<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Trustco Surabaya</title>
	<atom:link href="http://trustcosurabaya.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://trustcosurabaya.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 03:22:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kerjaan Orang Susah Nonton Tivi, Orang Bahagia Membaca &#038; Bersosialisasi</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/kerjaan-orang-susah-nonton-tivi-orang-bahagia-membaca-bersosialisasi.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/kerjaan-orang-susah-nonton-tivi-orang-bahagia-membaca-bersosialisasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 03:22:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[Orang Bahagia]]></category>

		<category><![CDATA[Orang Susah]]></category>

		<category><![CDATA[Televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian yg dilakukan oleh sosiolog di Universitas Maryland menyatakan bahwa orang-orang yg susah cenderung nonton acara televisi lebih banyak, sementara mereka yg terbilang bahagia cenderung menghabiskan waktu mereka untuk membaca dan bersosialisasi.
Penelitian ini dilakukan selama 30 tahun terhadap 30.000 orang dewasa dalam serangkaian survei tentang perilaku sosial. Para peneliti tersebut melaporkan bahwa menghabiskan waktu untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian yg dilakukan oleh sosiolog di Universitas Maryland menyatakan bahwa orang-orang yg susah cenderung nonton acara televisi lebih banyak, sementara mereka yg terbilang bahagia cenderung menghabiskan waktu mereka untuk membaca dan bersosialisasi.</p>
<p>Penelitian ini dilakukan selama 30 tahun terhadap 30.000 orang dewasa dalam serangkaian survei tentang perilaku sosial. Para peneliti tersebut melaporkan bahwa menghabiskan waktu untuk menonton televisi bisa menimbulkan kebagiaan selama sesaat bagi seseorang, namun hanya sedikit saja dampak positif untuk jangka panjang.</p>
<p><img src="http://i.treehugger.com/images/2007/10/24/TV%20graph.jpg" alt="data - anak menonton televisi" /></p>
<p>Silahkan baca lebih lanjut tentang temuan ini di link berikut ini:<br />
<a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/orang-susah-kerjanya-nonton-tivi-orang-bahagia-mbaca-dan-bersosialisasi/">Orang Susah Kerjanya Nonton Tivi, Orang Bahagia Mbaca dan Bersosialisasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/kerjaan-orang-susah-nonton-tivi-orang-bahagia-membaca-bersosialisasi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Menelusuri Sumbernya</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/mengukur-tingkat-percaya-diri-dan-menelusuri-sumbernya.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/mengukur-tingkat-percaya-diri-dan-menelusuri-sumbernya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 05:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[PD]]></category>

