini Anda harus selalu memelihara disiplin ibadah Anda untuk selalu mendapatkan energi dari-Nya, Allah Tuhan Yang Maha Mengatur Kehidupan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Hal penting kedua adalah mengisi pikiran Anda dengan beragam ilmu dan pengetahuan yang akan selalu menjadi referensi berpikir Anda, dan akan menjadi pengarah tindakan Anda. Pikiran yang selalu terisi dengan ilmu akan dapat membantu Anda melakukan tindakan terbaik saat peluang hidup datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Hal penting ketiga yang harus Anda lakukan setiap harinya adalah menyelesaikan setiap rencana Anda sehingga semakin mendekatkan pada cita-cita besar Anda. Disini Anda harus berkomitmen dengan disiplin waktu, selalu terfokus pada tindakan-tindakan yang sudah direncanakan dan memelihara kualitas kerja agar sealu meningkat dari waktu ke waktu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Hal penting ke empat yang harus Anda lakukan adalah melakukan beragam upaya agar kemampuan, keahlian dan kelebihan yang Anda miliki semakin dikenal orang lain. Karena bagaimanapun Anda memiliki kemampuan, keahlian, kelebihan atau produk-produk unggul tetapi jika <span> </span>tidak ada yang tahu, maka tidak akan ada yang mau memakai jasa dan produk Anda itu. ( sumber gambar www.shutterstock.com)<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/seri-kebiasaan-unggul-14-lakukan-lebih-banyak-hal-penting.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anda seorang Negosiator Ulung, bukan? (bagian 3-selesai)</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/anda-seorang-negosiator-ulung-bukan-bagian-3-selesai.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/anda-seorang-negosiator-ulung-bukan-bagian-3-selesai.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 09:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[ambil resiko]]></category>

		<category><![CDATA[damai]]></category>

		<category><![CDATA[jim rohn]]></category>

		<category><![CDATA[kesepatakan]]></category>

		<category><![CDATA[konflik]]></category>

		<category><![CDATA[konsesi]]></category>

		<category><![CDATA[maestro]]></category>

		<category><![CDATA[masa lalu]]></category>

		<category><![CDATA[negosiator]]></category>

		<category><![CDATA[negosiator handal]]></category>

		<category><![CDATA[pedang]]></category>

		<category><![CDATA[resolusi]]></category>

		<category><![CDATA[rio purboyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan pembahasan terakhir tentang profil negosiator yang handal. Ketika Anda memulai sebuah pembelajaran, hendaknya Anda mendekatinya dari konsep diri ideal sang pemilik ketrampilan. Sebab, begitu Anda memahami dengan jelas sikap dirinya –yang terlihat dari bangunan konsep dirinya– seketika beragam pendekatan, teknik, dan ketrampilan yang menyelimuti sang pelaku menjadi lebih mudah Anda duplikasi.

