Profil Trustco Surabaya Trainer Trustco Layanan Trustco Surabaya Pelanggan Trustco Surabaya

Gaya & Tipologi Memimpin

generals200707_800x545

Pada bagian ini saya ingin menjelaskan bagaimana sesungguhnya gaya dan tipologi yang biasanya dipakai seseorang dalam memimpin .Begitupun anda.. Jika anda memimpin anda dapat memakai semua gaya kepemimpinan berikut ini sesuai dengan situasi dan kondisi yang anda hadapi

Tetapi mari simak dulu fakta tentang kepemimpinan Bush yang selama 2 periode dia berkuasa telah banyak menimbulkan luka baru bagi negara yang terkenal memiliki hampir semua semua sumber daya .

Coba simak beragam kebijakannnya yaitu :

Kebijakan Luar Negri

Pertama : Irak , Perang selama lima tahun telah menelan US$ 600 miliar ( 6.600 trilyun) uang Amerika Serikat , 4.200 nyawa prajurit nya dan sekitar 96 ribu nyawa orang Irak

Kedua : Pada bulan Juli 2008 Penthagon menyimpulan tak ada hubungan antara Saddam Husein dan Al-Qaidah serta serangan pada 11 September di Amerika

Ketiga : Usaha Bush untuk membunuh Bin Ladin di Pakistan dengan pesawat tak berawak malah membunuh warga sipil yang merusak kepemimpin Presiden Asif Ali Zardari

Keempat : Washington berperan aktif dalam upaya perdamaian Israel – Palestina , tapi menolak hasil pemilu PAlestina yang dimenangi Hamas. Janji untuk mengembalikan keadaan sebelum Bush meninggalkan Gedung Putih adalah musthail

Kebijakan Dalam Negri :

Pertama :Kemiskinan : Setelah penurunan selama 1990-an , jumlah warga yang hidup dalam kemiskinan meningkat 5,7 juta orang sejak Bush berkuasa

Kedua : Badai Katrina : Pemerintah Bush lambat menanggapi bencana pada 2005 yang menewaskan 1.830 orang lebih itu. Tiga tahun kemudian , 180 ribu pengungsi belum bisa kembali ke New Orleans , 65 ribu rumah tak dapat dihuni , dan harga sewa rumah naik 46 persen

Ketiga : Utang Nasional : Naik mencapai sekitar Rp.116.600 triliun pada juli 2008 untuk mengambil alih dua prusahaan kredit perumahan raksasa, Freddie Mac dan Fannie Mae.Artinya setiap warga Amerika menanggung utang Rp.374 juta.

dan masih banyak yang lain …

Apakah Bush tidak memiliki penasehat penasehat yang bisa mengarahkannya agar tidak terjadi keadaan buruk seperti yang dialami sekarang ini ? Ada. Tapi apakah Bush memperlakukan mereka dengan sikap demokratis atau malah sebaliknya dia lebih memperlihatkan jiwa otoriternya sebagai orang nomo satu di negaranya ? Entahlah , faktanya negara adi daya ini sekarang sedang terpuruk dalam krisis ekonomi yang mengerikan .

Tapi mungkin sedikit bukti berikut bisa menjelaskan bagaimana Bush memimpin .Pada edisi 06-12 Nopember 2008 , GATRA , dihalaman 22 menulis sebagai berikut : ” Dalam sebuah Film baru yang berjudul W , sang sutradara Oliver Stone menggembarkan sebuah pertemuan penting di Oval Office yang dihadiri Metri Luar Negri Colin Powell , Wakil Presiden Dick Cheney , dan Mentri Pertahanan Donald Rumsfeld .Diakhir pertemuan yang dipimpin Bush itu , Powell mendekati Dick Cheney , Fuck you !” bisik Powell dengan geram sambil beranjak ke pintu luar. Dunia paham peristiwa bersejarah itu menggambarkan konflik Powell yang setuju Invasi ke Irak dengan kelompok Bush ”

Pertama : Gaya Visioner :

Gaya ini terutama amat anda butuhkan ketika terjadi perubahan disekitar institusi anda , lalu mau tidak mau anda harus segera menentukan dan menemukan arah baru bagi institusi anda untukk dituju.