		<category><![CDATA[PeDe]]></category>

		<category><![CDATA[Percaya Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Tingkat percaya diri Anda bisa berubah tergantung pada tempat dan waktu. Bila Anda megingat-ingat sepuluh tahun lalu, Anda tentu akan rasakan betapa tingkat percaya diri Anda telah meningkat sejalan dg banyaknya pengalaman yg telah dilalui. Seberapa PeDe Anda juga bisa dipengaruhi oleh situasi, apa-apa yg terjadi di tempat kerja maupun di rumah. Ada kalanya Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tingkat percaya diri Anda bisa berubah tergantung pada tempat dan waktu. Bila Anda megingat-ingat sepuluh tahun lalu, Anda tentu akan rasakan betapa tingkat percaya diri Anda telah meningkat sejalan dg banyaknya pengalaman yg telah dilalui. Seberapa PeDe Anda juga bisa dipengaruhi oleh situasi, apa-apa yg terjadi di tempat kerja maupun di rumah. Ada kalanya Anda merasa begitu percaya diri, dan ada pula kala di mana Anda merasa begitu <em>down</em>. Ketika Anda sedang tidak merasa begitu sehat dan menangani terlalu banyak pekerjaan sehingga kewalahan, tingkat PeDe Anda mungkin akan goyah. Namun manakala Anda merasa begitu fit dan merasa telah melakukan tugas Anda dg baik, maka Anda merasa seperti bisa menaklukkan dunia.</p>
<p>Ada banyak cara mengukur tingkat PeDe, berikut adalah salah satunya. Berikan skor 1 sampai 5 untuk pernyataan<sup>2</sup> berikut ini:</p>
<ul>
<li> Saya sudah punya kejelasan tentang apa<sup>2</sup> yg penting dalam hidup</li>
<li> Saya benar<sup>2</sup> telah tahu apa yg saya inginkan untuk kehidupan saya</li>
<li> Saya tak bernah mencela diri habis-habisan atas kegagalan yg saya alami</li>
<li> Saya bisa tetap berdiri tegak dan berpikir jernih meskipun suasananya sudah jadi begitu emosional</li>
<li> Banyak dari pekerjaan saya melibatkan apa<sup>2</sup> yg saya begitu suka untuk jalani</li>
<li> Terkadang saya benar<sup>2</sup> merasa begitu tenggelam dalam pekerjaan</li>
<li> Saya dikenal orang sbg orang yg optimis</li>
<li> Saya menghargai diri sendiri dan orang<sup>2</sup> di sekitar saya</li>
<li> Saya punya penilaian yg realistis tentang kekuatan dan kelemahan saya</li>
<li> Saya tahu apa yg orang lain pikir tentang apa<sup>2</sup> yg jadi kekuatan saya</li>
<li> Saya tidak merasa canggung untuk mencoba hal dan tantangan baru</li>
<li> Saya begitu menikmati pengalaman belajar dan bertumbuh</li>
<li> Saya merasa mampu menangani stres</li>
</ul>
<p>Semakin tinggi skor Anda, semakin bisa dibilang PeDe Anda. Namun jangan khawatir jika Anda tidak sampai berikan skor 5 untuk setiap pernyataan di atas. Bukan berarti orang yg punya tidak punya skor sempurna tidak bisa sukses. Ada toh orang<sup>2</sup> yg masih merasa canggung pada hal<sup>2 </sup>baru lebih karena dia memang suka menganalisa di awal. Dia bukannya tidak percaya diri. Dia justru amat percaya diri dg kekuatan analisanya yg membuat dia tidak dg segera nyemplung ke dalam air.</p>
<p>Silahkan membaca lanjutan dari tulisan ini pada link berikut ini:<br />
<a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/mengukur-tingkat-percaya-diri-dan-menelusuri-sumbernya/">Mengukur dan menelusuri sumber percaya diri</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/mengukur-tingkat-percaya-diri-dan-menelusuri-sumbernya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lakukanlah General Check Up Terhadap Kepemimpinan Anda !</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/lakukanlah-general-check-up-terhadap-kepemimpinan-anda.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/lakukanlah-general-check-up-terhadap-kepemimpinan-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 01:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<category><![CDATA[Check Up Kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[ Saya percaya bahwa anda dalam setahun terakhir ini banyak sekali melihat pertumbuhan sebuah institusi bisnis yang begitu menakjubkan .Sebagaimana anda juga melihat bertumbangannya begitu banyak institusi bisnis disekitar anda .Kunci utama dari sebuah pertumbuhan atau sebuah kehancuran adalah kepemimpinan dari sang pemilik bisnis itu.Tapi ini sesungguhnya berlaku umum . Tumbuh dan hancurnya sebuah institusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--> Saya percaya bahwa anda dalam setahun terakhir ini banyak sekali melihat pertumbuhan sebuah institusi bisnis yang begitu menakjubkan .Sebagaimana anda juga melihat bertumbangannya begitu banyak institusi bisnis disekitar anda .Kunci utama dari sebuah pertumbuhan atau sebuah kehancuran adalah kepemimpinan dari sang pemilik bisnis itu.Tapi ini sesungguhnya berlaku umum . Tumbuh dan hancurnya sebuah institusi apapun amat bergantung pada kemampuan pemimpinnya dalam memimpin .Jadi sekarang mari lakukan <span> </span>General Check Up terhadap kualitas kepemimpinan yang ada dalam diri anda , sebelum anda memimpin lebih jauh lagi <span> </span>:<span id="more-205"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong> : Tanyakan pada diri anda apakah anda punya <strong>pengaruh </strong>pada orang orang anda ?.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ya ini satu prissip fundamental dalam memimpin .Orang orang anda tidak akan mau anda gerakkan kalau mereka tidak melihat dan tidak merasa adanya pengaruh yang anda tanam dalam diri mereka.Anda bisa menanamkan pengaruh dengan benar melalui materi yang anda bagikan dengan tulus, atensi yang anda perlihatkan dengan penuh empati , edukasi yang anda lakukan dengan penuh dedikasi untuk meningkatkan kualitas mereka<span> </span>, serta moralitas yang anda tampilkan dengan penuh tanggungjawab yang tulus dan murni.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong> : Jujurlah pada diri anda apakah anda memiliki kemampuan membuat <strong>prioritas</strong> kerja dalam hidup anda ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Begitu anda berhasrat mencapai tujuan tujuan yang lebih besar dari sekarang , anda tidak bisa lagi menangani semua pekerjaan .Sebagiannya harus anda delegasikan kepada orang orang yang anda yakini dapat menjalankannya dengan memberikan ruang toleransi, bahwa mereka tidak bisa selalu memperlihatkan kesempurnaan dan tiak pernah salah .Sementara sebagian pekerjaan yang lain harus anda tangani sendiri.Jadi anda harus tahu apa yang harus anda dahulukan untuk dituntaskan oleh anda sendiri .Mana yang harus kemudian kerjakan kemudian ? Dan mana lagi pekerjaan yang harus anda delegasikan pada orang orang anda ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Anda harus dapat memprioritaskan melakukan tindakan tindakan yang punya dampak besar dan strategis bagi pencapaian visi anda. .Inilah sejumlah tindakan yang harus anda prioritaskan :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">1.Melakukan semua aktivitas pengembangan diri anda dan orang orang anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">2.Membangun jaringan dengan sebanyak mungkin pusat pusat sumber daya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">3.Memperbaiki proses proses produksi sehingga output barang dan jasa menjadi<span> </span>lebih unggul</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">4.Meningkatkan aktifitas promosi dari barang dan jasa yang anda hasilkan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">5.Meningkatkan jumlah transaksi permintaan atas barang dan jasa dari institusi anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Ketiga</span></strong><span lang="SV"> : Periksalah diri anda apakah punya kemampuan <strong>memecahkan masalah</strong> ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Sepanjang anda bekerja mencapai visi institusi anda , maka anda akan dihadapkan pada masalah masalah sumber daya , jaringan dan networking , proses proses produksi ,promosi dan peningkatan jumlah transaksi.Jika anda tidak mampu memecahkan masalah masalah itu anda hanya mendapati institusi anda menjadi stagnan dan bahkan akan hancur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Keempat</span></strong><span lang="SV"> : Dengarkanlah kritik dan saran orang pada anda tentang <strong>integritas</strong> diri anda ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Bukan hanya penguasaan beragam ilmu dan keahlian yang dibutuhkan oleh orang orang anda, tetapi mereka ingin pada pemimmpinnya ada kepaduan antara keyakinannya, ucapan-ucapannya yang mengispirasi serta tindakan –tindakan yang memperlihatkan rasa percaya diri dan kecermatan dalam bekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Oleh karenanya bukalah diri anda untuk dapat menampung semua umpan balik , masukan , kritik atau apa saja namanya , yang selalu mengaharapkan anda dapat menyempurnakan kualitas kepribadian anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Tetapi jauh lebih baik kalau anda dapat menangkap isyarat dini – jadi tidak perlu menunggu umpan balik itu – untuk dapat memperbaiki integritas diri anda..Begitu anda melihat loyalitas yang mulai menurun pada orang –orang anda , itu pertanda bahwa anda sedang diprotes pada kualitas integritas anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IT">Kelima</span></strong><span lang="IT"> : Buka kembali catatan masa lalu anda , apakah anda punya kebiasaan <strong>disiplin</strong> dalam hidup anda ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT">Anda akan menemukan bahwa setiap kebiasaan dan tindakan disiplin selalu membawa keberhasilan dalam semua rencana hidup anda.Akan tetapi sebaliknya ketidak displinan selalu mempertemukan anda dengan kegagalan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IT">Keenam</span></strong><span lang="IT"> : Lihatlah fokus perhatian anda , apakah anda<span> </span>selalu berpikir untuk <strong>mengembangkan</strong> orang orang anda ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT">Anda harus menyadari , jika semua pekerjaan institusi anda , anda tangani sendiri , institusi anda memang berjalan dan tumbuh tetapi dalam laju yang sangat pelan.Namun jika anda berfokus mengembangkan orang orang anda sehinga level kemampuan mereka meningkat anda akan mendapati kenyataan bahwa institusi anda akan mengalami lompatan kemajuan .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IT">Ketuju<span> </span>: </span></strong><span lang="IT">Sebelum anda memulai perjalanan anda dalam memimpin , apakah anda punya <strong>asset utama berupa SDM</strong> handal dalam institusi anda?. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT">Jika asset SDM anda kapasitasnya biasa biasa saja , pertumbuhan instusi anda juga biasa – biasa saja . Jika asset SDM anda handal pertumbuhan institusi anda akan luar biasa , sebab ketika anda mengembangkannya , mereka akan berkembang mencapai level lebih tinggi dari yang mungkin dicapai oleh SDM yang biasa biasa saja kualitasnya. Itu artinya anda bisa lebih cepat meraih visi institusi anda .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IT">Kedelapan</span></strong><span lang="IT"> : Apakah anda punya <strong>visi dan wawasan</strong> yang cukup untuk membawa institusi anda bertumbuh dan berkembang ?.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT">Visi dan wawasan akan menyediakan referensi berpikir bagi anda .Dengannya anda tahu kemana institusi anda akan dibawa.Anda juga mengerti bagaimana mengembangkan semua asset yang anda miliki.Anda juga bisa memecahkan masalah yang dihadapi institusi anda <strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/lakukanlah-general-check-up-terhadap-kepemimpinan-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PeDe, Percaya Diri: Karakteristik &#038; Signifikansi</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/pede-percaya-diri-karakteristik-signifikansi.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/pede-percaya-diri-karakteristik-signifikansi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 07:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[PeDe]]></category>