Laksana maestro [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Tulisan ini </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>merupakan pembahasan terakhir tentang profil <a href="http://trustcosurabaya.com/anda-seorang-negosiator-ulung-bukan-bagian-1.html" target="_blank">negosiator </a>yang <a href="http://trustcosurabaya.com/anda-seorang-negosiator-ulung-bukan-bagian-2.html" target="_blank">handal</a>. Ketika Anda memulai sebuah pembelajaran, hendaknya Anda mendekatinya dari konsep diri ideal sang pemilik ketrampilan. Sebab, begitu Anda memahami dengan jelas sikap dirinya –yang terlihat dari bangunan konsep dirinya– seketika beragam pendekatan, teknik, dan ketrampilan yang menyelimuti sang pelaku menjadi lebih mudah Anda duplikasi.</span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="nb-NO" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Laksana maestro pembuat pedang, beliau selalu memulai prosesnya dari penciptaan gagang yang tepat. Dipilihnya jenis kayu/bahan lain berikut spesifikasi yang cocok bagi pedang yang dikehendaki. Selesainya pembuatan gagang pedang, sang empu melanjutkan pekerjaannya kembali dengan pembentukan bilah pedangnya. </span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="nb-NO" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Selama proses berjalan hingga selesainya, sang empu tidak khawatir jika saja dia terlukai oleh tajamnya bilah pedang. Karena sang empu telah memegang gagang yang tepat. Gagang yang membuat pedang mudah digunakan karena pas di tangan. Gagang yang menambah cantik penampilan pedang setelah selesainya. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Dan gagang pedang yang meng-aman-kan sang pemegang dari marabahaya ketajaman bilah pedang. Lalu, apa jadinya jika kita memegang pedang tanpa keberadaan gagang? Tentu saja, sang empu akan mengakhiri pekerjaan pembuatan pedangnya setelah pedang menempati sarung pedang yang menambah daya tarik sang pedang.</span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Begitu pun dengan kita. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Saya yakin, untuk menghasilkan kegemilangan yang lebih efektif adalah dengan menciptakan model bagi sebuah perubahan. Kita bisa menjadi model bagi orang lain, dan sebaliknya kita pun bisa me-model orang lain. Jim Rohn menginspirasikan filosofi ”Kita bisa </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>mendapatkan lebih</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> dari yang sekarang, dengan </span></span><a href="http://trustcosurabaya.com/tentukan-tujuan-hidup-anda.html" target="_blank"><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>menjadi lebih</strong></span></em></span></span></a><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><strong> </strong></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>dari kondisi kita saat ini.” </span></span></p>
<p class="western" style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Terlalu sedikit waktu yang tersedia bagi kita untuk menemukan sendiri beragam prinsip dan </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>panduan praktis dalam menciptakan kehebatan hidup. Selalu saja ada idola yang bisa kita tiru kehebatannya. Kita pasti bisa belajar banyak dari keberhasilan mereka, sama banyaknya juga dari kekeliruan mereka. Bila memang cita-cita kita menjadi hebat, besar, dan luas maka tirulah segera kehebatan mereka. Hilangkan perasaan iri dan sikap menyaingi, dan gantikan dengan ketulusan dan kegembiraan. Hanya jika kita suka akan sesuatu, kita jadi lebih mudah dan jauh lebih bergembira dalam meniru sesuatu itu. Dan ketulusan adalah jaminan atas keberkahan peniruan kita.</span></span></p>
<p class="western" style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Namun, ketika sifat iri menyusup dalam diri secara tiba-tiba tertutuplah jawaban atas pertanyaan &#8230; ”Hal </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>baik apa yang bisa saya pelajari/tiru dari orang itu?” Sikap persaingan yang tidak sehat membuat kita merasa tertekan atas pencapaian prestasi orang lain. Kita merasa tidak rela ketika melihat keberhasilan orang lain. Lalu, kita tersedot dalam spiral energi menurun yang menyedot energi dan produktivitas. </span></span></p>
<p class="western" style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Seolah-olah pencapai</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>an besar apa pun yang kita raih, kita nilai tidak berharga (kurang berharga) di hadapan prestasi orang lain. Padahal setiap kita memiliki kemampuan unik dalam menunaikan Legenda Pribadi-nya, yang oleh karenanya dunia menjadi lebih indah karena kehadiran kita. </span></span></p>
<p class="western" style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0in;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Menjadi sebuah kehormatan bila kita mampu meniru jalan-jalan naik orang-orang yang telah menggoreskan tinta emas sejarah manusia. </span></p>
