Segala sesuatu dalam hidup kita tiba tiba begitu berharga jika kemudian ia ada dalam jumlah terbatas.Air , udara , cahaya , tanah pada mulanya ketika tersedia begitu melilmpah tak banyak kita mensyukurinya.Dahulu , ketika sungai , dan danau kita masih jernih dan bersih , kita melihat air bukan sebagi nikmat dan anugrah-Nya yang luar biasa yang pantas disyukuri .Tapi tiba –tiba ketika kita mencemari sendiri sungai dan danau kita , kita baru sadar bahwa air yang jernih dan bersih adalah kekayaan hidup yang tiba tiba menjadi barang langka.Dahulu juga saat kita tumbuh dan berkembang hidup didesa yang menyediakan banyak sumber daya alam sebagai karunia Tuhan kepada kita , kita seperti tak merasa kaya dengan udara segar dan bersih yang selalu kita hirup memenuhi rongga dada kita, yang membuat kita hidup sehat.
Tetapi begitu kita mulai menebangi pepohonan kita atas desakan pembangunan dan tuntutan industrialisasi tiba tiba kita kehilangan keberlimpahan udara kita yang segar dan bersih itu .Ia kini menjadi barang yang langka.
Cahaya juga begitu.Dikampung dimana dahulu kita dibesarkan , kita begitu bebas dan leluasa menikmati cahaya matahari dan bulan.Namun ketika kita mulai menyesaki kampong kita sendiri dangan banyak gedung untuk rumah , took dan perkantoran sebagai tuntutan kemajuan , kita tidak lagi bebas menikmati cahaya mentari dan rembulan kita .Sebab cahaya nya kini terhalang oleh rumah , toko dan perkantoran yang kita bangun sendir.
Tanah kitapun begitu Ketika dahulu tersedia begitu luasnya , kita tidak pernah bersengketa dan berselisih dengan amat sengitnya seperti sekarang ini , karena dahulu begitu mudah dan leluasa membaginya. Namun ketika kemudian kita tumbuh dan berkembang menjadi komunitas yang sangat banyak dan padat , tanah kita tiba tiba menjadi sumber ketegangan baru diantara kita karena kita berebut mengklaimnya , karena kita merasa yang palig berhak atasnya. .Tanah tiba tiba begitu berharga karena jumlahnya mulai terbatas.
Akan tetapi ketidaktersediaan air , udara , cahaya dan tanah secara berlimpah dampak ancaman terbesarnya adalah fisik kita.Yang mungkin saja berujung kepada kematian kita
Akan tetapi jika yang tidak tersedia secara melimpah adalah kesempatan untuk mengabdi kepada Tuahn kita dan berbagi kebaikan serta manfaat kepada sesamanya, maka bagaimana nanti kita harus mempertanggung jawabkan hidup ini kelak dihari pengadilan-Nya .
Nah mari sebelum kesempatan itu menjadi terbatas , mari segera jalani hidup ini dengan sungguh sungguh mengabdi kepada-Nya serta menebar kebaikan dan manfaat kepada sesamanya.