		<category><![CDATA[Percaya Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Kita telah mengetahui bahwa salah satu kemampuan penting yg patut dimiliki adalah dalam membangun rasa percaya diri atau perasaan yakin akan keberhasilan. Hal ini terutama ketika kita dihadapkan pada kondisi tidak mendukung dan pengetahuan kita mengarah pada asumsi gagal. Lebih dari itu, Ini juga merupakan kemampuan yg amat penting di saat kita harus melakukan sesuatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita telah mengetahui bahwa salah satu kemampuan penting yg patut dimiliki adalah dalam membangun rasa percaya diri atau perasaan yakin akan keberhasilan. Hal ini terutama ketika kita dihadapkan pada kondisi tidak mendukung dan pengetahuan kita mengarah pada asumsi gagal. Lebih dari itu, Ini juga merupakan kemampuan yg amat penting di saat kita harus melakukan sesuatu yg kita belum punya referensi pengalaman positif tentangnya.  Apa sih sebenarnya Percaya Diri itu?</p>
<p>Saya memaknai percaya diri sebagai perasaan yakin akan kemampuan kita untuk melakukan suatu hal dg baik atau sesuai dg kriteria standar tertentu. Namun bagi saya yg namanya percaya diri ini bukanlah sekedar memiliki perasaan mantap dalam diri, namun juga <em>haruslah berwujud tindakan nyata sbg implikasi darinya</em>. Sehingga definisi percaya diri juga harus melingkupi kemampuan untuk mengambil tindakan efektif dalam situasi yg sulit dan menantang sekalipun.</p>
<p><img title="anjing kucing percaya diri bernyali" src="http://www.emmitsburg.net/humor/pictures/2001/Extreme_Self_Confidence.jpg" alt="anjing kucing percaya diri bernyali" width="451" height="311" /></p>
<p>Orang yg terampil dan berpengetahuan tidak akan bisa menunjukkan performa terbaik jika dia miliki percaya diri yg rendah. Semisal orang yg bekerja di bidang sales. Mempelajari pengetahuan tentang sales dari buku dan melatih teknik sales jelas merupakan prasyarat menuju sukses. Namun itu semua adl tantangan yg berbeda dibanding dg terjun langsung ke lapangan dan menerapkan pengetahuan &amp; teknik tsb secara tatap muka dg seorang prospek. Karena di situlah ujian kompetensi yg sebenarnya.  Terampil &amp; berpengetahuan tak akan banyak membantu jika mentalitas diri belum mendukung dan percaya diri belum terbangun.</p>
<p>Anda bisa membaca secara lengkap tulisan tentang PeDe ini <a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/pede-percaya-diri-karakteristik-signifikansi/">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/pede-percaya-diri-karakteristik-signifikansi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemimpin dan Perubahan</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/pemimpin-dan-perubahan.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/pemimpin-dan-perubahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 21:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<category><![CDATA[perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang anda bisa menemukan banyak pemimpin yang tiba tiba mengalami ketidakberdayaan menghadapi situasi dan kondisi negatif yang menerpa organisasi atau institusinya nya . Ia tiba tiba menjumpai fenomena – fenomena berikut pada orang orang dalam institusisnya :

Pertama : Menurunnya disiplin kerja .
Orang –orangnya mulai tidak datang tepat waktu dalam rapat – rapat konsolidasi, pekerjaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sekarang anda bisa menemukan banyak pemimpin yang tiba tiba mengalami ketidakberdayaan menghadapi <strong>situasi dan kondisi negatif yang menerpa organisasi atau institusinya nya</strong> . Ia tiba tiba menjumpai fenomena – fenomena berikut pada orang orang dalam institusisnya :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Pertama : Menurunnya disiplin kerja .</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Orang –orangnya mulai tidak datang tepat waktu dalam rapat – rapat konsolidasi, pekerjaan yang lebih molor penyelesaiannya dibandingkan tenggat waktu yang ditetapkan , banyak waktu yang terbuang percuma untuk tindakan dan aktivitas yang tidak produktif dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Kedua :Menurunnya produktifitas kerja</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jumlah barang dan jasa yang dapat diproduksi atau dihasilkan oleh orang orangnnya persatuan waktu atau persatuan sumberdaya mulai rendah<span id="more-203"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Ketiga :Menurunnya semangat belajar ditengah tengah<span> </span>kenyataan banjir informasi .</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Orang orang dalam institusinya merasa sudah cukup memiliki ilmu dan keahlian dalam bekerja , lalu menunjukkan sikap enggan untuk berkembang lagi melalui aktivitas belajar formal maupun informal .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Keempat :Menurunyya inovasi kerja orang orangnya </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Akibat  tiga hal diatas , orang orangnya tidak menunjukkan hasil kerja baru yang mencerminkan adanya hal hal baru dari yang dhasilkan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Keima : Intitusi competitor mulai dapat mengejar dan menyamai sebagian yang dicapai oleh organisasinya.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ini dampak saja dari hal hal yang saya sebutkan diatas .Jadi selama keempat hal diatas tidak bisa diatasi oleh sang pemimpin , buka sekedar intitusinya bisa disamai bahkan bisa diungguli oleh pesaingnya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Secara personal ia memang bisa menyalahkan orang orangnya .Tetapi secara institusional pemimpinlah yang harus bertanggung jawab terhadap situasi intitusinya dan kinerja orang orangnya .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Akar penyelesaiannya , salah satu diantaranya bisa ditelusuri dari dimulainya perubahan yang dilakukan<span> </span>oleh institusi yang sedang dipimpinnya. Perubahan perubahan itu bisa berupa :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong> : Tersedianya peluang bagi institusinya untuk memperluas wilayah pemasaran barang atau jasa yang diproduksi dan dijualnya. Ini biasanya menyebabkan orang orangnya bekerja dalam area yang jauh lebih luas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Kedua </strong>:Diputuskannya<span> </span>untuk menambah jenis barang atau jasa yang diproduksinya .Ini biasanya menyebabkan orang orangnya dituntut bisa menghasilkan produk yang jauh lebih banyak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Ketiga</strong> :Bergabungnya orang orang baru dalam institusinya sebagai konsekwensi dari meningkatnya tuntutan untuk menambah tenaga kerja bagi institusinya. Dampaknya ia akan memiliki orang orang yang tidak sama kualitasnya karena yang baru bergabung biasanya kalah pengalaman dengan pendahulunya, apalagi jika tidak ditunjang oelh system seleksi yang berkualitas</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Keempat</strong> : Munculnya kompetitor baru bagi institusinya yang memperebutkan pasar yang sama .Ini menyebabkan ia memacu orang orangnya untuk bisa bekerja sehingga mampu mengatasi persaingan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Masih banyak lagi yang mungkin bisa disebutkan disini .Tetapi dari keempat perubahan yang saya sebutkan diatas tentu siapapun yang menjadi pemimpin bagi institusi tersebut tentu harus menyadari kewajiban untuk juga melakukan perubahan perlakuan terhadap orang –orang , sarana dan teknologi kerja serta system dan manajemen kerja institusinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Khusus untuk orang orangnya ia harus bisa melakukan pemberdayaan dari waktu kewaktu. <strong>Sebab seorang pemimpin adalah sosok yang harus berada di garda terdepan dalam memberdayakan orang orangnya .Ia punya kewajiban untuk :</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Pertama </strong>:Menjaga stabilitas dan performa spiritual orang-orangnya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dalam performa spiritual yang bagus , orang orangnya akan mudah sekali meperlihatkan kedisiplinan , kesabaran , keberanian dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Kedua :</strong>Menumbuhkan kematangan dan kedewasaan emosi orang orangnya. Ini karena dalam bekerja akan selalu melibatkan orang lain .Sementara bekerja bersama orang lain tuntutan untuk berlapang dada , terbuka terhadap kritik konstruktif , selalu mau mengoreksi dan memperbaiki diri dan sebagainya , mutlak diperlukan . In hanya mungkin jika seseorang memiliki kedewasaan secara emosional .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Ketiga :</strong>Meperluas wawasan , pengetahuan dan keahlian orang orangnya .Situasi baru , persoalan baru dan tantangan baru tentu memerlukan wawasan , pengetahuan dan keahlian baru untuk menghadapi dan menyelesaikannya .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Keempat</strong> :Mempertahankan dan meningkatkan budaya kerja unggul dalam institusinya.Berbekal dengan tiga hal diatas , budaya kerja unggul akan lebih mudah dibentuk .Dampak jangka panjangnya adalah tercapainya produktifitas yang tinggi pada institusinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Kelima :</strong>Menjamin ketersediaan sumberdaya yang dibutuhkan untuk bekerja oleh orang orangnya.Seorang pemimpin harus memahami hal yang aksiomatik ini.Orang – orangnya akan bekerja secara maksimal sesuai dengan visi yang telah dikomunikasikannya kepada mereka , hanya jika mereka merasa bahwa semua sumberdaya yang dibutuhkannya disediakan oleh sang pemimpin <span> </span>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tuntutan – tuntutan seperti inilah yang mengharuskan seorang pemimpin untuk selalu<span> </span>menjaga agar dirinya bisa terus<span> </span><strong>bertumbuh dan berkembang</strong> dalam semua aspek kerpibadiannya. Oleh karenanya ia harus :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong> :Punya hubungan yang kuat dengan Tuhannya agar ia selalu kokoh secara spiritual serta kuat dan matang secara emosional</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Kedua </strong>:Bisa membaca semua perubahan yang terjadi didalam dan diluar institusinya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Ketiga</strong> :Menjaga kedekatan dengan orang orangnya untuk bisa membangun hubungan yang kondusif yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja institusinya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Keempat</strong> :Selalu berdedikasi menyediakan waktu khusus untuk senantiasa belajar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/pemimpin-dan-perubahan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anda seorang Negosiator Ulung, bukan? (bagian 2)</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/anda-seorang-negosiator-ulung-bukan-bagian-2.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/anda-seorang-negosiator-ulung-bukan-bagian-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 01:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[asumsi]]></category>