<p class="western" style="0in;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0in;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Dan sebaliknya, efek </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>terburuk karena merasa tersaingi yang tidak sehat menimbulkan keengganan untuk belajar dari orang lain. Ketika kita enggan belajar, kita pun berhenti bertumbuh. Seperti air yang tergenang, berhenti mengalir, maka segera kemudian semua potensi baiknya menghilang. Kejernihan, kesegaran, dan keindahan air mancur mendadak lenyap digantikan oleh kegelapan, bau amis dan keburukan genangan air. </span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Maka </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>dengan mudah kita pahami bahwa untuk menciptakan negosiasi yang efektif maka kita harus  menjadi negosiator yang handal, yaitu dengan:</span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="center">
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="center">
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="center"><span style="Calibri,sans-serif;"><strong>Bersedia Mengambil Resiko</strong></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="center">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Resiko selalu bersembu</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>nyi dalam setiap langkah hidup. Kapal di pelabuhan memang aman dari keganasan terjangan ombak, tapi pasti bukan untuk itu ia dibuat. Setiap hari kita selalu menghadapi resiko. Namun secara perlahan-lahan kita mulai belajar untuk menghadapinya, lalu mengelolanya. Ketika kita keluar dari rumah kita dan berkendara ke jalan raya, selalu tersedia peluang terjadinya kecelakaan. Hanya karena telah terbiasa, kita seolah-olah mengecilkan arti resiko tadi. Padahal, resiko kecelakaan tetap ada. Toh hingga hari ini, masih saja kita mendengar dan melihat berita kecelakaan terjadi di jalan raya. </span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Yang lebih menarik adalah saat kita bisa memahami bahwa mekanisme internal tubuh kita memang telah di-set-up untuk memberikan jaminan terhadap keselamatan kita. Alasan itulah yang lebih tepat dalam menjelaskan penyebab munculnya ketakutan dan kekhawatiran.  Terutama ketika kita memulai pertemuan dalam negosiasi atau apa pun yang menantang zona nyaman kita. </span></span></p>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Secara tiba-tiba tubuh kita mengirimkan alarm tanda waspada. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Jantung kita berdetak lebih cepat, sebagai jawaban untuk mensuplai kebutuhan lebih terhadap oksigen. Keringat dingin pun mengucur, dan pada sebagian orang tanda-tanda fisik yang lain biasanya turut menyertai ’kondisi transisi’ ini. Mungkin Anda juga pernah mengalami salah satunya. Perut mulas, ingin buang air kecil –tapi ndak ada yang dikeluarkan (???), wajah memucat, jari-jemari bergetar, bibir sedikit bergetar, pening, otot leher terasa lebih kaku, pundak terasa lebih berat, napas tidak teratur/tersengal-sengal, dsb.</span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Dengan</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> melakukan yang justru kita takuti, kita lalu belajar melebarkan zona nyaman kita. Secara perlahan, kita makin mentoleransi beberapa hal kecil yang tidak se-baik perkiraan awal kita. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Kita makin menyadari karena resiko-lah, hidup kita makin berwarna. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Karena resiko baru-lah, kita berpeluang melakukan kesalahan dan masih berpeluang untuk melakukan yang benar pada kesempatan selanjutnya. Kita pun lebih mudah mengerti bahwa ”Setiap </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>keslahan</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> merupakan kesempatan belajar untuk menjadi lebih baik.” </span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Maka</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>, mulailah mengambil resiko dalam negosiasi kecil harian Anda. Bernegosiasilah dengan seseorang yang Anda pikir bersedia untuk mematikan rokoknya, ketika Anda merasa terganggu karena hal itu. Atau, mintalah seorang juru parkir untuk berlaku lebih jujur dengan meminta karcis padanya dan setelahnya ucapkan ”Terima kasih ya Pak.” Atau, ajaklah bicara pihak-pihak yang pernah melukai perasaan Anda –dan katakan pula padanya rasa terima kasih Anda. Karena kesediaan mereka-lah Anda menjadi pribadi baru yang lebih merdeka. Anda merasa terbebaskan dari dendam masa lalu Anda, dan karenanya pula Anda akan merasa lebih ringan untuk menyelesaikan resiko lebih besar yang telah menanti Anda. </span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Berdamailah dengan masa lalu kita, dengan menyelesaikan ’negosiasi kecil’ yang mungkin masih tertunda. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Anda mungkin akan merasakan ketegangan dan keguncangan emosional saat mulai mengerjakannya. Tetapi, segera setelah menyelesaikan hal-hal kecil yang penting itu, kelegaan dan ketenangan akan merayap perlahan untuk kemudian menyelimuti keseharian hidup Anda. Dan saya berharap agar kita bisa menikmati masa depan kita karena telah mengerjakan hal-hal yang kita anggap beresiko di masa lalu. </span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>S</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>ebaliknya, kita akan menyesali semua resiko yang tidak kita ambil, semua kesempatan yang tidak kita raih, dan semua ketakutan yang tidak kita hadapi. Saya perlu untuk mengingatkan diri saya bahwa selalu ada kebebasan di sisi lain ketakutan. Karena pada akhirnya, resiko terbesar dalam hidup terjadi ketika kita tidak mengambil resiko yang terukur.</span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="center">
