content top

Teman, Anda Adalah Pemenang !

Konsep Diri Pemenang Vs Pecundangeko andi trustco surabaya - good student
Pembaca yang budiman, tahukah Anda bahwa hal utama yang membedakan seorang pelajar sukses dengan pelajar “gagal” adalah cara mereka berkomunikasi pada diri sendiri dan sekaligus cara mereka menjawab pertanyaan ini, “Apakah Anda ingin SUKSES ?”

Anda mungkin menjawab, “Tentu saja, semua orang pasti INGIN SUKSES!”. Sayangnya, harus saya katakan disini, ternyata tidak semua orang benar-benar INGIN SUKSES.

Telah banyak buku yang membahas tentang teknik belajar, bahkan telah banyak berdiri lembaga bimbingan belajar, tetapi apakah jumlah pelajar yang ‘gagal’ semakin berkurang ??? Dari data terakhir ternyata, jumlah siswa yang tidak lulus di masing-masing kota di Jatim ini masih ribuan, lho! Waduh gawat!

Alasan utama kenapa mereka ‘gagal’ adalah karena konsep diri yang salah tentang diri mereka sendiri. Mereka menganggap diri mereka tidak ‘bisa’ atau tidak ‘layak’ untuk berprestasi. Bahkan mereka sering menganggap diri mereka sudah BODOH sejak lahir.
Saya punya pengalaman pribadi, pada suatu kesempatan mengisi training motivasi di sebuah SLTP di sebuah Kabupaten di Jatim, saya bertanya pada salah satu peserta, “ Apa cita-citamu, dik?”. Kemudian siswa ini menjawab pertanyaan saya dengan jawabannya luar biasa ……. MENGEJUTKAN! Si adik SLTP ini menjawab dengan lugunya, “Saya gak punya cita-cita mas, lha wong saya ini lho cuma anak seorang petani, mau punya cita-cita apa ?”.
Anda bisa bayangkan dari jawaban itu, kalau dirinya sendiri saja tidak percaya bahwa dirinya bisa sukses, lalu bagaimana mungkin orang lain bisa membantunya ?

Kalau Anda masih memiliki Konsep Diri yang ‘salah’, maka apapun teknik belajar yang diajarkan oleh guru atau trainer atau buku yang Anda baca tidak akan pernah memberikan hasil.
Menurut survey yang dilakukan oleh ahli pendidikan, ternyata yang memiliki konsep diri sebagai PELAJAR SUKSES atau PEMENANG itu tidak banyak, hanya sekitar 5 %. Mereka adalah pelajar yang benar-benar ingin sukses. Kesungguhan itu ditunjukkan dengan usaha mereka yang keras untuk meraih nilai yang terbaik (tentunya dengan cara-cara yang jujur).

Misalnya, kalau untuk mendapat prestasi bagus dia harus belajar 8 jam per hari maka dia dengan semangat akan melakukannya. Kalau untuk berprestasi dia harus mengurangi waktu nonton TV maka dia pasti akan melakukannya, apalagi kalau hanya untuk mengurangi waktu bermain, waktu santai ataupun waktu jalan-jalan. Intinya adalah dia mau ‘membayar harga untuk meraih kesuksesan’ yaitu PENGORBANAN.

Sebaliknya, pelajar yang memiliki konsep diri seorang PELAJAR GAGAL atau PECUNDANG, enggan untuk ‘berkorban’. Dia hanya mau belajar bila hal tersebut dirasa tidak terlalu sulit, dia tidak mau melakukan sesuatu yang membuat dirinya ‘sengsara’, seperti mengurangi waktu nonton TV, main game, waktu santai ataupun jalan-jalan. Baginya sesuatu yang SULIT dilakukan pasti membuat dirinya SENGSARA, oleh karena itu harus dihindari. Dia lebih memilih untuk memperoleh kenikmatan saat ini saja (jangka pendek) daripada memetik hasil kenikmatan di kemudian hari (jangka panjang).

Padahal perlu Anda ketahui, bahwa para ahli di dunia ini telah sepakat bahwa tidak ada KENIKMATAN yang diperoleh dari KENIKMATAN pula, selalu diawali dengan ‘KESENGSARAAN’. Misal mau dapat nilai ujian bagus, ya.. rajin belajar. Mau mendapatkan gaji besar,ya… bekerja dengan giat. Betul, khan ?!

Oleh karena itu Anda dan Saya harus menjadi seorang PEMENANG karena itu akan memberi kebaikan dan YAKINLAH bahwa Anda dan Saya diciptakan memang sebagai PEMENANG! Dan memang Allah telah menciptakan kita sebagai seorang PEMENANG!

Ada bukti yang menunjukkan bahwa kita semua dilahirkan sebagai seorang pemenang. Percayakah Anda kalau saya katakan bahwa Anda adalah PEMENANG dari lomba berenang yang diikuti oleh 4 juta peserta di lautan asam yang sangat berat ? Peristiwa itu terjadi saat hanya satu spermatozoa (dari jutaan yang lain) yang berhasil mencapai sel telur terlebih dahulu. Kemudian proses itu berlanjut menjadi janin di rahim kemudian menjadi bayi yang lahir ke dunia. Dan bayi itu adalah Anda ! Anda memang dilahirkan ke dunia ini sebagai PEMENANG. Sampai bertemu lagi di PUNCAK KESUKSESAN !

“Ya Allah…., aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan sifat malas, aku berlindung kepada-Mu dari rasa takut dan bakhil, dan akan berlindung kepada-MU dari beban hutang dan kungkungan manusia”
(HR.Bukhari & Muslim)

Tulisan terakhir dari trainer Eko Andi Suryo

Leave a Reply

CommentLuv badge