		<category><![CDATA[canggih]]></category>

		<category><![CDATA[dugaan]]></category>

		<category><![CDATA[fleksibel]]></category>

		<category><![CDATA[fokus]]></category>

		<category><![CDATA[hubungan positif]]></category>

		<category><![CDATA[informasi]]></category>

		<category><![CDATA[jendral]]></category>

		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>

		<category><![CDATA[kecemasan]]></category>

		<category><![CDATA[kendali negosiasi]]></category>

		<category><![CDATA[kesabaran]]></category>

		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>

		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>

		<category><![CDATA[membeli rumah]]></category>

		<category><![CDATA[puas]]></category>

		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<category><![CDATA[Tujuan bersama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Anda telah memahami bahwa kesadaran negosiasi membantu Anda menciptakan situasi yang kondusif bagi pencapaian kesepakatan yang ’win-win solution’. Keahlian Anda dalam mendengarkan makin mengokohkan pribadi Anda sebagai seorang negosiator yang terhormat di mata pihak lain.
Kali ini saya hendak melanjutkan pembahasan mengenai karakter negosiator yang handal. Yakni kesabaran, sikap yang fleksibel, dan berfokus pada kepuasan bersama. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda telah memahami bahwa kesadaran negosiasi membantu Anda menciptakan situasi yang kondusif bagi pencapaian kesepakatan yang ’win-win solution’. Keahlian Anda dalam mendengarkan makin mengokohkan pribadi Anda sebagai seorang negosiator yang terhormat di mata pihak lain.</p>
<p>Kali ini saya hendak melanjutkan pembahasan mengenai karakter negosiator yang handal. Yakni kesabaran, sikap yang fleksibel, dan berfokus pada kepuasan bersama. Mari kita selidiki satu per satu.</p>
<p style="center;"><strong>Kesabaran</strong></p>
<p>Informasi makin membanjiri dunia. Akibatnya, kita pun makin berharap segalanya selesai lebih cepat. ”Khan sudah canggih, kalo’ bisa cepat kenapa diperlambat?” mungkin itu asumsi kita. Dalam era digital, ritme hidup kita jadi terburu-buru. Sangat cepat dan hampir-hampir non-stop. Kalo nggak percaya, tanyakan saja pada pembaca tulisan ini. Tiap menit makin berharga, seakan-akan itulah potongan byte terakhir yang tersisa.</p>
<p>Kita makin tidak sabar, ingin segera menerima informasi sesegera mungkin. Padahal, dalam negosiasi hal ini fatal akibatnya. Pihak yang lebih sabar akan memegang kendali negosiasi. Dia yang sabar akan mendesak pihak lain untuk menyerah ketika kecemasan mereka meningkat. Lebih dari itu, ketika Anda bersabar –Anda akan lebih sedikit membuat kesalahan.</p>
<p>Seperti yang saya alami, ketika nanti Anda akan membeli atau mengontrak rumah, agendakanlah untuk berbicara dengan para calon tetangga Anda. Temuilah pemilik rumah itu, atau jika tidak memungkinkan berbicaralah dengan penghuni rumah sebelumnya. Dengarkan baik-baik, lalu pulang dan proseslah semua informasi yang Anda serap. Kembalilah lagi beberapa hari kemudian, dan ulangi sekali lagi prosesnya dengan lebih cermat. Jika Anda berhasil mendapatkan kepercayaan dari si pemilik rumah, mungkin saja Anda akan mendapatkan tawaran yang lebih murah <strong><em>dan atau </em></strong>tambahan fasilitas.</p>
<p>Kepercayaan orang lain bertumbuh seiring bertambahnya kesan positif yang Anda akibatkan. Dan ini berproses, butuh waktu. Perbincangan yang ringan dan jauh dari kesan formal, menghapus sekat-sekat psikologis antara Anda dengan pihak lain. Sehingga memungkinkan terjalinnya hubungan positif bagi semua pihak untuk saling mengenal dan mempercayai. Saya pun makin menghargai bahwa semakin banyak waktu yang tersedia untuk bernegosiasi, semakin sedikit peluang kesalahan yang kita ciptakan.</p>
<p style="center"><strong>Fleksibel</strong></p>
<p>Kapan terakhir kalinya Anda bernegosiasi? Apa saja yang Anda ketahui tentang pihak lain? Lalu, bagaimana pengetahuan tersebut membantu proses pengambilan kesepakatan untuk semua pihak <strong><em>atau</em></strong> justru mengacaukan kesepakatan yang telah Anda ambil?</p>
<p>Ketika kita bernegosiasi, kita membuat segala macam asumsi tentang kebutuhan pihak lain, keinginannya, tujuan, opsi, strategi, jenis karakternya, dst. Tantangan terbesarnya adalah, asumsi-asumsi itu berpotensi salah. <strong><span style="underline;"><em>Anggapan dasar kita bisa jadi salah</em></span></strong>.</p>
<p>Pengetahuan kita seringkali menipu, karena pada dasarnya kita melihat yang ingin kita lihat. Dan kita mendengar apa-apa yang ingin kita dengar. <strong><em>Kita melihat dan mendengar yang menurut kita cocok dan nyaman bagi diri kita</em></strong>.</p>
<p>Simak tulisan (Mario Teguh dalam EBB 35-Negotiation) berikut ini &#8230;</p>
<p>Alkisah &#8230;<br />
Seorang jendral yang harus mundur dari benteng terakhir, dan menarik sisa-sisa pasukannya yang sebagian besar telah menyandang luka-luka karena pedang, tombak, dan anak panah &#8230; memerintahkan penjaga pintu gerbang benteng untuk membukanya lebar-lebar dan menugaskan beberapa nenek-nenek tua untuk menyapu jalan masuk menuju gerbang itu.</p>
<p>Jendral dari pihak musuh yang memimpin pengejaran atas pasukan kecil yang telah terpukul keras itu, menghentikan langkah maju pasukannya, dan dengan cermat mengamati prilaku ’tidak berencana’ dari para nenek itu. Sang jendral memicingkan mata untuk bisa melihat ke kedalaman benteng yang sepi dan remang-remang itu.</p>
<p>Kuatir bahwa pasukannya akan masuk ke dalam sebuah perangkap, sang jendral menarik mundur pasukannya dan menjauh dari benteng <strong><em>yang menurut kalkulasinya</em></strong> &#8230; <strong><em>berbahaya</em></strong>.</p>