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="center">
<p class="western" style="0;" align="center"><span style="Calibri,sans-serif;"><strong>Bersedia Meninggalkan Transaksi</strong></span></p>
<p class="western" style="0;">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Sebelum memutuskan untuk melanjutkan transaksi, sangat baik jika Anda mempertimbangkan ulang posisi Anda dan lawan bicara dalam proses negosiasi itu. Bersikaplah tegas dalam memegang prinsip, dalam bersikap yang benar. Apa pun kondisi yang terjadi, kita harus tetap tampil dan berpikir yang terbaik dalam mengambil sebuah keputusan. Ketika negosiasi mulai berujung pada ketidaksepakatan yang beraromakan konflik, penting bagi Anda untuk mengurai kembali konsesi (kesepakatan bersama) yang telah terjadi sebelumnya. Bahkan, meski konsesi-konsesi yang diambil itu kecil. Dengannya, Anda bisa ajak lawan bicara meninjau ulang berbagai kesamaan yang telah Anda hasilkan bersama. </span></p>
<p class="western" style="0;" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Ketika pada akhirnya, Anda harus tetap bersikap tegas dalam membela posisi dan keuntungan maksimal yang bisa diperoleh kedua pihak, ternyata Anda berhadapan dengan kehendak yang berlainan dari negosiator yang lain. Inilah saatnya Anda putuskan untuk </span><span style="Calibri,sans-serif;"><em><strong>SELESAI</strong></em></span><span style="Calibri,sans-serif;">. Katakan saja Anda berhenti, dan dengan santun tinggalkanlah transaksi. Sampai di situ, Anda akan menjadi pribadi yang lebih tegas bagi diri Anda sendiri, bagi posisi dan nilai-nilai pribadi Anda, bagi pihak yang Anda wakili, serta bagi negosiator yang berhadapan dengan Anda –ia akan lebih menghargai setiap kali kesempatan bernegosiasi dengan Anda, karena ia sudah ketahui profil ketegasan Anda. Tegaslah untuk apa yang menjadi kewajiban Anda dalam menjalankan negosiasi yang saling menguntungkan. Tegaslah dalam hak Anda untuk menerima hasil yang memuaskan. Berhentilah menempatkan diri dalam posisi terdesak dan keharusan untuk selalu menutup sebuah transaksi, karena hal itu justru mendorong Anda harus menerima setiap butir transaksi. Yang seringkali tidak memuaskan.</span></p>
<p class="western" style="0;" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Pada dasarnya, saat bernegosiasi, hanya ada dua posisi yang kita ambil. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Yakni sebagai pembeli, atau sebagai penjual. Keuntungan berposisi sebagai pembeli adalah Anda bisa memilih layanan yang beragam dari berbagai penjual yang lain, dengan beragam konsekuensi pastinya (mis: harga, layanan purna jual, dsb). Dengan ketahui hal ini, Anda jadi terbebas dari keharusan untuk menutup transaksi hanya dari satu jenis penjual saja. Anda tentu memiliki pilihan yang lain, bukan? Nah, sebagai penjual Anda pun juga berhak memilih jenis pelanggan sepereti apa yang hendak Anda layani. Sebagai penjual, pasti Anda sudah bisa bayangkan tipe seperti apa (calon) pembeli ideal Anda. Dengannya, Anda pun merasa lebih bebas untuk memilih dan melayani jenis pelanggan tertentu. Sebab, setiap produk pasti memiliki pembelinya masing-masing. Hanya saja, kapan tepatnya terjadi transaksi antara pembeli (ideal) dengan layanan yang tepat? Keahlian negosiasi Anda-lah yang menjadi jembatan solusinya.</span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="es-ES" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Sampai saat ini, </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>saya tidak sarankan Anda harus selalu pergi meninggalkan setiap transaksi. Bukan begitu. Tapi begini! </span></span></p>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Saat Anda tidak pertimbangkan sama sekali OPSI untuk pergi meninggalkan negosiasi, Anda akan cenderung mengalah pada pihak lain untuk melakukan transaksi.</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> Tetapi, ketika Anda ketahui dan sadari ada </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><strong>OPSI LAIN</strong></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>, negosiator lain akan merasakan ketegasan dalam diri Anda. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><strong>Kesediaan</strong></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> (keberanian) Anda untuk pergi meninggalkan transaksi adalah salah satu peluang tawar-menawar terbesar yang Anda kuasai.</span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="es-ES" align="justify">