Gaya ini menuntut anda untuk dapat selalu menghubungkan orang orang anda dengan apa yang menjadi keinginan bersama anatara anda dan orang orang anda .Dengan gaya ini anda tidak akan kehilangngan efektifitas dan efisiensi , karena orang orang yang berkualitas yang bersama anda menemukan pekerjaan atau tidakan yang benar untuk dieksekusi dengan benar pula.

Kedua : Gaya Afiliatif :

Anda akan sadar bahwa orang orang anda tidak hanya memerlukan visi untuk memberi kejelasan bagi mereka dalam berbuat dan bertindak, tetapi mereka juga memerlukan suasana harmoni yang mesti terbangun ditengah tengah mereka .Disinilah anda memerlukan Gaya Afiliatif dalam memimpin

.Dengan gaya ini anda berusaha sekuat tenaga agar tercipta kedekatan secara emosional dan spiritual antar orang orang anda .Kondisi ini tentu amat diperlukan , sebab anda dan orang orang anda memerlukan suasana positif dalam internal institusi anda , pada saat harus berhadapan dengan beragam tugas , tantangan diluar institusi anda.

Suasana positif berupa hubungan personal yang hangat ditengah tengah institusi anda membuat anda dan orang orang anda memiliki spirit positif dan konstruktif untuk bekerja lebih produktif.

Ketiga :Gaya Pembimbing

Gaya ini amat anda butuhkan ketika anda menemukan fakta bahwa orang orang anda memiliki beragam keinginan yang perlu diselaraskan dengan keinginan atau visi institusi anda , sementara mereka sedang berada dalam kinerja yang tidak optimal .

Anda harus memahami bahwa jika keinginan keinginan mereka itu bisa diselaraskan dengan keinginan visi institusinya , lalu mereka disadarkan bahwa jika mereka dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya , mereka pada akhirnya bisa mendapatkan keinginannya setelah keinginan atau visi institusi tercapai berkat kontribusi kerja mereka dengan kinerja yang membaik dan meningkat.

Keempat : Gaya Demokratis

Bagaimanapun orang orang anda adalah pribadi dengan segenap potensi , keahlian dan pengalaman yang beragam serta lengkap. Dalam situasi normal seorang pemimpin akan menyadari bahwa kontribusi dan partisipasi dari orang orangnya amat dibutuhkan .Disini anda memerlukan jiwa demokrat ketika berada ditenga tengah mereka .

Kelima : Gaya Penumbuh Kecepatan

Biasanya gaya memimpin seperti ini diterapkan oleh pemimpin yang memiliki tim kerja yang memiliki kompetensi dan semangat berprestasi yang begitu tinggi.Jadi kapanpun dan dalam situasi apapun , sang pemimpin bisa mengandalakan tim ini untuk menambah kecepatannya dalam bekerja untuk mendapatkan hasil hasil yang amat berkualitas

Keeenam : Gaya Memerintah

Ada suatu situasi dimana seorang harus memimpin dengan otoriter dan full power dalam memerintah orang orangnya.Situasi itu adalah ketika insitusi berada dalam situasi krisis , dan perlu membangkitkan perubahan arah pada orang orangnya yang bermasalah . Dalam situasi seperti pemimpin sepenuhnya dapat menangkap dan memahami sumbermasalah institusinya tanpa perlu lebih dahulu memperlihatkan sikap demokratis dalam menggali masalah yang dihadapi institusinya , karena memang masalahnya mudah dekenali sebagai masalah bersama , dan sangat mustahil ada perbedaan persepsi terhadap masalah itu .Setelah itu sang pemimpin segera memulai menyelesaikan masalah institusinya.Bahkan lebih lanjut segera membawa institusinya kearah yang dikehendaki , walaupun dalam situasi sulit

Gaya memimpin mana yang anda pakai amat berpengaruh pada iklim dan motivasi kerja orang orang anda. Yang penting harus disadari bahwa setiap gaya memimpin diatas amat situasional, artinya dalam situasi dan kondisi tertentu anda membutuhkan memakai gaya memimpin tertentu

Tulisan terakhir dari trainer Ahmad Arqom


Tentang Tulisan Ini