<p>Sang jendral dari pihak musuh telah terperangkap dalam ’jebakan analisa’. Jika saja ia bersedia untuk menjernihkan pikirannya (maklum, mungkin saja ia kelelahan setelah perang. Siapa yang tahu? Khan, alkisah&#8230;) lalu mengutus duta untuk mengecek ’pergerakan acak’ dari para nenek, bisa jadi ia akan terbebas dari perangkap yang sebenarnya tidak ada. Jebakan sesungguhnya terjadi karena kelihaian penggunaan strategi ini. Para ahli militer mengenalnya sebagai <strong><em>Strategi Gerbang Terbuka</em></strong>.</p>
<p>Ketika Anda membuat dugaan dan kemudian menolak mengubahnya saat datang informasi baru, sebetulnya Anda telah terperangkap dalam penjara mental Anda sendiri yang kaku. Ketika kita membuat dugaan-dugaan, kita tidak tahu persis apakah itu benar. Kita <strong><em><span style="underline;">hanya beranggapan</span></em></strong> bahwa hal itu benar.</p>
<p>Negosiator yang berhasil selalu membuat dugaan, tetapi mereka cukup fleksibel untuk segera mengganti dugaannya sebagai respon atas keadaan yang berubah. Itulah sebabnya ketika kita membaca proses penemuan bola lampu oleh Thomas Alva Edison, kita seharusnya lebih memahami penemuan tersebut dikarenakan fleksibilitas Alva Edison alih-alih kegigihan.</p>
<p>Bila selama ini persepsi Anda masih menanam pengertian bahwa cerita ini seringkali Anda dengar dari para pembicara motivasi yang mengedepankan kegigihan, saya pikir justru persepsi ini perlu diluruskan. Iya benar, Alva Edison memang gigih dalam bereksperimen. Sepuluh ribu kali bahkan.</p>
<p>Yang mungkin tidak kita pahami secara mendasar adalah Alva Edison <strong><span style="underline;">TIDAK MELAKUKAN</span></strong> percobaan <strong><span style="underline;">YANG SAMA</span></strong> sebanyak sepuluh ribu kali. Dia <strong><span style="underline;">MELAKUKAN</span></strong> sepuluh ribu eksperimen <strong><span style="underline;">YANG BERBEDA</span></strong>. Dia <strong><span style="underline;">menguji</span></strong> sepuluh ribu hipotesis <strong>yang berbeda</strong>, <strong>dan</strong> dia <strong><span style="underline;">segera meninggalka</span></strong><strong><span style="underline;">n</span> </strong>setiap ekperimen <strong> </strong><strong><span style="underline;">yang gagal secepat mungkin</span></strong>. Alva Edison adalah seorang yang fleksibel sepuluh ribu kali dan tetap gigih menemukan cara-cara yang baru. Saran yang tepat adalah ”Gigih pada Tujuan, Fleksibel dalam Proses Pencapaian.”</p>
<p style="center;"><strong>Fokus pada Tujuan Bersama</strong></p>
<p>Setiap kita melihat dunia dengan cara yang berbeda. Negosiator yang berhasil melihat situasi dari sudut pandang orang lain. Gunakanlah ’sepatu’ orang lain sebagai pijakan dalam memberikan pilihan kesepakatan, dan pakailah ’topi’ orang lain untuk menilai kesediaan mereka terhadap kesepakatan yang Anda tawarkan.</p>
<p>Hargailah gagasan orang lain dengan mempercayai bahwa gagasan tersebut bernilai, bermanfaat. Ketika kita menghargai kerjasama, kita ingin melengkapi gagasan orang lain –bukannya bersaing.  Tentu saja saya akan berusaha maksimal untuk membantu Anda, jika saya tahu bahwa Anda sebetulnya berusaha menolong saya memperoleh yang saya butuhkan.</p>
<p>Para negosiator yang handal berhasrat besar agar pihak lain juga mendapatkan apa yang mereka kehendaki. Negosiator yang ulung <strong><em>tidak bertanya</em></strong> ”Bagaimana saya bisa menang?”, <strong><em>tetapi bertanya</em></strong> ”Bagaimana saya dapat membantu negosiator lain agar merasa puas?”</p>
<p>Fokus menentukan apa yang Anda anggap penting dari yang tidak. Fokus mengarahkan potensi Anda dalam mewujudkan sesuatu. Sekalinya Anda berfokus pada sesuatu, sesuatu itu akan bertumbuh dan menguat berlipat-lipat. Untuk setiap menit fokus Anda pada sebuah masalah, Anda telah kehilangan 60 detik dalam menemukan sebuah solusi. Jadi, bagaimana jika mulai sekarang kita berfokus untuk melayani bagi kebaikan orang lain? Dengannya, kita pun turut merasakan kebaikan, meski tidak harus berasal dari penerima kebaikan. Kebaikan akan selalu kembali kepada sang pemberi kebaikan melalui cara-cara yang seringkali tak terduga.</p>
<p>”Keharuman selalu melekat pada tangan yang memberi Anda bunga melati”. Kesuksesan mengalir seperti efek samping yang tidak diharapkan tetapi tidak terelakkan kehadirannya di dalam hidup yang kita habiskan dalam melayani orang lain dan memberi manfaat pada dunia.</p>
<p>Sebelum menutup tulisan ini ijinkan saya bertanya &#8230;</p>
<p style="center;">”Bagaimana Anda tahu bahwa Anda telah <a href="http://trustcosurabaya.com/hubungi-kami" target="_blank">kami layani dengan baik</a>?”</p>
<p style="center;"><strong>^_^</strong></p>
<p>Sekarang saya mengajak Anda untuk menampilkan diri Anda dalam lima atribut negosiator efektif. Kelima sikap ini: kesadaran bernegosiasi, mendengarkan, fleksibel, kesabaran, dan fokus pada tujuan bersama; membantu Anda menutup transaksi negosiasi yang efektif. Kelima sikap ini bahkan siap membantu Anda menjadi pribadi yang lebih efektif dalam mencapai kehebatan yang lebih besar, lebih cepat dari yang pernah Anda bayangkan. Setidaknya itu yang saya alami.</p>
<p>Saat ini, buktikan dan nilailah sendiri. Sementara itu, persiapkan diri Anda untuk mengenali lebih teliti jika Anda berminat mengembangkan profil negosiator handal lainnya. Tinggal 3 profil kok, sampai jumpa pada tulisan berikutnya.</p>
<p>Selamat bernegosiasi ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/anda-seorang-negosiator-ulung-bukan-bagian-2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Melahirkan Pemimpin</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/melahirkan-pemimpin.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/melahirkan-pemimpin.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 16:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<category><![CDATA[Melahirkan Pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[ Seorang fungsionaris PDIP  , Budiman Sujatmiko , menyebut ada 3 krisis yang menimpa partai politik di Indonesia . Pertama adalah krisis kepemimpinan , kedua krisis kaderisasi dan ketiga adalah krisis finansial.