<p class="western" style="0;" lang="es-ES" align="center">
<p class="western" style="0;" lang="es-ES" align="center"><span style="Calibri,sans-serif;"><strong>Berorientasi pada Pemecahan Masalah</strong></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="es-ES">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Kita b</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>elajar lebih banyak dari kegagalan kita ketimbang keberhasilan kita. Ketika </span></span><span style="Calibri,sans-serif;">kita berhasil lebih mudah bagi kita untuk segera berpuas diri, menyombongkan kemampuan, dan sebagai akibat terdekatnya, lebih mudah bagi kita tergelincir karena kesuksesan dibandingkan karena kegagalan. </span></p>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Ketika gagal, kita merasa lebih waspada terhadap peluang-peluang baru. Kita berlatih lebih keras dan lebih intens untuk memperbaiki kinerja kita. Kita kemudian mencari cara-cara lebih mutakhir yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kita. Dan pada akhirnya, hanya karena kita pernah gagal kita jadi lebih mudah menghargai keberhasilan. </span></p>
<p class="western" style="0;" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Prinsip yang sama berlaku pula pada negosiasi. Bayangkan bila kita bertemu dengan seseorang yang selalu berorientasi pada solusi. Pasti kita bergembira dan merasa beruntung bisa menemui orang seperti ini. </span></p>
<p class="western" style="0;" align="center">
<p class="western" style="0;" align="center">
<p class="western" style="0;" align="center"><span style="Calibri,sans-serif;"><strong>Buku sakU LATihan tindaKAN</strong></span></p>
<p class="western" style="0;" align="center"><span style="Calibri,sans-serif;"><strong>(BULATKAN)</strong></span></p>
<p class="western" style="0;">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;">Sejak sekarang Anda akan terbiasa menggunakan buku saku latihan tindakan. BULATKAN. Sebuah istilah yang saya gunakan untuk merangkum pengertian dan panduan praktis yang lebih memudahkan kita dalam melatih tindakan sebagai hasil pembelajaran kita. </span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Biasakanlah untuk mengubah hasil pembelajaran kita ke dalam tindakan, sebab dengan itulah pengetahuan kita terbukti hasilnya. </span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>T</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>antangan kita dalam memperbagus karakter sambil terus meningkatkan kompetensi negosiasi akan lebih mudah terjawab dengan&#8230;</span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="sv-SE" align="justify">
<ol>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Cari, </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>pilih, 	dan </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>duplikasi-lah 	karakter</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> seorang negosiator ulung. </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>Awali</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> setiap negosiasi Anda </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>dengan 	kesadaran negosiasi</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>. 	Latihlah ketegasan Anda dalam kehidupan sehari-hari dengan 	mengungkapkan perasaan Anda tanpa perasaan terluka maupun melukai 	perasaan orang lain.</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Jadi</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>kan 	orang lain menyukai Anda karena kelihaian </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>mendengarkan</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Pertajam 	kemampuan Anda dalam mendengarkan dengan kesediaan untuk lebih 	banyak diam dan –seperti seorang detektif– galilah keinginan dan 	kebutuhan pihak lain dengan memperhatikan pesan verbal dan 	non-verbal mereka.</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Negosiator yang </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>lebih 	sabar</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>, 	lebih mudah memegang kendali negosiasi, seiring meningkatnya 	kecemasan dan keharusan dalam memutuskan transaksi. Jadikanlah diri 	Anda lebih sabar di dalam dan di luar ruang negosiasi!</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Selalu ada 	pendekatan baru yang lebih efektif dalam setiap negosiasi. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Maka 	temukanlah! </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>Luweslah</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> dalam berhubungan </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>dengan 	orang lain</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>, 	dan Anda akan terkejut ketika menyadari betapa hebatnya efek 	fleksibilitas dalam merekatkan Anda dan orang lain. Ternyata, cara 	termudah untuk mengalahkan </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><strong>l</strong></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>awan</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> adalah dengan menjadikannya </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><strong>k</strong></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>awan</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>.