“You can be anything you want to be, if you just try hard enough”
Bisa jadi Anda pernah dibesarkan dengan pemahaman di atas. Memang terasa menyenangkan mengetahui kita bisa menjadi siapapun yg diinginkan, asal mau kerja keras dan pantang menyerah. Tapi ternyata pemahaman itu jadi masalah ketika kita beranjak matang dan sudah waktunya menekuni karier tertentu.
Pertama, pemahaman tersebut memberikan ilusi banyaknya pilihan (karier) menawan yang tersedia untuk kita. Tapi apakah memang banyak pilihan yang kita inginkan? Saya pikir masalah yg sering muncul adalah kita yg tidak bisa membuat pilihan karier yang pas untuk diri kita sendiri. Kenapa? Karena meskipun kita punya kriteria, terlalu banyak pilihan malah menjadikan kita ragu.
Kedua, pemahaman tersebut memberikan ilusi bahwa kita memang bisa menjadi yg terbaik di bidang2 apapun itu yg kita inginkan. Tapi benarkah semacam demikian? Seorang Michael Jordan yg amat dikenal dengan talenta basket, kedisiplinan, dan kerja kerasnya saja ternyata tidak bisa menjadi seorang bintang di golf dan baseball. Faktanya, kita ternyata tidak bisa menjadi siapapun yg kita inginkan. Ada faktor lain selain minat yg mengambil porsi amat besar bila kita ingin secara konsisten menghasilkan performa nyaris-sempurna. Ada aspek bakat dan special traits dari diri yang harus dipertimbangkan secara layak.
Anda bisa membaca post ini secara lengkap pada post berikut ini:
A few years ago I\’d have to pay seoonme for this information.
f5lwdA jhklputoquye