Saya rasa krisis kepemimpinan dan kaderisasi tidak hanya terjadi pada partai politik saja di Indonesia tetapi juga terjadi pada hampir semua institusi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><span style="font-size: 16pt;"> </span>Seorang fungsionaris PDIP <span> </span>, Budiman Sujatmiko , menyebut ada 3 krisis yang menimpa partai politik di Indonesia . Pertama adalah krisis kepemimpinan , kedua krisis kaderisasi dan ketiga adalah krisis finansial.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya rasa krisis kepemimpinan dan kaderisasi tidak hanya terjadi pada partai politik saja di Indonesia tetapi juga terjadi pada hampir semua institusi di negri ini . Kita seperti terus menerus disuguhi realita dimana tidak mudah kita menemukan pemimpin berkualitas yang bisa dilahirkan dari rahim berbagai institusi di negri ini .Kalau mungkin ada biasanya terjadi pada institusi- institusi bisnis dan institusi meliter yang memang dituntut terus menerus bisa meregenarasi pemimpin bisnisnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tetapi bagaimana sesungguhnya pemimpin dilahirkan ? .Secara garis besar pemimpin itu dilahirkan karena tiga hal :<span id="more-199"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Pertama Pemimpin yang Lahir karena Bakat </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Anda akan selalu melihat bahwa ciri utama pemimpin itu biasanya mereka memiliki anugrah anugrah dasar dari Tuhan pada fisik , pikiran , perasaan dan jiwa mereka kualitasnya melebihi kebanyakan orang . Mereka<span> </span>ini tumbuh menjadi pemimpin karena secara genetis mewarisinya dari orang<span> </span>tua – orang tua mereka . Tetapi umumnya yang diwarisinya secara genetis adalah bentuk fisik mereka , pembawaan dasar kepribadian mereka seperti watak keras atau lembut , kepribadian tertutup atau terbuka serta kebiasaan kebiasaan berpikirnya.. Akan tetapi pemimpin yang lahir karena bakat ini – dalam arti benar benar mewarisi segenap keunggulan dari orang tuanya – biasanya hanya sedikit , yakni hanya 10 % .Angka 10 % ini harus anda sadari bahwa mereka mampu menjadi pemimpin biasanya sebagian besarnya berada pada level formalitas .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Kedua : Pemimpin yang Lahir karena Krisis</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ketika Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Lawu<span> </span>di Jawa Timur mengalami letusan pada beberapa waktu yang lalu maka muncullah beberapa tokoh lokal yang tiba tiba menyeruak menjadi pemimpin masyarakat oleh karena mereka mampu menumbuhkan ketenangan pada masyarakat yang tiba tiba dilanda kepanikan , serta meyakinkan berbagai pihak untuk dapat menggalang bantuan kemanusiaan bagi warganya yang sedang tertimpa bencana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dimedan perang misalnya lagi. Banyak orang yang kemudian menjadi pemimpin perlawanan atau perjuangan<span> </span>karena memang merekalah yang terpanggil untuk mengkonsolidasikan perlawanan dan perjuangan . Jadi keadaanlah yang memaksa mereka untuk mengambil inisiatif kepemimpinan .Prosentase keberadaannya hanya berjumlah 5 %. Nah sisanya yang ….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Ketiga : Pemimpin yang Lahir karena Dipersiapkan .</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jumlahnya mencapai <span> </span>85% . Oleh karenanya kita mengerti kenapa dalam doa kita , kita melantukan doa suci berikut : <strong>“ Ya Tuhan kami , anugrahkanlah kepada<span> </span>kami pasangan hidup dan keturunan yang menyejukkan pandangan mata kami , dan jadikanlah kami pemimpin orang orang yang bertaqwa” </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Dan oleh karenanya pula kita juga semakin mengerti bahwa pemimpin<span> </span>lahir karena memang dipersiapkan<span> </span>saat Nabi berkata <strong>: Tuhanku telah mendidikku dan melakukannya dengan cara terbaik kepada diriku “</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Kita juga akhirnya menyadari bahwa menjadi pemimpin adalah sebuah amanah seperti yang juga pernah dikatakan oleh Nabi : <strong>“ Setiap kalian adalah pemimpin , dan masing masing akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya”</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Memang kemudian kalau kita melihat kesejumlah institusi pendidikan , ekonomi bisnis , social budaya <span> </span>, serta politik , biasanya pemimpin yang bermutu lahir karena mereka memang dipersiapkan dengan matang : mulai dari<span> </span>ditetapkan kriterianya , dicari dan ditemukan orangnya samapai kemudian mereka ditumbuh kembangkan melalui berbagai sarana dan pengalaman belajar aktif , lalu mereka <span> </span>mualai diberi kesempatan untuk memimpin .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pemimpin yang lahir dengan cara seperti ni memang presentasi keberadaannya mencapai angka 85 % .Hanya saja memang kualitasnya yang paling banyak seperti itu belum tentu seluruhnya mereka memiliki kualitas dan level kepemimpinan yang tinggi .Sebab harus dilihat bagaimana <span> </span>proses penyiapannya dan dalam lingkungan pertumbuhan seperti apa dia dipersiapkan .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sehingga disinilah kemudian penting menyadari kaidah social berikut : “ Seperti apakah keadaan kalian , seperti itulah pemimpin yang akan terpilih memimpin kalian “.Jadi sekarang kita punya tugas melahirkan pemimpin berkualitas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/melahirkan-pemimpin.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Ampuh Membentuk Keyakinan Sukses</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/cara-ampuh-membentuk-keyakinan-sukses.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/cara-ampuh-membentuk-keyakinan-sukses.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 02:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[Akhmad Guntar]]></category>

		<category><![CDATA[Cara Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[Keyakinan Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yg telah disebut pada tulisan sebelumnya, keyakinan adalah perasaan yg mengandung kepastian akan suatu hal.
Nah, keyakinan kita bisa ini dibentuk oleh tiga hal yg berperan sebagai referensi:

 Pengalaman pendukung; entah kejadian tertentu atau perkataan orang
 Afirmasi pribadi; apa2 yg kita katakan dg lantang pada diri sendiri
 Imajinasi; karena otak kita tidak bisa membedakan antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yg telah disebut pada <a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/menolak-jadi-korban-nasib-dg-bentukan-keyakinan/">tulisan sebelumnya</a>, keyakinan adalah perasaan yg mengandung kepastian akan suatu hal.<br />
Nah, keyakinan kita bisa ini dibentuk oleh tiga hal yg berperan sebagai referensi:</p>
<ol>
<li> <strong>Pengalaman pendukung</strong>; entah kejadian tertentu atau perkataan orang</li>
<li> <strong>Afirmasi pribadi</strong>; apa<sup>2</sup> yg kita katakan dg lantang pada diri sendiri</li>
<li> <strong>Imajinasi</strong>; karena otak kita tidak bisa membedakan antara realita dan imajinasi.</li>
</ol>
<p>Yang mana semua itu <strong>harus</strong> dilakukan dengan <span style="text-decoration: underline;">sering (repetitif)</span> dan <span style="text-decoration: underline;">menimbulkan kesan mendalam</span> secara emosi.</p>
<p>Untuk pemetaforaan, kita bayangkan saja keyakinan itu adalah sebuah meja dengan kaki sebagai referensi. Untuk membentuk keyakinan yg kuat, artinya kaki mejanya harus banyak dan juga masing<sup>2</sup>nya harus kokoh.</p>
<p>Silahkan melanjutkan membaca dengan <a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/cara-ampuh-membentuk-keyakinan-sukses/">meng-klik link berikut ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/cara-ampuh-membentuk-keyakinan-sukses.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menerapkan Pengetahuan Menjadi Tindakan (bag. 1)</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/menerapkan-pengetahuan-menjadi-tindakan-bag-1.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/menerapkan-pengetahuan-menjadi-tindakan-bag-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 01:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rio Purboyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[asyik]]></category>