</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Nik</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>matilah 	proses negosiasi Anda dengan membayangkan keuntungan jangka panjang 	dari hubungan positif kedua belah pihak. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>Bertanyalah</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> pada diri Anda, </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><strong>”</strong></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Hal 	positif apa yang bisa aku tambahkan, supaya negosiasi ini berjalan 	harmonis bagi kedua pihak?</span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><strong>”</strong></em></span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Pancangkan 	pandangan Anda pada gambaran besar negosiasi, berupa </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>kepuasan 	bersama</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> atas tercapainya tujuan kedua belah pihak.</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>B</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>eranilah</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> untuk </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>mengambil 	resiko</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> di setiap aspek hidup Anda, termasuk ketika bernegosiasi. Ijinkan 	diri Anda untuk melebarkan zona nyaman, untuk keluar menuju arah dan 	tempat yang baru –yang mungkin; asing dan aneh– yang mungkin 	belum pernah terbayangkan sebelumnya. </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>Tinggalkan</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> saja situasi negosiasi </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>begitu</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> Anda merasa telah </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>keluar 	jalur</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span> dari arah negosiasi yang benar. </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>Solusi</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>, </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>solusi</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>, 	dan </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>solusi</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>. 	Semakin mahir Anda menemukan akar masalah dalam setiap negosiasi, 	semakin mudah bagi Anda menemukan solusinya. Maka, semakin 	terbukti-lah Anda sebagai seorang negosiator yang ulung. </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Lebih dari apa 	pun, </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>lakukanlah 	poin-poin di atas. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>Bernegosiasilah</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>! 	Praktikkan-lah jurus-jurus ampuh yang telah Anda pelajari. </span></span></p>
</li>
</ol>
<p class="western" style="0;" lang="fi-FI" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Dalam tulisan ini telah saya </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>tegaskan ulang pentingnya menjadi seorang negosiator yang ulung. Anda bisa menutup transaksi negosiasi dengan lebih baik untuk lebih banyak lagi kesempatan di masa depan, dengan menjadi negosiator yang lebih efektif. </span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="fi-FI" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Anda bisa <a href="http://trustcosurabaya.com/5-mitos-ngawur-tentang-negosiasi.html" target="_blank">pelajari </a></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><a href="http://trustcosurabaya.com/5-mitos-ngawur-tentang-negosiasi.html" target="_blank">kembali</a> 11 rahasia kepribadian dan keahlian tersebut, yang telah saya rangkumkan menjadi </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span><em><span style="underline;"><strong>BULATKAN</strong></span></em></span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>. Ke-11 hal ini bisa segera Anda serap, miliki, dan tampilkan di setiap kesempatan. </span></span></p>
<p class="western" style="0;" lang="fi-FI" align="justify">
<p class="western" style="0;" align="justify"><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Semoga tulisan sederhana ini berguna. </span></span><span style="Calibri,sans-serif;"><span>Dan, selamat bernegosiasi ya!</span></span></p>
<p class="western" style="0;" align="justify">Rio Purboyo</p>
<p class="western" style="0;" align="justify">0858.1531.1207</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/anda-seorang-negosiator-ulung-bukan-bagian-3-selesai.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
