content top

Pemimpin dan Perubahan

Sekarang anda bisa menemukan banyak pemimpin yang tiba tiba mengalami ketidakberdayaan menghadapi situasi dan kondisi negatif yang menerpa organisasi atau institusinya nya . Ia tiba tiba menjumpai fenomena – fenomena berikut pada orang orang dalam institusisnya :

Pertama : Menurunnya disiplin kerja .

Orang –orangnya mulai tidak datang tepat waktu dalam rapat – rapat konsolidasi, pekerjaan yang lebih molor penyelesaiannya dibandingkan tenggat waktu yang ditetapkan , banyak waktu yang terbuang percuma untuk tindakan dan aktivitas yang tidak produktif dan sebagainya.

Kedua :Menurunnya produktifitas kerja

Jumlah barang dan jasa yang dapat diproduksi atau dihasilkan oleh orang orangnnya persatuan waktu atau persatuan sumberdaya mulai rendah

Ketiga :Menurunnya semangat belajar ditengah tengah kenyataan banjir informasi .

Orang orang dalam institusinya merasa sudah cukup memiliki ilmu dan keahlian dalam bekerja , lalu menunjukkan sikap enggan untuk berkembang lagi melalui aktivitas belajar formal maupun informal .

Keempat :Menurunyya inovasi kerja orang orangnya

Akibat  tiga hal diatas , orang orangnya tidak menunjukkan hasil kerja baru yang mencerminkan adanya hal hal baru dari yang dhasilkan

Keima : Intitusi competitor mulai dapat mengejar dan menyamai sebagian yang dicapai oleh organisasinya.

Ini dampak saja dari hal hal yang saya sebutkan diatas .Jadi selama keempat hal diatas tidak bisa diatasi oleh sang pemimpin , buka sekedar intitusinya bisa disamai bahkan bisa diungguli oleh pesaingnya

Secara personal ia memang bisa menyalahkan orang orangnya .Tetapi secara institusional pemimpinlah yang harus bertanggung jawab terhadap situasi intitusinya dan kinerja orang orangnya .

Akar penyelesaiannya , salah satu diantaranya bisa ditelusuri dari dimulainya perubahan yang dilakukan oleh institusi yang sedang dipimpinnya. Perubahan perubahan itu bisa berupa :

Pertama : Tersedianya peluang bagi institusinya untuk memperluas wilayah pemasaran barang atau jasa yang diproduksi dan dijualnya. Ini biasanya menyebabkan orang orangnya bekerja dalam area yang jauh lebih luas.

Kedua :D iputuskannya untuk menambah jenis barang atau jasa yang diproduksinya .Ini biasanya menyebabkan orang orangnya dituntut bisa menghasilkan produk yang jauh lebih banyak.

Ketiga :Bergabungnya orang orang baru dalam institusinya sebagai konsekwensi dari meningkatnya tuntutan untuk menambah tenaga kerja bagi institusinya. Dampaknya ia akan memiliki orang orang yang tidak sama kualitasnya karena yang baru bergabung biasanya kalah pengalaman dengan pendahulunya, apalagi jika tidak ditunjang oelh system seleksi yang berkualitas

Keempat : Munculnya kompetitor baru bagi institusinya yang memperebutkan pasar yang sama .Ini menyebabkan ia memacu orang orangnya untuk bisa bekerja sehingga mampu mengatasi persaingan

Masih banyak lagi yang mungkin bisa disebutkan disini .Tetapi dari keempat perubahan yang saya sebutkan diatas tentu siapapun yang menjadi pemimpin bagi institusi tersebut tentu harus menyadari kewajiban untuk juga melakukan perubahan perlakuan terhadap orang –orang , sarana dan teknologi kerja serta system dan manajemen kerja institusinya.

Khusus untuk orang orangnya ia harus bisa melakukan pemberdayaan dari waktu kewaktu. Sebab seorang pemimpin adalah sosok yang harus berada di garda terdepan dalam memberdayakan orang orangnya .Ia punya kewajiban untuk :

Pertama :Menjaga stabilitas dan performa spiritual orang-orangnya

Dalam performa spiritual yang bagus , orang orangnya akan mudah sekali meperlihatkan kedisiplinan , kesabaran , keberanian dan sebagainya.

Kedua :Menumbuhkan kematangan dan kedewasaan emosi orang orangnya. Ini karena dalam bekerja akan selalu melibatkan orang lain .Sementara bekerja bersama orang lain tuntutan untuk berlapang dada , terbuka terhadap kritik konstruktif , selalu mau mengoreksi dan memperbaiki diri dan sebagainya , mutlak diperlukan . In hanya mungkin jika seseorang memiliki kedewasaan secara emosional .

Ketiga :Meperluas wawasan , pengetahuan dan keahlian orang orangnya .Situasi baru , persoalan baru dan tantangan baru tentu memerlukan wawasan , pengetahuan dan keahlian baru untuk menghadapi dan menyelesaikannya .

Keempat :Mempertahankan dan meningkatkan budaya kerja unggul dalam institusinya.Berbekal dengan tiga hal diatas , budaya kerja unggul akan lebih mudah dibentuk .Dampak jangka panjangnya adalah tercapainya produktifitas yang tinggi pada institusinya.

Kelima :Menjamin ketersediaan sumberdaya yang dibutuhkan untuk bekerja oleh orang orangnya.Seorang pemimpin harus memahami hal yang aksiomatik ini.Orang – orangnya akan bekerja secara maksimal sesuai dengan visi yang telah dikomunikasikannya kepada mereka , hanya jika mereka merasa bahwa semua sumberdaya yang dibutuhkannya disediakan oleh sang pemimpin .

Tuntutan – tuntutan seperti inilah yang mengharuskan seorang pemimpin untuk selalu menjaga agar dirinya bisa terus bertumbuh dan berkembang dalam semua aspek kerpibadiannya. Oleh karenanya ia harus :

Pertama :P unya hubungan yang kuat dengan Tuhannya agar ia selalu kokoh secara spiritual serta kuat dan matang secara emosional

Kedua :Bisa membaca semua perubahan yang terjadi didalam dan diluar institusinya

Ketiga :Menjaga kedekatan dengan orang orangnya untuk bisa membangun hubungan yang kondusif yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja institusinya

Keempat :Selalu berdedikasi menyediakan waktu khusus untuk senantiasa belajar

Tulisan terakhir dari trainer Ahmad Arqom

Leave a Reply

CommentLuv badge