		<category><![CDATA[bijak]]></category>

		<category><![CDATA[browsing]]></category>

		<category><![CDATA[ceramah]]></category>

		<category><![CDATA[dunia digital]]></category>

		<category><![CDATA[fokus]]></category>

		<category><![CDATA[humor]]></category>

		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<category><![CDATA[jurang]]></category>

		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>

		<category><![CDATA[kelebihan informasi]]></category>

		<category><![CDATA[konsultan]]></category>

		<category><![CDATA[pelatih]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>

		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<category><![CDATA[pengulangan]]></category>

		<category><![CDATA[penulis]]></category>

		<category><![CDATA[perasaan]]></category>

		<category><![CDATA[perubahan]]></category>

		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<category><![CDATA[Sikap]]></category>

		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<category><![CDATA[strategis]]></category>

		<category><![CDATA[sumber daya]]></category>

		<category><![CDATA[tindakan]]></category>

		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan bisa menginspirasi. Ceramah mampu menggugah. Humor merekatkan pengertian pada pikiran dan perasaan kita. Pada akhirnya, tindakan-lah yang mengubah hidup kita. Tahu saja tidak cukup, kita harus bertindak. Keberhasilan ternyata lebih ditentukan oleh penggunaan pengetahuan, melebihi pengetahuan itu sendiri.
Jadi &#8230;

Bagaimana jika Anda bisa memahami penyebab terjadinya jurang antara mengetahui dan menerapkan?
Bagaimana jika Anda dapat menjembatani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan bisa menginspirasi. Ceramah mampu menggugah. <a href="http://trustcosurabaya.com/humor-bumbu-pembicaraan-anda.html" target="_blank">Humor</a> merekatkan pengertian pada pikiran dan perasaan kita. Pada akhirnya, tindakan-lah yang mengubah hidup kita. Tahu saja tidak cukup, kita harus bertindak. Keberhasilan ternyata lebih ditentukan oleh penggunaan pengetahuan, melebihi pengetahuan itu sendiri.</p>
<p>Jadi &#8230;</p>
<ul>
<li>Bagaimana jika Anda bisa memahami penyebab terjadinya jurang antara mengetahui dan menerapkan?</li>
<li>Bagaimana jika Anda dapat menjembatani jurang antara mengetahui dan menerapkan?</li>
<li>Bagaimana jika Anda mampu memperkuat komitmen Anda untuk menerapkan pengetahuan Anda?</li>
</ul>
<p>Sebagai seorang pelatih, penulis, dan konsultan muda, saya berpikir dan merasakan bahwa isu perubahan merupakan salah satu isu yang sangat strategis. Terutama bila melihat perkembangan tren bisnis-peningkatan-kualitas-hidup saat ini.</p>
<p>Sudah saatnya kita berdaya karena proses pembelajaran kita. Telah tiba waktunya ketika kita makin bijak dalam menyikapi pengalaman apa pun dalam kehidupan pribadi dan orang lain. Dan menjadikannya sebagai salah satu sumber daya pelejit kualitas hidup. Inilah momentum ketika kita bisa merevisi pembelajaran kita, mengulangi apa-apa yang mungkin terlewatkan, dan kemudian menyempurnakan latihan kita. Hanya latihan yang sempurna-lah yang mengakibatkan kesempurnaan, bukan sekedar latihan. Apalagi latihan sekedarnya.</p>
<p>Sebagai seorang <a href="http://trustcosurabaya.com/trainer" target="_blank">pembelajar</a> saya memegang beberapa panduan berikut ini. Yakni setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru, setiap pengalaman adalah pembelajaran, setiap ’keslahan’ adalah koreksi bagi peningkatan kualitas hidup, dan setiap hari harus lebih baik dari hari sebelumnya. Maka saya menyadari bahwa mengajarkan hal-hal yang saya ketahui kepada orang lain merupakan cara terbaik memulai menerapkan pengetahuan baru, dan proses itu akan memperkuat komitmen saya untuk menerapkan hal-hal yang saya ketahui ke dalam tindakan saya.</p>
<p>Jadikanlah tulisan ini sebagai prinsip dan panduan praktis dalam <a href="http://bloomlaboratory.com/revolusi-cara-berpikir-untuk-era-kompleksitas-perubahan-cepat.html" target="_blank">menerapkan pengetahuan Anda menjadi tindakan.</a> Dalam dunia digital dan serba cepat sekarang ini, kita seharusnya bisa menggunakan timbunan pengetahuan itu untuk menghasilkan perbaikan hidup yang lebih optimal.</p>
<p>Nyatanya, apa yang kita pelajari jarang kita lakukan, kita gunakan. Jurang antara mengetahui dan bertindak semakin lebar, seolah-olah ada jembatan terputus di antara keduanya. Jembatan tersebut adalah pengulangan, pengulangan, dan pengulangan. Strategi inilah yang akan mewarnai ruang pikiran dan labirin perasaan Anda kali ini.</p>
<p>Para pakar pendidikan dan prilaku mengatakan bahwa belajar adalah sebuah proses perubahan prilaku. Namun, kita masih mencari-cari strategi efektif untuk mengubah prilaku kita. <strong><em>Ada tiga tingkatan perubahan </em></strong>ketika kita bergerak dari mengetahui menjadi melakukan. Dengan memahami ketiganya, kita mendapatkan gambaran jelas tentang apa-apa yang harus kita lakukan dalam meningkatkan kehidupan kita maupun kehidupan siapa pun yang kita kenal.</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, <strong><span style="underline;"><em>perubahan pengetahuan</em></span></strong>. Bagian ini yang paling mudah dan tidak terlalu menghabiskan waktu. Kita hanya perlu membaca buku, browsing di internet (seperti sekarang ini), menonton video, menghadiri seminar/pelatihan, mendengarkan ceramah, dll. Semua kegiatan ini mengasyikkan. Dan karena itulah kita terjebak pada penyebab pertama dari orang yang tidak melaksanakan apa-apa yang kita ketahui. Kita kelebihan informasi.</p>
<p>Tentu lebih menyenangkan mempelajari hal yang baru ketimbang berkutat dengan apa yang sudah kita ketahui. Akibatnya kita kebanjiran informasi, lebih dari itu, kita tenggelam dalam lautan informasi. Tapi, tidak seperti ikan, kita tidak memiliki sistem monitoring internal yang bisa memilah dan mengambil hal-hal yang kita butuhkan dan melewatkan yang belum kita butuhkan.</p>
<p>Jadi, apa dong solusinya? <strong><em>Pengulangan, pengulangan, dan pengulangan. Kita harus memusatkan energi dan perhatian pada sedikit hal, bukan pada banyak hal</em></strong>.</p>
<p>Mayoritas dari kita hanya sanggup mengingat sedikit saja dari apa yang kita baca dan dengar hanya sekali. Sebagai solusi, kita seharusnya membaca dan belajar sedikit pengetahuan tetapi lebih sering, bukan banyak mengetahui tetapi tidak sering.</p>
<p>Untuk menguasai sesuatu, kita harus memfokuskan diri pada beberapa konsep utama, terus-menerus mengulanginya, membenamkan diri sedalam-dalamnya ke dalam konsep tersebut, dan mengembangkan gagasan serta ilmu yang ada di dalamnya. Terapkan filosofi lebih–sedikit. Kita fokus belajar dalam sedikit hal, dan mengulanginya lagi, dan lagi. Pengulangan berkala adalah kunci.</p>
<p>Sebagai pondasi ketrampilan hidup, pemahaman kita terhadap perubahan pengetahuan membantu kita beranjak lebih jauh kepada perubahan berikutnya. Sekarang, saya mengajak Anda untuk mengulang, dan mengulangi lagi fokus pembelajaran Anda saat ini. Bacalah ulang tulisan pertama ini: segeralah menentukan fokus Anda, ulang dan ulangi lagi.</p>
<p>Layaknya otot yang bertambah kuat seiring bertambahnya faktor pengulangan, demikian pula perubahan pengetahuan yang terjadi dalam diri Anda. Sementara waktu ini Anda akan <a href="http://trustcosurabaya.com/berpikir-unggul-4-berpikir-fokus.html" target="_blank">berfokus</a> pada sedikit hal melalui pengulangan yang lebih sering lagi, Anda pasti sudah siap untuk mengalami perubahan pada tingkatan yang kedua.</p>
<p>Saatnya akan datang ketika kita akan membahas lebih dalam pengertian mengenai proses, kendala, dan solusi dari perubahan sikap kita. Selamat berubah, dan semoga bermanfaat.<br />
Sampai jumpa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/menerapkan-pengetahuan-menjadi-tindakan-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kompetensi Pemimpin</title>
		<link>http://trustcosurabaya.com/193.html</link>
		<comments>http://trustcosurabaya.com/193.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 15:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Arqom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat Belajar]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trustcosurabaya.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda merenungkan fungsi dan enam level kepemimpinan sebagaimana dua tulisan saya terdahulu, maka anda akan sampai kepada kesimpulan bahwa jika anda memimpin maka anda membutuhkan sejumlah kompetensi berikut :
 
Pertama :Kompetensi Spiritual – Intrapersonal
Memimpin artinya anda harus mendedikasikan diri memikul jauh lebih banyak beban dibadingkan orang orang lain yag anda pimpin .Memimpin juga berarti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2008/10/6658812202217124.jpg"><img class="size-full wp-image-194 alignleft" style="float: left;" title="6658812202217124" src="http://trustcosurabaya.com/wp-content/uploads/2008/10/6658812202217124.jpg" alt="" width="164" height="138" /></a>Kalau anda merenungkan fungsi dan enam level kepemimpinan<span> </span>sebagaimana dua tulisan saya terdahulu, maka anda akan sampai kepada kesimpulan bahwa jika anda memimpin maka anda membutuhkan sejumlah kompetensi berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Pertama :Kompetensi Spiritual – Intrapersonal</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Memimpin artinya anda harus mendedikasikan diri memikul jauh lebih banyak beban dibadingkan orang orang lain yag anda pimpin .Memimpin juga berarti anda bersedia menjadi orang yang terus bisa menyempurnaan diri untuk lebih mudah menjadi panutan bagi orang orang anda.Memimpin menuntut konsekwensi untuk dapat bersedia berjalan sendirian didepan sebelum ada banyak orang mengikuti jalan yang anda rintis</span><span id="more-193"></span><span lang="SV">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Kunci dari kemampuan anda melakukan hal hal <span> </span>diatas adalah bagaimana anda dapat berhubungan dan <span> </span>punya kendali terhadap kehidupan spiritual anda .Anda dituntut mengerti bagaimana mengatur sebuah kehidupan dan dinamika spiritual anda dalam 24 jam .Dengan begitu <span> </span>anda kemudian dapat menampilkan kualitas kualitas unggul dari dalam diri anda .Kualitas kualitas yang saya maksud adalah : keyakinan , ketulusan , kesatuan perkataan dan tindakan , kesabaran dan daya tahan dalam bekerja pada rentang waktu yang panjang , keberanian menghadapi resiko , kemampuan menghindarkan diri dari seluruh prilaku destruktif dan sebagainya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Itu semua menuntut anda mengerti dan memahami Kompetensi Spiritual- Intrapersonal yang terutama memberi pengertian kepada anda bagaimana anda mengerti ritme kehidupan spiritual anda dan bagaimana membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan <span> </span>Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu ,Allah SWT , sehingga mutu spiritual anda meningkat .Diatas spiritual yang meningkat mutunya ini anda akan selalu bisa menampilkan kualitas kualitas kepribadian yang unggul sebagaimana saya sebut diatas </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Kedua : Kompetensi Komunikasi -Interpersonal</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Tidak semua orang seperti anda .Bahkan bisa jadi semua orang berbeda tipe kepribadiannya dengan anda .Tapi <span> </span>pada saat yang lain anda membuthkan mereka semuanya .Disini anda membutuhkan kemampuan untuk dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan banyak dan beragam orang.Latar kepribadian mereka yang tentu berbeda menuntut anda menguasai beragam cara bagaimana membangun hubungan dan komunakasi mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Anda membutuhkan kemampuan ini untuk sejumlah tujuan berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="SV">1.Mengkomnikasikan ide , visi atau cita cita kolektif anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="SV">2.Mengerti beragam potensi orang orang anda dan bagaimana membangun hubungan dan pendekatan yang unik untuk masing masing orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="SV">3.Menumbuhkan semangat bekerja pada orang orang anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="SV">4.Mengerti dan memahami persoalan kolektif anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Ketiga :Kompetensi Empowering SDM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Kompetensi ini dibutuhkan agar anda dapat menjalankan fungsi pemberdayaan terhadap orang orang anda. Memang tidak semua pekerjaan pemberdayaan harus anda lakukan sendiri .Sebagiannya bisa anda gunakan jasa pihak lain.Tetapi sebagai pemimpin anda harus tahu seluk beluk bagaimana memberdayakan SDM anda agar selalu dapat tumbuh semakin berkualitas .Dengan begitu mereka akan siap menemani anda menghadapi situasi apapun dalam perjalanan mewujudkan visi institusi anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Keempat: Kompetensi Berpikir Unggul</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Apalagi anda pemimpin, anda lebih membutuhkan kemampuan berpikir besar , berpikir kreatif , berpikir strategis, dst .Apa itu berpikir besar , berpikir kreatif , berpikir strategis dst ? Saya sudah pernah menulisnya semuanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Kompetensi ini memberi anda kemampuan memahami lingkuangan pergaulan institusi anda yang memperlihatkan kadar tantangan dan persaingan bagi institusi anda .Ia juga akan membantu anda menemukan langkah langkah strategis dan kreatif bagaimana anda bisa membawa institusi anda meraih visinya dengan memanfaatkan sumberdaya yang anda miliki secara maksimal , walaupun tersedia secara terbatas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Kelima :Kompetensi Bekerja dengan Manajemen Smart </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Memimpin juga menuntut anda menguasai manajemen didalam bekerja merealisir visi institusi anda .Disini anda dituntut bisa bekerja dengan smart.Oleh kerenanya anda dituntut dapat menguasai manajemen sumber daya manusia , manajemen finansial , manajemen waktu , manajemen proyek , manajemen sumberdaya material dan sebagainya.(Sumber foto : www.shutterstock.com)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trustcosurabaya.com/193.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
